
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Stella dan Andre mengatur posisi agar Dave dan Ebby bisa duduk nyaman di jok belakang. Ruddy duduk di depan tapi menghadap belakang. Dia masih bingung mengapa mereka celaka dan dimana Rudolf?
Dave pingsan dan babak belur seperti habis berkelahi sedang Ebby ada luka tusukan di perutnya bagian samping. Lebih tepat di pinggangnya.
Banyak darah keluar, Andre tentu saja cemas melihat kondisi Ebby seperti itu. Dia peluk Ebby dengan lembut dan dia kecup keningnya.
Stella melihat itu, tapi tak berpikir apa pun.
Mereka sampai di rumah sakit.
"Wali pasiennya siapa? Kami butuh dia menandatangani surat tindakan." Petugas rumah sakit menanyakan siapa yang bertanggung jawab terhadap Ebby dan Dave.
Stella dan Andre saling pandang. "Saya," ucap Ande spontan.
"Anda suaminya, tolong tanda tangani ini.
Tanpa pikir panjang Andre tanda tangan.
"Ya ampun Stella. Aku tidak membantah kalau aku suaminya, aku asal tanda tangan yang penting dia cepat ditangani," Andre menyesal tidak membantah kata-kata petugas rumah sakit tadi.
"Sudahlah kita lagi kayak gini, udah iyain aja," kata Stella.
"Aku enggak enak nanti dikira aku sengaja ngaku kalau dia istriku," sesal Andre.
"Enggak apa apa aku jadi saksi kok Namanya kita panik," kata Stella lalu mereka menandatangani surat operasinya Ebby dan juga perawatan Dave.
Stella yang bertanggung jawab terhadap Dave.
Takut hilang, Andre mengalungkan tas Ebby di lehernya.
"Tidak ada luka dalam, maksudnya tidak mengenai organ dalam hanya banyak darah keluar."
"Kena lambung Ebby saja. Untung tidak kena rahim nih," kata dokternya.
"Puji Tuhan juga tak kena ginjal."
\*\*\*
"Iya Ndre, Ada apa?" kata Sekar. Andre langsung menghubungi nomor Gunawan tapi sejak tadi tak ada respon dari nomornya papa Ebby itu.
Dengan terpaksa Andre menghubungi nomor Sekar. Dia tak enak menghubungi Sekar. Takut nya tak kuat iman menerima khabar ini.
"Maaf Ko Gunawan dari tadi saya telepon ke ponselnya nggak ada respon. Apa saya bisa bicara dengannya?" kata Andre hati-hati.
"Ponselnya GunGun lagi dicharge kami di depan jadi nggak denger, kenapa?" Sekar penasaran Andre tak mau bicara padanya.
"Bisa bicara dengan Koko saja?" Andre takut Sekar tak kuat menerima khabar ini.
"Ada apa Ndre?" tanya Gunawan.
"Maaf, tadi saya tidak bicara dengan Cece. Sekarang saya di Berlin, baru tanda tangan izin operasinya Ebby," ungkap Andre pelan.
"Ada apa dengan Ebby?" Gunawan kaget Andre bilang habis menandatangani izin operasi. Sekar yang duduk di seberangnya kaget mendengar Gunawan suaminya panik.
"Jadi kamu di Berlin?" Tanya Gunawan memastikan.
"Iya besok pagi sebenarnya saya niat pulang. Saya udah beli tiket buat besok pagi pulang, tapi karena kondisi seperti ini saya menunggu Koko tiba baru saya kembali ke Indonesia." Jelas Andre.
"Oke terima kasih saya akan berangkat segera," kata Gunawan.
"Ko."
"Ya."
"Maaf tadi saya tidak berani bicara dengan Cece, takut dia tak kuat menerima khabar ini. Bukan maksud tak mau bicara dengannya."
"Saya mengerti. Dia pasti tak akan marah padamu."
Sekar yang mendengar Gunawan panik dia juga ikut panik.
\*\*\*
"Serius Dadd?" Hengky tak percaya mendengar Andre menghubunginya dan mengabarkan Andre baru saja menolong Ebby yang terkapar di jalan dalam kondisi terluka.
"Berita seperti ini tentu bukan mainan. Kasih tahu oma kalau Daddy menunda kepulangan karena menunggu om Gunawan," Andre sudah mengatakan akan pulang besok pada Andre. Dia tak ingin membuat keluarganya cemas bila dia tak memberi khabar terlebih dahulu.
"Iya Dadd, akan aku sampaikan pada oma dan opa. Daddy hati-hati ya."
"Oke Son. Daddy tutup dulu, sepertinya operasi telah selesai." Andre langsung memutus pembicaraan dan dia mendatangi perawat.
\*\*\*
"Ada apa ?" Tanya Sekar cemas.
"Andre menemukan Ebby terluka di Jalan Raya. Andre langsung membawa ke rumah sakit."
"Andre minta maaf tak berani bicara padamu takut kamu tak kuat menerima berita ini."
"Andre juga minta maaf dia menandatangani surat operasi sebelum bicara dengan kita. Karena sejak tadi dia telepon ke ponselku tapi tak bisa terhubung,"
"Padahal Andre besok mau pulang ke Indonesia dan sudah beli tiket, jadi dia pending karena tak tega pada Ebby."
"Iya kan memang dia berangkat lebih dulu," ucap Sekar.
"Ayo kita bersiap," kata Gunawan, tanpa banyak kata Sekar langsung bersiap sedang Gunawan langsung memesan ajudannya untuk menyiapkan tiket berangkat.
"Kenapa pesan tiket? Gunakan pesawat pribadi aja kalau lagi kondisi seperti ini," Sekar langsung mengingatkan Gunawan.
"Astaga aku lupa akhirnya mereka minta pengaturan jadwal untuk berangkat segera. Pilot segera mengurus izin buat terbang lalu memberitahu kapan bisa berangkat
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.
