
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Memangnya mereka mau ke mana sih?" begitu Patty bertanya saat mobil Andre pergi meninggalkan rumah membawa opa dan oma.
"Ada perlu," jawab Hengky singkat.
"Tumben oma enggak kasih tau aku mau kemana, apalagi ngajak. Padahal biasa oma ngajak aku," Patty memperlihatkan rasa penasarannya.
"Mungkin karena kegiatannya malam. Berangkat aja sudah hari gini. Oma enggak mau kamu lelah," Aheng memeluk istrinya dan mengajak masuk.
\*\*\*
"Daddy langsung pulang ya," begitu pamit Andre pada Aheng yang menyambut opa dan oma nya di teras.
Andre tidak turun hanya ngedrop Herman dan Meylani.
"Terima kasih," Herman tetap mengucapkan terima kasih pada anaknya yang telah mengantar kembali ke rumah.
"Nanti kamu ceritanya sama Opa aja kasihan mommy-mu di rumah sendirian," kata Andre pada Aheng.
"Ya Dadd, terima kasih sudah mengantar opa dan oma pulang," jawab Aheng.
\*\*\*
"Bagaimana Opa?" tanya Hengky.
"Yah opa agak bingung ceritanya," jawab Herman. Aheng memang sengaja menunggu Herman kembali.
"Kita bicara di belakang aja biar aman," Herman mengajak mereka ke belakang sehingga kalau ada orang datang menghampiri akan kelihatan.
"Opa enggak ingin Patty dengar soal kami tadi ke sana."
"Apa berantem Opa?" tanya Aheng penasaran.
"Enggak ada berantem nggak ada marah. Mereka malah diam."
"Jadi rupanya mommymu membuat skenario untuk daddymu bicara," jelas Herman mengawali pembicaraan kali ini.
"Maksud Opa?"
"Daddy-mu nggak ngomong secara lisan. Ebby sudah menyiapkan satu map plastik transparan. Map itu terlihat berisi 4 amplop coklat berukuran ½ folio."
"Koq bawa amplop?" Herman jadi tambah penasaran.
Saat itu Meylan datang membawa teh hijau tanpa gula atau madu buat Herman.
"Kamu mau minum kopi?" tanya Meylan.
"Enggak Oma sudah terlalu kenyang," jawab Aheng. Meylani ikut duduk disana.
"Jadi mommy-mu itu bikin skenario. Daddymu datang sudah membawa amplop plastik transparan. Sehingga kelihatan apa yang dia bawa isinya 4 amplop coklat."
"Mungkin keluarga Samudra berharap ada harta karun peninggalan Maura karena saat telepon kan daddy mu bilang mau kasih GIFT dari mommy-mu."
"Opa dan oma juga enggak tahu kalau Ebby membuat semuanya mudah bagi Andre."
"Didalam amplop coklat itu ada 4 amplop putih."
"Daddy-mu bilang jangan sembarangan buka sebelum dia kasih tahu narasinya," kata Herman.
"Di dalam amplop coklat ada 4 amplop yang sudah saya tulis angkanya. Kita akan buka berdasarkan angka jangan buka sebelum saya baca narasinya kalau nggak ingin kalian pingsan."
"Begitu tadi daddymu bilang ke keluarga Samudra. Dari rumah dia bawa 4 amplop yaitu buat Irene, Jeffry, Arthur dan Lucas. Masing-masing mereka dapat satu amplop coklat."
"Rupanya mommy-mu itu memang lain ya pemikirannya dengan kita."
"Katanya kalau ngomong lisan pasti mereka ribut berantem dan bertengkar, jadi dia bawakan semua tertulis."
"Kamu tahu apa yang mommy dan daddy mu pertama kali buka di depan keluarga Samudra?"
"Amplop pertama yang diatur mommy Ebby adalah ketidak mampuan daddymu punya anak! Didalam sper-ma daddymu tidak ada benih sama sekali!"
"Daddy umumkan hal itu?" Aheng tak percaya Andre dan Ebby berani mengungkapkan kelemahan seorang lelaki dengan tanpa ragu.
"Iya, daddy dan mommymu kasih tahu itu. Karena mereka bilang pangkal persoalannya kan terbuka dari situ. daddy dan mommymu kan membuka jati dirimu dari kenyataan kalau daddymu nggak punya benih."
"Mau nggak mau mereka harus buka itu. Masa tiba-tiba mereka curiga bahwa kamu bukan anak daddymu kalau nggak ada pangkal penyebabnya?"
"Iya ya. Hebat ya daddy berani mengakui itu di depan orang banyak," puji Aheng.
"Ya itulah Andre, soal kayak gini dia nggak takut dan nggak ragu terbuka. Awalnya mereka memang bingung tapi Andre bilang itulah pangkal persoalan mengapa kami datang ke rumah keluarga Samudra buat antar Gift dari Maura."
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED