ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
RENCANA CAMPING



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Charles, kamu balik ke Berlin kapan? Kita belum kongkow bareng," tanya Bram hari Minggu pagi. Dia muslim jadi enggak ke gereja di hari Minggu pagi ini.



"Berisik, gue masih di gereja," Nick menjawab.



"Elo malas, pasti ikut kebaktian kedua," jawab Alan yang ikut kebaktian pertama karena istrinya ngomel bila dia ikut yang siang.



"Lha? Lagi ibadah ngapain pegang ponsel! Enggak khusuk," ledek Bram.



"Iya bener. Ibadah koq enggak fokus," Hengky menjawab karena dia juga baru pulang dari gereja. Sehabis ibadah opa dan oma akan ngobrol dengan sesama lansia lalu mereka belanja aneka makanan matang yang dijual di depan gereja.



"Gue pulang hari Selasa pagi," jawab Charles.



"Ayok ketemuan hari ini. Kalau besok takutnya kejebak macet pas pulang kerja. Atau ada yang enggak bisa datang karena sibuk di perusahaannya," Bram menyindir Hengky yang sejak berpisah dengan Ebby memang sulit diajak keluar karena lebih menyibukkan dirinya dengan pekerjaan.



"Yeee siapa yang takut? Siapa?" jawab Hengky.



Mereka memang ngobrol, bukan melalui pesan tertulis.



Setelah debat panjang akhirnya diputuskan mereka akan bertemu jam empat sore hari ini. Mereka menentukan lokasi pertemuan di cafe yang biasa mereka gunakan untuk ngobrol.


\*\*\*



"Tadi malam gimana, kalian pulang jam berapa?" tanya Charles pada semua. Mereka sudah berkumpul di cafe sebelum jam empat sore. 



"Gue langsung pulang lah, bini gua ngamuk," kata Alan pada teman genksnya.



"Repot ya memang kita nggak ajak, dia begitu! Kita ajak nanti ada intrik karena pasti banyak yang menggoda kalau yang nggak biasa ya kan marah." Balas Nick



"Memang dilema soal pasangan di acara reuni. Kadang kita akrab sama teman di SMA lalu pada becanda ngingetin kelucuan kita saat dulu, dan becandaan itu bikin pasangan marah."



"Atau ada juga kita main peluk sama teman lama, eh pasangan kita cemburu," jawab Bram yang sudah akan menikah.



"Ada juga kayak bininya Alan tuh. Dari jam sepuluh udah rewel tanya kapan lakinya pulang," goda Dave.



"Itulah dia kira zaman anak sekolahan mulai acara jam 07.00 jam 09.00 harus sudah sampai rumah," jawab Alan tak marah istrinya diejek. Karena memang itu faktanya. Resiko menikah dengan gadis rumahan memang seperti itu.



Mereka tertawa, karena masih sore mereka tidak makan berat. Hanya ngopi sore dan makan snack saja.



Pertemuan kali itu sekalian membahas jadwal pertemuan rutin mereka.



Mereka berencana akan liburan bersama ke Bali enam bulan lagi sekalian ulang tahun Hengky.



Memang sejak dulu mereka punya program liburan bersama.



Sejak dulu mereka rutin energi berlima, sejak SMA memang Carol nggak pernah dibawa untuk kegiatan mereka. Carol tak boleh ikut kalau liburan laki-laki.



"Bagaimana kalau kita nggak ke Bali. Udah bosan terlalu mainstream." Ujar Charles.



"Boleh tuh. Kita cari yang dekat sini aja tapi suasana pedesaan," kata Bram.



"Gimana kalau camping kayak jaman SMA. Cukup 2 malam 3 hari. Kita menguji ketahanan tubuh kita, masih kuat nggak kayak waktu kita SMA," ujar Nick yang memang jarang bicara.



"Oke nanti gua cari  lokasinya. Sekarang kan banyak destinasi wisata yang nyediain fasilitas camping. Jadi kita tetap di alam tapi di bawah manajemen tempat wisata itu," Bram akan mencari lokasi camping bila semua setuju akan rencana liburan mereka selanjutnya.



