
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Silakan, saya tunggu jam tujuh malam. Saya undang anda dan keluarga makan malam," Andre menerima telepon dari Arthur yang mengatakan besok lusa keluarganya akan datang menemui Aheng.
"Terima kasih, saya akan katakan pada semuanya," jawab Arthur.
Andre diskusi bersama Herman dan Aheng sebag kalau keluarga Samudra mau datang Patty akan mendengar pembicaraan. Jadi dia harus tahu inti permasalahan sebelum kedatangan tamu.
"Ya gimana dong? Enggak mungkin kan Patty diungsikan sama Ebby?"
"Aku bingung cerita ke Pattynya," kata Herman.
"Sudah urusan Patty biar serahin ke Ebby aja. Nanti Ebby dan mama yang kasih tahu."
"Mereka bisa bikin Patty nyaman kok," kata Andre.
"Kita bilang aja ke Ebby dan mama suruh memberitahu kondisi ini pada Patty," kata Herman.
"Iya Pa, tolong bilangin ke mama nanti aku bilangin ke Ebby biar mereka janjian kapan mereka bertiga akan bicara," kata Andre.
"Oke nanti pulang kantor Papa akan bilang ke mama." Herman menyanggupi permintaan anaknya.
\*\*\*
"Gimana kalau besok pagi Ma?"
"Patty kita ajak keluar dan nggak usah berangkat kerja," usul Ebby pada Meylani.
"Nanti Mama bilang saat makan malam biar Papa kasih izin supaya kita bisa pergi bertiga," kata Meylan saat dihubungi oleh Ebby.
Rupanya Andre langsung bergerak cepat sehingga Ebby langsung menghubungi Meylan tanpa menunda waktu.
"Buat makan malam, Mama mau pakai catering atau gimana?"
"Alah cuma keluarga Samudra aja kok ngapain pakai catering. Koki di rumah bisa kok masak buat tamu sebanyak tiga kali dari mereka," kata Meylan.
"Ya udah kalau Mama nggak mau pesan cattering. Kalau nggak sanggup nanti aku cariin chattering."
"Enggak usah yang di rumah aja bisa kok masak." Kembali Meylan memastikan tenaga di rumahnya sanggup menangani makan malam mereka besok malam.
" Ya udah ya Ma. Kalau butuh apa-apa bilang aku," kata Ebby.
"Iya, " Meylan senang menantunya sangat perhatian pada dirinya.
"Bagaimana program hamil mu?" tanya Meylan.
Keluarga Samudra memang butuh waktu lama sejak Andre datang ke rumah Jeffry untuk memperlihatkan fakta.
Sekarang sudah tiga minggu dari saat itu dan sudah 8 hari sejak hari ovulasi Ebby.
Kemarin dan tadi pagi Ebby dan Andre sudah mengecek dengan test pack tapi belum terlihat.
"Semoga aja berhasil yang kali ini," ucap Meylan. Dia sangat tahu keinginan anak dan menantunya.
"Ameen," kata Ebby dengan penuh pengharapan.
"Bibitnya Koko sudah bagus Ma. Sudah ada. Jadi kalau kita gagal di pembuahan normal kita mau pakai bayi tabung sudah bisa. Benih milik Koko udah ada. Enggak pakai bibit orang lain."
"Koko dan aku nggak mau hamil anak orang."
"Oh ya udah kalau sudah ada bibitnya Andre. Kalian pakai punya Andre aja," Meylan tahu kebahagiaan rumah tangga Andre akan lengkap bila Ebby bisa hamil.
"Iya Ma, kami mau maksimalkan kehamilan normal dulu. Bila memang enggak bisa baru akan lewat bayi tabung," Ebby menjawab tenang karena dia sangat yakin dia bisa hamil dengan pembuahan normal, bukan dengan cara laboratorium.
\*\*\*
"Patty besok kamu temanin Oma sama mommy-mu ya," ujar Meylan di meja makan.
"Mau ke mana Oma?" tanya Hengky pura-pura tidak tahu bahwa itu adalah rencana mereka.
"Ebby bilang mau ke SPA itu bagus buat kandungannya Patty kata Ebby, jadi dia mau ngajak healing lah buat ibu hamil." Jelas Meylan.
"Oh gitu ya udah ikut aja sayank," Hengky mensupport istrinya.
"Enggak apa-apa Opa?" Tanya Patty ragu.
"Enggak apa-apa. Kenapa memangnya? Pergi aja. Kamu enggak lagi banyak proyek toh?" Tanya Herman.
"Kan aku sekarang nggak boleh pegang proyek keluar selama hamil Opa," jelas Patty. Sekarang kehamilannya sudah masuk bulan kelima dan mereka sudah tahu akan dapat baby boy.
"Ya sudah ikut aja sama Oma dan mommymu," Herman memberi izin buat Patty
"Siapa Opa, terima kasih."
"Iya," kata Herman lagi.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED