ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
EMAIL DARI CLAIRE



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



Sekarang jam 03.30 pagi. Andre sudah bersiap untuk berdoa seperti biasa jam 04.00.



Andre bertelut. Rutinitas yang tak pernah alpa dia lakukan sejak kecil.



Ebby melihat dari tempat tidur dia masih belum bangun. Ebby melihat suaminya memang sangat taat beribadah. Mengucap syukur karena pagi itu mereka masih diberi panjang umur untuk memulai hari baru.



Sehabis berdoa Andre lalu bersiap keluar kamar. Andre mulai merapikan apartemen. Dia membuat kopi untuk dirinya.



Andre tidak tahu Stella mau minum apa karena sudah lama sekali mereka berpisah. Dulu Stella selalu minum teh hijau tanpa gula kalau pagi.



Andre membiarkan saja semua bikin sendiri termasuk untuk Ebby istrinya.



Andre memanaskan sarapan dan menyiapkan roti yang ada lalu mulai membuka email miliknya.



Banyak ucapan selamat dari para rekannya di seluruh penjuru dunia.



Andre pun membalas satu persatu. Itu wajib dilakukan bila ingin jadi pebisnis. Karena tanpa rekanan, kita bukan siapa-siapa.



Tapi ada satu email yang bikin Andre marah pagi itu. Email yang masuk dari Claire yang memperlihatkan foto vulgar tubuhnya.



"Ini rupanya yang bikin Ebby marah. Karena Claire mengirim foto-foto seperti ini."



"Aku yakin walau pun email ini aku hapus, Ebby punya back upnya. Lebih baik aku biarkan sajalah. Biar Ebby melihat sendiri dan bergerak."



"Aku tak mau bikin rumah tangga yang baru aku bentuk belum sampai 24 jam sudah ribut."



Andre lalu kembali membahas email lain dari rekannya di seluruh dunia.


\*\*\*



"Morning honey," sapa Ebby manis.



"Morning too Babe," jawab Andre sambil menerima ciuman kecil di bibir dari Ebby untuk suami tercinta di pagi hari.



"Sudah bikin apa buat sarapan?" Tanya Ebby.



"Aku baru bikin kopi Aku nggak tahu kamu mau bikin apa kalau aku bikinkan kopi pun takutnya dingin karena kamu masih tidur jadi aku tunda."



"Enggak apa apa aku nanti bikin teh madu aja kalau pagi." kata Ebby.



"Maaf ya kamu jadi bikin kopi sendiri."



"Enggak apa apa. Buat aku bukan keharusan istri menyiapkan sarapan. Siapa aja yang lebih dulu sempat, itu yang bikin," ujar Andre tentang peraturan rumah tangga mereka.



"Ya udah kamu mau bikin apa makan paginya?"



"Aku sudah panaskan beberapa makanan yang ada. Ada makaroni panggang buat para bule itu, buat kita ada banyak nasi dan lauk kalau mau. Atau ada roti juga."



"Katanya mama mau kirim sarapan Ko."



"Enggak apa apa, yang mama kirim nanti disimpan atau dimakan bila yang dimeja kurang."



"Aku lapar, semalam habis olah raga jadi harus makan berat. Radanya tak bisa kalau hanya ganjel roti."



"Masakan sudah siap kita bisa sarapan duluan dengan makanan yang masih banyak di sini, tanpa tunggu yang dari mama," kata Andre sambil tersenyum mendengar Ebby bilang dia lapar karena habis olahraga malam.



Ebby bersiap kembali masuk ke kamar untuk mandi.



"Babe sebentar," kata Andre.



"Kenapa?"




"Aku baru pertama kali ini melihat kiriman dia."



"Selama ini aku hapus. Aku ji-jik melihatnya," kata Ebby.



"Nanti setelah resepsi akan aku urus dia. Sekarang fokus kita ke resepsi dulu," jawab Ebby tenang.



"Biasanya kamu langsung bertindak dan enggak sampai 1 jam kamu sudah berhasil menghancurkan."



"Enggak, aku mau bikin yang lain untuk masalah Claire.



"Terserah yang penting aku sudah lapor pada kamu dan aku benar-benar baru satu kali ini melihat."



"Selama ini aku nggak pernah terima email dari dia."



"Iya enggak apa-apa aku tahu kok," jawab Ebby.


\*\*\*



Pagi ini Andre, Ebby, Stella dan Ruddy ngobrol biasa nggak ada sesuatu yang istimewa.



Mereka sarapan semua makanan yang sudah Andre siapkan. Begitu  mereka selesai makan baru Ebby menerima telepon kalau Sekar lupa mengirim sarapan.



"Untung Koko sudah siapin makanan," ujar Ebby.



"Kenapa?"



"Mama barusan telepon, dia lupa ngirim sarapan." Semua langsung tertawa ketika Ruddy mengatakan sehabis menikah Ebby dibuang mamanya sehingga lupa dikirimi sarapan.



"Kamu bilang tak usah kirim?"



"Iya mama bilang akan sekalian kirim untuk makan siang. Tapi aku bilang kita akan makan siang diluar saja."  lanjut Ebby.



Sehabis makan kegiatan mereka hanya nonton televisi, sesekali diseling soal bisnis.



"Ingat, sebelum makan siang kita berangkat ya," kata Andre.



"Kenapa cepat?" Stella tentu bingung karena acaranya jam 19.00.



"Karena kan kita makan siang di luar, lalu nanti sore kita di rias di hotel jadi semua harus siap sejak sore."



"Aku dan Ebby juga kalian harus bersiap menginap di hotel jadi kamu bawa baju kalian."



"Kita nginep di hotel?"



"Ya iyalah masa bolak-balik? Kan acaranya malam Minggu dan malam Senin."



"Hari Senin siang kita baru check out."



"Oh gitu."



"Ya sudah aku beres-beres baju," kata Dave tanpa buang waktu.



"Aku kira kita kembali ke sini. Jadi aku santai," kata Dave sambil berjalan ke kamarnya.



"Kita nanti menginap di hotel dua malam. Siang ini kita check in, kita check outnya itu Senin siang," kata Andre.



"Kalau begitu aku juga  harus menyiapkan koperku dan Stella." Ruddy juga langsung masuk kamarnya.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama MOM AL dengan judul novel DILEMA DALAM PERNIKAHAN ya