ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
PEMBICARAAN TIGA PEREMPUAN NUGROHO



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Patty, sebelum kita jalan, Oma dan mommy mau bicara sebentar sama kamu." Ebby sudah datang diantar Andre. Jadi Meylan ingin segera bicara.



"Ada apa Oma?" Patty kaget karena sepertinya wajah Oma ada sesuatu yang penting yang akan disampaikan.



"Jadi gini, aku jujur sebenarnya iri sama kamu," Ebby yang mulai membuka poin pembicaraan.



"Iri kenapa Mom?" Patty bingung dengan pengakuan Ebby.



"Jadi aku iri karena belum satu bulan menikah kamu sudah positive hamil. Aku lalu ikutin kamu," ujar Ebby.



"Maksud Mommy apa?"  tanya Patty lebih lanjut.



"Kamu kan langsung bisa hamil karena tahu masa ovulasi,  aku ikutin cara kamu aku beli ovutest juga."



"Pokoknya aku ikutinlah yang kamu jalani agar aku juga bisa cepat dapat anak. Ternyata kan aku nggak hamil juga."



"Aku bingung,  akhirnya kami ke dokter. Sejak kembali dari Australia kami ikut program ke dokter kami periksa lab karena aku subur. Hasilnya ternyata daddy-mu mandul."



"Enggak mungkin kan Mom?" Sama seperti Ebby dan Meylan, Patty juga berpendapat Andre tak mungkin mandul.



"Itu yang aku pikirkan. Aku ngotot ke dokter nggak mungkin daddy mu mandul karena dia sudah ada bukti nyata yaitu Aheng!"



"Awalnya daddy bilang mungkin faktor usia bikin dia jadi enggak subur, tapi dokter tetap bersikeras kalau memang sejak dulu daddy hampir enggak punya benih."



"Karena penasaran Aheng itu anaknya siapa, daddy periksa lab antara dirinya dan Aheng. Ternyata benar Aheng bukan anak daddy," Ebby bicara sambil menggenggam erat tangan Patty seakan ingin menularkan rasa aman pada menantunya itu.



"Saat kami dapat hasil itu kami kaget, saat itu aku ngotot hasilnya nggak usah kami ceritakan ke siapa pun."



"Tapi buat daddy kamu itu tak mungkin. Kamu tahu buat kami keturunan itu kan berhubungan dengan nama besar leluhur. Jadi karena berhubungan dengan nama keluarga atau marga, akhirnya daddy memutuskan cerita ke Papa."



"Pada Papa daddy bilang Maura itu gadis yang lugu dan dia masih virgin saat pertama mereka melakukannya."



"Dan daddy menegaskan kalau Maura enggak pernah nyeleweng. Masalahnya kalau Maura seperti itu dan daddy mandul, Aheng anak siapa?"



"Opa bilang mereka harus cari bukti. Singkat cerita daddy dan opa berhasil menemukan siapa yang bikin Maura hamil."



"Dua hari sebelum daddy dan Maura berangkat ke Australia Maura diperkosa oleh ayahnya sendiri," Patty tentu saja kaget dan tak percaya, matanya melotot dan dia menggeleng.



"Enggak mungkin Mom, nggak mungkin?"



"Semua orang juga bilang nggak mungkin sayang," kata Meylan lembut.



"Tapi itulah kenyataannya. Dari buku harian yang Maura tulis, kita dapatin banyak ungkapan Maura yang memang mengindikasikan Aheng anaknya Jeffry.



"Maura menuliskan kapan dia making love dengan daddy dan kapan terjadi pemerkosaan dan selanjutnya itu semua ada di buku diarynya Maura ibunya Aheng."




"Kamu ingat 'kan waktu itu opa pernah ngajak Aheng ke sana?  Di sana opa ngambil sample rambutnya Jeffry."



"Dari uji lab didapat kesimpulan bahwa Aheng memang anak kakeknya sendiri."



"Sampai sini kamu ingat tiga minggu lalu waktu Oma pergi sama opa dan daddy-mu?" 



"Itu adalah saat daddy-mu mengungkap fakta pada keluarga Samudra.



"Daddymu enggak marah-marah begitu pun Opa. Tapi waktu itu rumah mereka memang aku pasangin polisi," cerita Ebby tentu menakutkan buat Patty. Dia tahu kalau soal seperti ini mommy nya enggak bisa main-main.



"Daddy bilang, dia cuma ingin keluarga Samudra minta maaf ke suamimu sebagai perwakilan dari Maura karena kan udah nggak mungkin minta maaf ke Maura!"



"Soal Aheng mau putusin terima maafnya atau enggak itu bukan urusan kami," kata Ebby.



"Kamu tahu kasih sayang kami kepada Aheng sebagai anak,  sebagai cucu itu nggak akan berubah. Begitu pun soal harta semuanya punya Aheng enggak akan kami ubah."



"Kami hanya minta ketegasan bahwa apa yang dilakukan Jeffry itu salah!"



"Daddy hanya menuntut keadilan buat Maura. Dia ingin kelakuan buruknya Jeffry terungkap. Daddy terus terang merasa terhina istrinya dilecehkan Jeffry seperti itu."



"Kami cerita padamu karena besok makan malam keluarga Samudra mau datang."



"Kami cerita ke kamu takut kamu tiba-tiba kaget mendapati kenyataannya seperti itu."



"Tadinya aku juga nggak mau cerita ke kamu karena kamu lagi hamil," kata Ebby.



"Tapi karena mereka mau datang ya mau nggak mau kita cerita lah. Mungkin ini nggak perlu kamu bahas ke keluargamu, tapi terserah sih kalau kamu mau buka juga."



"Karena ini bukan aibnya Aheng koq. Itu sama seperti waktu Aheng dikerjain Carol."



"Terlebih hal ini  terjadinya sebelum Aheng ada. Jadi jelas bukan kesalahan Aheng."



"Semuanya terserah kamu, cuma besok kita akan terima tamu untuk makan malam."



"Oh ya aku ngerti kok Mom."



"Tapi kenapa ko Aheng nggak cerita ya?"



"Ya itu tadi alasannya Aheng nggak cerita karena takut kamu kaget. Dia nggak mau bayi kalian kenapa-kenapa," kata Meylan.



"Jangan salahin dia. Dia nggak mau cerita karena takut kamu kena dampak sehingga dia takut kalau sampai kehilangan bayimu."



"Aku ngerti kok, aku nggak akan salahin daddy, opa juga ko Aheng." Plong sudah saat Patty bisa menerima kondisi ini.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER