
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Kita ada di destinasi replika wilayah Indonesia. Ini tampilan banyak rumah adat Indonesia yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya hanya dalam bentuk kecil," kata Ebby.
Ebby dan Andre mengajak semua rekannya naik kereta gantung atau skylift untuk memperlihatkan seluruh pulau di Indonesia. Mereka naik dua buah kereta yang berbeda.
Andre naik bersama Dave dan Stella. Sedang Ebby bersama Rudolf dan Ruddy.
Ebby dan Andre menjadi guide untuk semua tamunya.
Mereka menerangkan pulau-pulau besar Indonesia, juga menerangkan tentang makanan khas masing-masing daerah dan keterangan dasar lainnya.
"Nanti kita lihat rumah adatnya, sekarang kita lihat dari atas dulu ya."
Dave dan Rudolf memperhatikan detail tiap rumah adat yang ada di Taman Mini, tentu saja otak bisnis mereka mulai jalan.
"Kita kan sudah pernah ke Sibolga, kita bahkan juga pernah akan ke buka proyek di Bunaken tapi batal gara-gara Hendrik."
"Bagaimana dengan lokasi lain?" kata Ruddy.
"Waktu kalian di Bali gimana? Apa yang kalian dapat di Bali?" Ebby ingat Ruddy dan Stella ke Bali sehabis dari Sibolga.
"Aku nggak dapat sesuatu di Bali, karena disitu Hendrik mulai tidak tenang."
"Oh gitu. Kalian nggak dapat sesuatu di Bali."
"Enggak. Aku nggak dapat sesuatu di Bali," Stella dan Ruddy membenarkan pernyataan Andre barusan.
"Bagaimana kalau habis ini kita ke Bali?" tanya Ebby spontan.
"Tiga atau lima hari kita di Bali bersama." Ebby mengajak semua berlibur ke Bali bersamanya.
"Loh kalian kan mau bulan madu?" Stella tak mau mengganggu acara pengantin baru itu.
"Ya bulan madu kami di sana aja enggak apa-apa. Disana ada villa papa, dan kita bisa cari lokasi untuk usaha," jelas Ebby lagi.
"Kalau Bunaken sudah aku serahkan pada Hengky dan Patty, tapi aku bikin perhitungan dan layout lain yang dikerjakan oleh Patty kemarin sebelum dia hamil."
"Proyek Bunaken yang sekarang beda konsep dengan yang kita persiapkan saat di Berlin."
"Enggak apa apa bila lokasi Bunaken malah sudah kalian bikin dengan perhitungan dan pola baru. Kalau kita bikin juga nanti kita bikin di lokasi yang lainnya." Stella tak mempermasalahkan batalnya proyek mereka di Bunaken gara-gara Hendrik.
"Ya udah kalau gitu habis ini kita ke Bali aja."
"Kalian itu otaknya cuma kerja ya," kata Andre.
Semua tertawa.
"Kalian nggak mikir kalau aku punya pekerjaan lain," sungut Andre.
"Ya udah kalau kamu mau, gabung lah."
\*\*\*
"Nah malam ini kalian akan aku racuni lagi." Andre sengaja mengajak rombongannya ke rumah makan dengan bahan dasar kambing.
"Selain nasi, kalian akan berkenalan dengan lontong," Ebby menulis menu yang dia inginkan buat mereka semua.
"Apa itu lontong?" tanya Ruddy penasaran.
"Aku sudah pesankan lontong masih utuh mau pun yang sudah dipotong," kata Ebby.
Ebby memang meminta satu sample lontong yang belum dipotong kepada pramusajinya.
Malam ini Ebby memesan sate kambing, tongseng kambing serta gulai kambing juga sop kambing.
"Aku hanya memesan empat jenis menu yang terbuat dari olahan daging kambing. Sebenarnya ada nasi goreng kambing atau menu lain, tapi aku enggak pesan," kata Andre.
Ebby memesan sedikit nasi dan sedikit lontong. Ebby memang sengaja pesan nasi dan lontongnya sedikit, takutnya teman-teman bule hanya makan daging tanpa nasi dan lontong.
Dave dan Ruddy benar-benar keracunan sate lontong, sedang Rudolf lebih suka lontong dan gulai kambing.
Mereka benar-benar tak ingat kalau awalnya tak kenal nasi dan lontong.
Malam ini mereka makan dalam jumlah banyak.
"Wah super sekali. Ternyata kambing itu diolah seperti ini sangat enak ya," ujar Dave.
\*\*\*
"*Babe*, kita besok bisa ketemu dengan keluarganya William sebelum kita ke Monas enggak?" Andre bertanya pada Ebby. Mengingat lusa mereka mau berangkat ke Bali.
"Boleh, aku akan bilang mama kita sarapan di rumah mama."
"Suruh keluarga William datang jam 08.00 sampai jam 09.00."
"Aku nggak mau mereka tahu apartemen kita."
"Oke aku akan bilang ke mama ada waktu jam 08.00 sampai jam 09.00 buat keluarga William," jawab Andre.
"Nanti soal menu sarapan biar aku bicara dengan mama langsung. Koko bicara soal waktu bertemu aja," jawab Ebby.
"Kamu kasih tahu teammu besok kita sarapan di rumah mama, dan selama kita bicara dengan keluarga William nanti akan aku minta mama bawa mereka ke belakang buat berkenalan dengan kelincimu," kata Andre.
"Ha ha ha, iya mama bilang kalau aku sudah menjadi istrimu, aku langsung jadi pemilik semua kelincimu."
"Aku nggak butuh semua harta tak bergerakmu, aku hanya butuh kelincimu." Ebby ingat waktu dia sedang pedekate dengan Andre dulu.
Andre mendapat kecupan manis ketika mengatakan bahwa kelinci miliknya dengan sebutan *kelinci milikmu* buat Ebby.
Orang super kaya, bisa punya kandang yang lebih super mewah bila mau, cukup bahagia dibilang kalau semua kelinci Andre adalah miliknya!
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama IKA OKTAFIANA
dengan judul novel BERBAGI SUAMI yok