"Tadi malam perasaan ada yang jadian ya,"  goda  Charles setelah pembahasan camping selesai. Mereka sudah memutuskan akan camping dan menentukan tanggalnya jauh-jauh hari agar semua bisa berangkat.




"Baru PDKT."



"Tapi berhasil kan?" kata Bram penasaran.



"Semoga aja" jawab Dave. 



"Loh, aku nggak tahu nih. Ada apa?" kata Hengky.



"Dave mendekati Stella. Dulu kan dia enggak berani karena dia kira Nick ngincer Stella juga. Padahal Nick pacaran dengan sepupu Stella yang kabur ke Singapore itu," Charles menjelaskan ada Hengky apa yang sahabatnya lewatkan.



"Wah aku ingat dulu Dave pernah ngajak aku ke rumah Stella dan kami langsung pulang saat melihat Nick ada di rumah Stella," ujar Alan.



"Jangan ngingetin masalah Scarlet deh," ucap Nick soal mantan pacarnya yang kabur dengan pamannya ke Singapore buat kawin lari.



"Semoga aja berhasil ya,"  kata Hengky.



"Kamu enggak tahu kegiatan Dave semalam karena sibuk dengan Patricia?" Bram mengolok Hengky.



"Aku enggak ada apa-apa. Cuman nolongin pas dia jatuh itu aja udah," kata Hengky. Dia tidak memberitahu bahwa dia mengantar Patricia pulang. Bisa heboh dia diolok oleh teman-temannya.



Akhirnya pertemuan hari itu berakhir saat mereka selesai makan malam jam 08.00.


\*\*\*



"Masalah lahan yang di lokasi baru itu bagaimana?" tanya opa Herman Pria Nugroho pada Hengky.



"Kayaknya kontur lahan  agak ribet Opa. Tiap unitnya itu nanti beda penanganan."



Garis kontur adalah suatu garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang tingginya sama dan berpotongan tegak lurus dengan arah kemiringan lahan. 



"Karena kemiringan berbeda maka pembuatan bangunan dan penanaman tanaman pelindung harus disesuaikan dengan keadaan permukaan lahan."



"Kita nggak bisa bikin sama dengan denah biasa karena kemiringan lahannya itu beda-beda," kata Hengky di ruangan kerja sang Opa.



"Kita harus siasati. Saat lihat awal dulu aku kira enggak seperti sekarang.  Kalau aku sih bisa, cuma untuk perhitungan jumlahnya jadi nggak sama persis seperti kalau tanahnya datar."



"Jumlah unitnya akan beda Opa, mungkin kita bisa mix, ada type kecil ditengah type besar sesuai luas lahan datarnya. Jadi tidak banyak lahan terbuang," kata Hengky lagi.



"Oke kamu revisi aja jumlah unitnya. Jadi kita bisa segera bikin maket denahnya," Herman percaya pada kemampuan cucunya itu.



"Oke, oke siap," jawab Hengky. Dia tak keberatan membuat perhitungan ulang sesuai lahan yang ada.



"Hari ini Opa ada kunjungan ke sana loh Heng. Kalau bisa kamu ikut biar kita lihat bersama untuk menghitungnya *on the spot* gimana?" Opa Herman mengajak cucunya terjun langsung ke lapangan 



"Sekalian kita bertemu sama tim lapangan. Kita ketemu manajer project-nya di sana. Kalau nggak salah sih orang baru. Masih nona," jelas Opa.



"Mau gadis, mau bapak-bapak, yang penting dia bisa kerja Opa," jawab Hengky datar.



"Iya sih tapi rekomendasinya bagus kok." Jelas Herman.



"Aku bersiap dulu Opa," Hengky pamit pada sang opa. Ke lapangan tentu dia enggak pakai jas resmi kan? Sepatu juga dia akan ganti.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.