ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
PAPA ATAU OPA?



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Ayo ceritakan padaku,"  kata Ebby setelah mereka  sampai ke apartemen mereka.



Sepanjang perjalanan Ebby menahan diri tak membuat Andre marah karena akan bahaya bila mengendarai mobil sambil emosi. Ebby berupaya sabar. Tak mengusik Andre sama sekali.



"Maaf Babe, aku enggak bisa cerita.  Kamu baca aja ini," Andre mengeluarkan satu buku diary kecil dari sakunya.



Maura menuliskan betapa dia mencintai Andre sejak Maura SMP. Buku itu ditulis lompat-lompat. Hanya saat yang penting baru Maura menuliskan. Bukan tiap hari dia isi.



Ebby membaca bagaimana Maura berharap Andre membalas cintanya. Bagaimana Maura mengharap Andre menciumnya seperti orang pacaran. Tapi sampai saat pernikahan ciuman itu baru Maura dapatkan.



'*Amazing*!' batin Ebby. Dia tak percaya suaminya yang sangat 'panas' itu bahkan tak pernah mencium Maura sebelum mereka menikah.



'*Apa karena memang tak ada cinta darinya*?' Ebby melanjutkan membaca buku itu.



"*Finally, I feel like a complete woman.  last night we did a making love activity after four nights of sleeping together*!" Ebby kaget melihat tulisan itu.



Bahkan Andre sudah memintanya sejak mereka di ruang kantor Andre! Ebby merasa kasihan pada Andre yang tersiksa menikahi sosok perempuan hanya karena rasa nyaman saja.



Sejak merasakan jatuh cinta Andre sangat menggebu.



"*Lusa kami akan ke Brisbane, malam ini Andre pergi dengan papa Herman dan mama Meylan. Hari hujan. Aku pikir mereka pulang. Ternyata papaku yang datang*."



"*Aku lihat papa sedikit kacau. Entah mengapa. Aku berupaya membuatkan teh panas agar papa sedikit membaik. Tapi aku tak menyangka papa sangat biadab. Aku benci malam itu. Bahkan dia melakukannya di meja makan*!"



"*Aku benci dia! Apa aku bukan anaknya*?"



Ebby membaca saat itu Maura mengalami pelecehan dari ayahnya sendiri. Itu yang mungkin membuat akhirnya Maura hamil.



Dua hari kemudian Andre dan Maura berangkat  ke Brisbane dan kembali ke Indonesia setelah Aheng berusia 4 bulan.




"Papa sudah baca?" Tanya Ebby.



"Sudah. Papa sudah baca." Jawab Andre pelan. Dia memeluk istrinya erat seakan mencari rasa aman.



"Ya sudah ya,  enggak usah diperpanjang lagi. Kasihan Aheng." Ebby mengusap lengan atas suaminya.



"Ini bukan soal kasihan Aheng. Tapi tindak pidana itu harus diberitahu pada pihak berwajib. Papa akan berupaya mencari sample buat tes DNA-nya Aheng dan kakeknya."



"Ya Tuhan koko. Please enggak usah ya honey."



"Enggak usah diperpanjang lagi ya," rengek Ebby.



"Bukan soal nggak usah diperpanjang ini tindakan biadab! Dia melakukan hal itu pada anaknya sendiri."



"Tapi kasihan Aheng."



"Kamu tahu Aheng selama ini dijauhi oleh keluarga Maura karena dia dianggap bikin sial. Padahal yang bikin sial adalah ayahnya Aheng atau kakeknya sendiri!"



"Semua ini harus diungkap. Menyakitkan atau tidak itu harus diungkap. Kita diem aja. Papa yang akan bertindak karena Papa tidak mau penipuan ini."



"Aheng juga harus tahu biar bagimana pun dia tetap anak aku dan cucu papa.  Cuma kami berkeberatan dengan nama keluarga aja. Papa juga sudah bilang hartanya tetap dia berikan semua pada Aheng tanpa dikurangi."



"Aku juga tegaskan pada papa, hartaku dari papa sudah aku berikan semuanya pada Aheng, aku nggak akan batalkan itu."



"Anak-anak kita kelak biar harta yang dari aku aja. Enggak apa apa enggak dapat harta dari opa Herman,"  kata Andre.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU