ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
PERTEMUAN DENGAN SAHABAT LAMA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Pria tampan itu masuk dengan senyum manis. Terlihat gagah.



Stella dan Ebby langsung langsung berlari menghampiri dan memeluknya. Tanpa ragu Ebby lebih dulu berada dalam pelukan lelaki itu mencium pipinya.



"Miss you so much," kata Ebby memeluk erat.



"Miss you too Honey," jawab lelaki itu tanpa ragu.



"Ebby, gantian aku," protes Stella.



Ebby sadar dan mundur membiarkan Stella memeluk lelaki gagah itu.



Lalu ketiganya menghampiri Dave, Ruddy dan Andre.



"Kalian lihat kan, kalau Ebby bebas memeluk dan mengatakan miss you pada seorang lelaki. Kalau aku …, salaman saja sudah dicemburui," keluh Andre pada semuanya.



Semua tertawa kecuali Ebby yang tersipu malu sambil memonyongkan mulutnya.



Tamu yang datang adalah Rudolf!



Masih seperti biasa gentle dan ramah seperti dulu. Walau pun dia bertindak sebagai perempuan dalam hubungannya dengan Dave, tapi dia tetap gentle. Tidak gemulai.



"Jangan kuatir," bisik Andre sambil menepuk bahu Dave saat tadi Rudolf sedang melayani dua sahabat perempuannya.



"Ada apa?" bisik Ruddy.



"Nanti aku ceritakan Biarkan kita bertemu dan bicara dulu." Andre berdiri bersiap menerima kehadiran Rudolf.



"Apa khabar Rudd, Ndre, Dave?" Sapa Rudolf



"Baik." Jawab Andre dan Ruddy.



"Aku baik. Apa kabarmu?" tanya Dave  berusaha meredam perasaannya. Lima  tahun mereka jadi pasangan dan dengan masa penjajakan total tujuh tahun kebersamaan mereka. Tentu bukan waktu yang singkat.



"Silakan duduk," Andre mempersilakan semua kembali duduk. 



Ruddy dan Stella menangkap ada sedikit ketegangan.



"Aku ingin bicara." kata Andre.




"Kami yakin hati kalian ada pada kami," kata Andre selanjutnya.



"Sebenarnya ada apa? Mengapa jadi tegang seperti ini?" kata Stella.



"Jadi begini, ada masa lalu yang tidak bisa kita hapus tapi jangan membuat masa lalu itu menjadi penghalang buat kemajuan kita."



"Aku enggak akan bahas masa lalu. Aku hanya cerita garis besarnya. Dan aku minta sejak saat ini tak akan ada yang membahas masa lalu itu."



"Dulu Dave dan Rudolf adalah pasangan kekasih. Itu saja sudah cukup dan jangan dibahas lagi."



"Aku tekankan jangan pernah ada yang membahas tentang itu lagi."



Stella dan Ruddy tak berani bicara. Mereka tahu kalau Andre sudah menitahkan sesuatu jangan dibantah.



"Sekarang yang aku minta kamu, Stella dan Ruddy bantu aku dan Ebby agar mereka terus kembali di jalan yang sudah kami pilihkan."



"Sejak kecelakaan itu Rudolf sudah dalam pengawasan dan pengobatan papanya Ebby."



"Apa?" kata Ebby tak percaya.



"Ya kamu nggak tahu kan? Bahkan Ebby pun tidak tahu bahwa selama ini Rudolf itu ada di Bali."



"Sejak di Berlin aku dan papa Ebby mengurus Rudolf. Kami selamatkan dia dan bawa dia ke tangan psikiater di Bali."



"Jadi waktu aku ditinggal sendirian Koko dan papa pergi urus Rudolf?" Tanya Ebby.



"Kami urus Rudolf dan Hendrik. Saat itu kami menemui sepupu atau keponakan Hendrik." Jelas Andre.



"Waktu aku ke Bali itu untuk urusan Rudolf.  Aku bilang papamu ke Singapura padahal papa ada di Bali bersama aku," kata Andre.



"Oh jadi menantu sama mertua sudah kongkalikong ya." protes Ebby.



"Betul jadi kalian lihatkan? Kepada Ebby pun papanya tidak memberitahu."



"Dave dan Rudolf, selamat datang di kehidupan normal. Kami siap membantu!"



"Aku siap membantu. Kamu adalah saudaraku Aku bahagia menjadi teman kalian," kata Ruddy.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY!