ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
BERTEMU DI BANDARA LAGI



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Bagaimana keadaan papa? Kalau sama Hengky aku tahu khabarnya," suara dibelakang Ebby memperjelas siapa jati dirinya. Ya. Dia memang Andre yang sedang menghubungi sang mama di Indonesia sana.



"Aku sering ngobrol masalah pekerjaan atau kegiatan dia akhir-akhir ini. Tapi kalau sama papa nggak pernah karena selalu aja aku telepon di saat yang salah," keluh Andre. 



"Semoga aku sempat ke Berlin Ma. Tapi kalau nggak sempet, ya udah kirim kado aja."



"Kan Mama tahu aku ada di London. Doain aku sempat ke Berlin. Tapi kalau aku nggak sempet Mama jangan marah. Karena aku memang sudah bilang sama Mama jauh-jauh hari." Andre ternyata diminta mama nya menjadi wakil keluarga untuk datang ke sebuah acara keluarga di Berlin.



"Ya Ma. *I love you*. Jaga kesehatan Mama ya." Andre sangat lembut bicara dengan sang mamanya.


\*\*\*



"Kamu mau ke mana By," tanya kata Andre saat melihat Ebby sama-sama turun dari taksi di bandara.



"Mau ke Frankfurt Om," jawab Ebby sambil menerima koper dari sopir taksi.



"Ada urusan apa?" Dengan keponya Andre bertanya pada mantan menantu gagalnya tersebut.



"Ya pasti kerjaan lah Om. Mau honeymoon jodohnya masih ngumpet di bulan," Ebby sengaja bercanda pada Andre.



"Ha ha, Om serius. Kalau butuh teman buat honeymoon, Hengky masih setia menantimu koq," jawab Andre.



"He he, ada peragaan busana di sana Om," balas Ebby tanpa membahas masalah Hengky.



"Padahal Om harusnya ke Berlin empat hari lagi tapi kayaknya nggak bisa sih. Andai bisa tadinya Om mau minta kamu temani." Andre memang mau mengajak Ebby ke tempat sepupu Hengky yang Ebby kenal dekat dan hari Sabtu akan tunangan di Berlin.



"Om sendiri mau ke mana?" kata Ebby seakan tidak tahu bahwa Andre akan berangkat ke London.



"Ada pekerjaan di London." Jawab Andre.



"Hello By," sapa seorang lelaki.



"Hai Dave. Siap berangkat?" Ebby memeluk dan mencium pipi Dave.



"Om, kenalin sahabatku," Ebby memperkenalkan Dave pada Andre.



"Dave."



"Andre."



Lalu Andre dan Ebby berpisah di dua tempat menunggu.


\*\*\*



'*Kenapa aku jadi kesel gini ya*?' Andre bergumam dalam hati ketika dia sudah sampai di kursi pesawatnya.



'*Rasanya aku seperti ingin ngulek sambel! Eh enggak, aku nggak pernah ngulek sambel*!'




'*Enggak juga! Pengen ngapain sih? Rasanya bingung sendiri*!'



'*Pengen ngacak-ngacak rambut rugi entar nggak ganteng*.'



'*Pokoknya aku pengen marah, tapi aku enggak berhak  marah kalau dia pacaran lagi. Orang sama Hengky juga udah putus kok*.'



Akhirnya Andre tambah kesal sendiri. Karena dia tak tahu apa alasan dia marah dan ingin berbuat apa untuk meredakan marahnya ini.



Mau tidur masih pagi. Mau sarapan tadi udah di aartemennua. Mau baca koran males.



'*Ngapain ya enaknya di pesawat ini*?'



'*Cukup lama lho penerbangan dari Paris ke London*.'



'*Tapi nggak cukup lama juga sih buat tidur orang cuma satu jam lebih*.'



'*Pesan makan lagi aja deh*,' kata Andre.



Lalu Andre segera pesan makan ke pramugari.


\*\*\*



Andre tiba di London dengan cepat hampir bersamaan dengan Ebby yang tiba di Frankfurt .



Waktu tempuh mereka hampir sama, mereka lalu sama-sama sibuk dengan kegiatannya masing-masing.  Ebby dan Dave hanya tiga hari berada di Frankfurt.



"Temani aku ke Berlin yok," ajak Dave.



"Ngapain? Aku malas," balas Ebby.



"*Please help me* By. Charles akan tunangan hari Sabtu. Aku terjepit di tengah."



"Kalau aku datang sendiri, Rudolf akan marah besar karena dia cemburu. Charles adalah sosok yang paling dicemburui. Padahal aku dan Charles tak ada hubungan apa pun."



"Kalau tidak datang, aku tak enak pada Charles. Dia yang banyak membantuku setiap aku terpuruk sebelum aku bertemu Rudolf. Jujur Charles juga tak punya rasa apa pun padaku karena dia normal dan tidak tahu jati diriku."



Kasihan pada Dave maka Ebby pun mau menemani Dave ke Berlin.



'*Kayaknya kemaren Om Andre juga bilang ada yang mau tunangan di Berlin*.'



'*Ah tapi kan Berlin luas dan bisa jadi hanya kebetulan aja om Andre bilang ada yang akan tunangan di Berlin, saat kawan Dave juga tunangan*.'



'*Om Andre tidak mengatakan siapa yang tunangan dan mengapa dia bilang akan memintaku menemuinya*.'


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.