
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Hallo," sapa Ebby dengan malas.
"Halo By, apa kabar?" tanya Hendrik.
"Kamu pasti tahu dong aku bisa sampai ke Paris, pasti karena aku sedang baik pasti aku sedang sehat," kata Ebby.
"Wah senang dong kalau kamu sehat."
"Ya aku sudah sehat setelah teman-temanmu menusukku," jawab Ebby santai.
"Mereka ukan temanku By. Kamu salah pengertian."
"Iya kah?"
"Kamu salah pengertian makanya aku ingin bertemu denganmu untuk menjelaskan kebenarannya. aku enggak ingin kamu salah sangka padaku By. Mana mungkin aku menyuruh orang untuk menusukmu."
"Benarkah? Bukankah kamu yang menyalip taksi yang aku tumpangi? Teman-temanmu menghajar Dave. Dan aku hampir mati akibat tusukan itu. Dan kamu dengan santainya meninggalkan aku dan Dave yang terkapar."
"Bisa bayangkan bila saat itu tak ada orang lewat menolong kami?"
"Serius By, aku nggak seperti itu. Itu sebabnya aku ingin kita ketemuan yuk. Aku ingin menjelaskan semuanya padamu tidak melalui telepon agar semua jelas," pinta Hendrik.
"Oke mau ketemu kaapn, dimaja dan jam berapa?"
"Hari ini ya jam 02.00 ya," Hendrik memberitahu jadwal yang dia minta.
"Maaf kalau hari ini aku tidak bisa. Aku bukan pengangguran. Tak bisa mendadak seperti itu." Ebby menjawab sesuai dengan arahan Andre yang ditulis di kertas. Karena hari ini Andre sibuk tak bisa memantau Ebby dari jauh.
"Jadi bisanya kapan By? Aku kangen loh sama kamu," Hendrik melontarkan gombalannya.
"Aku juga kangen sama kamu," jawab Ebby tanpa maksud sebenarnya.
"Serius kamu kangen sama aku?" tanya Hendrik.
"Ya, why not? Walau kamu menyebalkan, walau kamu telah mengkhianati persahabatan kita, tapi aku kangen," jawab Ebby santai. Dia serasa ingin mun-tah mengatakan hal itu.
"Baiklah. Kalau besok atau lusa gimana?"
"Aku lihat jadwalku dulu ya. Nanti aku kabari kamu. Yang pasti hari ini aku tidak bisa. Aku sudah ada janji dengan Stella mau ketemu dengan teman-teman lain."
"Mungkin besok atau lusa nanti aku kabari jam berapa dan dimananya. Kok kamu tidak sibuk? Kamu kan pebisnis handal. Pasti sibuk."
"Oh enggak, buat kamu kapan pun aku bisa ubah jadwal kok."
"Nggak kok aku nggak sibuk. Udah tenang aja kalau soal usaha sih. Nanti kita juga sekalian bicara usaha deh kalau kita bertemu."
"Oke," jawab Ebby sambil melihat Andre yang mengangguk-angguk. Artinya Ebby harus mengiyakan omongan Hendrik itu.
"Sudah ya, Aku mau pergi," Ebby memutus percakapan dengan Hendrik seakan ingin segera pergi. Padahal dia belum siap.
"Oke By. Terima kasih ya. Aku tunggu jawabanmu tentang pertemuan kita besok atau lusa."
"Oke."
"Cie cie yang kangen sama Hendrik," goda Andre.
"Ih sebel ngomong ama dia aja udah pengen mun-tah," ucap Ebby.
"Ya udah ya, aku berangkat dulu," Andre yang tadi sudah di depan pintu kbali pamit.
"Hati-hati ya," Ebby eminta calon suaminya swlalu berhati-hati.
"Oke," Andre mencium kening Ebby lalu turun ke hidung, terakhir ke bibir sang kekasih.
\*\*\*
"Gimana Stell?"
"Aku sih oke kalau Andre bilang gitu. Ya udah aku kosongin waktu besok."
"Aku belum tahu apakah Andre bisa ngawasin kita dari jauh atau enggak kalau besok. Karena hari ini dia baru bertemu dengan Dave," jawab Ebby.
"Kalau gitu kita nunggu aja info dari Andre kapan waktu yang pasti." Stella setuju dengan Andre.
"Nanti kamu jawabannya sama kalau Hendrik hubungi kamu ya," kata Ebby.
"Oke kamu tadi bilangnya gimana?"
"Pokoknya hari ini kita jalan ketemu dengan teman-teman jadienggak bisa ketemu dia."
"Oke, ni Rudi juga sudah mau berangkat kerja."
"Andre audh berangkat sejak tadi."
"Baik, 10 menit lagi akuke kamarmu."
"Aku tunggu."
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR