
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Aku nggak nyangka, aku nggak nyangka," kata Stella sambil menggeleng terus menerus.
"Sudahlah, aku sudah bilang dari tadi kan, tutup lembaran itu dan jangan pernah ceritakan lagi pada siapa pun karena baik Dave mau pun Rudolf tak akan pernah bercerita."
"Mereka juga akan membatasi diri untuk bertemu atau bersinggungan atau berhubungan dalam hal apa pun. Itu komitmen yang kami minta dari mereka."
"Kami tak ingin ada sesuatu yang menimbulkan percikan yang membuat mereka kembali ke jalan salah itu." kata Andre.
"Jadi mohon maaf kalau selama ini aku dan papanya Ebby merahasiakan semuanya. Itu semata demi kebaikan Dave dan Rudolf."
"Jadi ingat Stella dan Ruddy, yang tahu hanya kita. Bantu kami."
"Rudolf mau pun Dave walau pun sekarang kalian mungkin bisa saling bertukar nomor ponsel dan melakukan pertemuan diam-diam atau hal lainnya. Kami tak membatasi."
"Hanya ingat, kalian punya perjanjian dengan papanya Ebby. Jangan bikin dia marah dan membuat kalian mati dalam hidup!"
"Apa maksudmu mati dalam hidup?" Stella tak mengerti kalimat itu.
"Kalian masih hidup tapi sudah mati. Nyawa kalian masih ada di badan tapi tak bisa bergerak apa pun seperti Hendrik."
"Bagaimana dengan Hendrik saat ini?" Tanya Rudolf.
"Masih hidup, tapi sekarang sudah hancur sehancur hancurnya. Dia jadi gelandangan yang real. Tak ada rumah bahkan tak ada asuransi kesehatan dan tak ada tabungan. Sekarang dia menggelandang di jalanan,"
"Itu resiko mencelakai anaknya Gunawan. Kalian tahu siapa Gunawan? Dia kepala mafia yang tersembunyi!"
"Apa?" Stella tak percaya karena dia tahu papanya Ebby sangat lembut dan sayang pada keluarga. Gambaran mafia yang dia tahu adalah keras dan kejam.
"Ya, itu faktanya. Dan kamu tahu siapa penerus gembong mafia itu?"
Semua diam tak menjawab karena tahu papanya Ebby tak punya anak lelaki.
"Dialah calon istriku ini. Ebby itu terlihat lembut dan tak tahu apa-apa. Tapi dialah princess mafia yang sesungguhnya." kata Andre.
"Serius By?" Stella tak yakin.
Ebby hanya tersenyum sambil mencium pipi Andre.
"Kamu membuka rahasia aku." protes Ebby manja.
"Karena itu kenyataannya Princess mafia dan aku suka itu. Aku tak masalah kamu jadi mafia, karena kamu hanya menghancurkan orang yang salah."
"Rudolf kamu siap-siap dihancurkan oleh Ebby. Kemarin dia habis menghajar Claudia dan Rita juga Nuning hanya dalam hitungan menit."
"Pokoknya semua orang yang dekat aku, hancur sama Ebby."
"I don't believe it," seru Stella.
"Kamu ingat Dianne di Australia? Dia hancur. Aku kira saat itu yang melakukannya adalah papanya Ebby. Ternyata itu semua kerjaan Ebby."
"Seharusnya aku yang ketakutan kehilangan seorang gadis muda yang lebih kaya dari aku. Bukan sebaliknya, seorang gadis yang lebih muda lebih kaya tapi takut kehilangan orang tua seperti aku."
"Aku cinta mentok sama dia Stella. Aku nggak ngerti," kata Ebby sambil memeluk Andre dengan gemasnya.
"Kamu enggak aneh dengan hubungan mereka Rudolf? Kamu kan belum dengar ceritanya," tanya Ruddy.
"Aku tahu hubungan Ebby dan Andre sejak di Bali saat Andre terima telepon absent dari kekasihnya yang takut Andre sedang kencan dengan gadis Bali."
"Asal kalian tahu, dalam hitungan satu jam, Ebby menghubungi Andre enam kali. Kalau saat itu Andre sedang making love, tentu langsung hilang mood," gurau Rudolf membuat semua tak percaya bagaimana posesifnya Ebby.
"Dua hari lalu Andre sudah bercerita semuanya tentang anaknya, tentang kejadian di pernikahan anaknya. Jadi aku nggak aneh lagi," kata Rudolf.
"Wow."
"Sekarang target aku adalah Claire."
"Ada apa dengan Claire?" Andre malah tak mengerti Ebby menargetkan Claire.
"Dia masih sering mengirim email kepada Andre. Sudah aku larang dia terus aja kirim email dengan alasan pekerjaan. Urusan pekerjaan tapi yang dikirim foto bibirnya atau dirinya yang mengharap belaian Andre."
"Hei, mengapa aku tak pernah lihat email itu? Kamu benar-benar princess mafia," Andre menggeleng tak percaya.
"Ya sebentar lagi dia akan hancur!"
"Kok tumben sabar? Biasanya nggak sampai satu jam kamu langsung hancurkan." kata Andre.
"Aku sedang ingin tarik ulur seperti main layangan. Satu kali lagi dia melakukan itu aku akan balas mempermalukannya."
"Tumben sabar."
"Mungkin lagi nggak PMS jadi sabar," kata Ebby. Padahal dia tak ingin menghancurkan dengan menembak usaha Claire.
Ebby ingin usaha itu kembali pada Andre karena pemilik sah adalah Andre dan Steve.
Ebby sedang ingin menghancurkan Claire ke urusan personalnya. Tapi saat ini konsentrasinya ada pada pernikahannya. Jadi sengaja urusan Claire dia tunda dulu.
"Ayo sekarang kita makan. Habis ini aku harus mengantar Ebby pulang walau itu bisa berakibat aku dimarahi para tetuanya."
"Mungkin sebaiknya Dave dan Stella aja yang antarkan Ebby. Biar aku dan Ruddy menunggu di sini," saran Rudolf.
"Oh iya itu bagus," kata Stella.
"Daripada kamu kena marah karena terus menerus dengan Ebby."
"Iya enggak apa apa kalian aja antar, bilang aja Ebby habis jemput kalian," Andre.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama ALDIANTT
dengan judul novel MY FAKE DADDY ya