
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Mereka mulai berbasa basi tentang kehidupan dan bicara soal kondisi saat ini sambil ngemil dan minum.
Andre mulai merasa gerah rupanya obatnya sudah mulai bereaksi di tubuhnya.
"Obat sudah bereaksi," bisik Sherly.
Ebby melihat Andre sudah mulai tidak konsen, kekasihnya sudah berkali-kali mengusap keringatnya dengan tissu dan mulai membuka kancing kemejanya.
"Aduh saya kayaknya enggak enak badan nih," Andre mulai tak betah. Adik kecilnya menegang minta bertempur dan badannya sangat gerah.
Saat itu datang seorang perempuan dengan baju kurang bahan menghampiri Andre dan duduk dipangkuan Andre. Ebby tentu aja hendak berdiri tapi ditahan oleh Nina.
"Sabar, bila kamu bertindak sekarang programnya Pak Andre gagal. Itu sebabnya dia minta kamu datang agar jelas bahwa dia bukan main ulat keket tapi di jebak, agar kamu ngerti."
"Pak Andre sengaja masuk jebakan untuk membuktikan bahwa semua itu adalah program kelicikan PT Glamour di bawah pimpinan Suyatno."
"Oke," kata Ebby dengan gigi gemeletuk dan darah mendidih.
"Apa yang terjadi Pak?" Tanya Kusnan seakan tak mengerti.
"Bapak mau saya antar pulang?" Kusnan menawarkan bantuan mengantar Andre pulang.
"Kayaknya aku butuh kamar deh, aku udah nggak kuat," Andre menjawab dengan mendesah. Dia sungguh butuh pelepasan. Tapi tentu tidak dengan ulat keket ini. Untuk pasangannya Andre tentu memilih. Tak mau asal celup!
"Oh silakan Pak Andre. Pakai saja kamar saya," kata Suyatno.
Andre dan perempuan itu mulai memasuki lift. Perempuan itu menciumi leher dan mencoba menggapai bibir Andre tapi Andre mencoba bertahan. Dia tak rela bibirnya dilumat ulat keket ini.
Ebby panas melihat kelakuan Andre, walau dia tahu Andre tidak merespon.
Perempuan dengan pakaian kurang bahan itu terlihat agresif, tangannya menjelajah ke pistol Andre membuat Andre mengeluh dan semua terdengar oleh Ebby.
Setelah pintu lift tertutup polisi tanpa seragam mengepung mejanya Suyatno. Tujuh orang tadi langsung bergerak
"Kami lihat semuanya. Kami sudah tangkap orang di dapur yang memasukkan zat perangsang untuk pak Andre. Semua bukti sudah ada di tangan kami. Anda Kami tangkap," kata polisi itu.
Nina dan Sherly bergegas pergi bersama Ebby mengejar Andre yang sudah dibawa ulet keket kedalam kamar.
"Ayo cepat!"
"Ya kan kita nunggu lift-nya kebuka, sabarlah nggak ada apa-apa. Tenang aja," kata Nina.
"Kami sudah pegang kunci kamarnya, karena manajernya kan sudah ditangkap sejak semalam," ujar Sherly melengkapi kalimat Nina.
Begitu sampai di kamar Ebby terbelalak, Andre hampir tanpa busana, dia sudah basah keringat.
Ulet keket rupanya harus ekstra kerja keras karena Andre tak mau melucuti bajunya sendiri apalagi membuka gaun yang dia pakai.
Ebby langsung terpaku dan darahnya membeku melihat bagaimana Andre tersiksa.
Nina dan Sherly tak mau buang waktu. Nina langsung memborgol ulet keket dengan borgol plastik dan Sherly mengambil semua kamera yang dipasang pihak Suyatno untuk merekam semua pergumulan korbannya termasuk CCTV kamar ini.

BORGOL PLASTIK
"Sudah bersih?" tanya Nina.
"Sudah ayo kita keluar, biarkan Ebby bekerja untuk menetralkan Andre," balas Sherly sambil menyerahkan ulet keket pada dua orang polisi lelaki yang telah menunggu di depan kamar sejak tadi.
"Pakaikan dia jubah mandi dulu," pinta polisi yang di luar.
" Ha ha ha, biar saja. Itu pekerjaannya, biar sepanjang jalan sampai mobil tubuhnya jadi tontonan," sahut Nina tak peduli.
Maka dua polisi lelaki itu juga tak keberatan membawa ulet keket yang memang sesuai dengan omongan Nina, dia langsung jadi cemoohan karena ada borgol di tangannya. Tak ada yang kasihan.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN