
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Ebby menyadari perbedaan sangat jauh antara Andre dan Hengky. Cara mereka menghadapi permasalahan berbeda jauh.
Tadi di toilet Stella menceritakan bagaimana gigihnya Dianne mendekati Andre dan menggunakan berbagai cara termasuk membuat Maura cemburu.
Dianne juga pernah menjebak Andre dengan obat tapi diselamatkan Steve setelah Stella bercerita pada kekasihnya ( ketika itu ).
Maka sekarang Ebby tak akan membiarkan Andre malah mendekati Dianne karena dia yang ingin mencari kebebasan bersama Stella.
Ebby sadar kesalahannya. Dia yang meminta ikut Andre, tapi dia pula yang ingin bebas tak bersama Andre, malah ingin tidur dengan Stella.
Selain ketiga orang itu, ada dua kompetitor Ebby. Dan yang satunya asli Indonesia. Dia tinggal di Semarang namanya Saimima atau yang biasa dipanggil Ima.
"Ndre, aku mau ke Jakarta, aku boleh tinggal di rumahmu selama aku disana?" Tanya Ima dengan manjanya.
"Semua itu hak penuh istriku, tanya dia aja," jawab Andre santai.
"Anda mau ke Jakarta? Berapa lama?" Ebby langsung menjawab manis. Lampu hijau! Ima sangat senang. Dia yakin bisa membuat Ebby salah paham dan minta cerai bila rencananya menjebak Andre di rumahnya sendiri berhasil.
"Aku prediksi kan urusanku selesai satu minggu. Maksimal dua minggu lah aku di Jakarta," jawab Ima yakin.
"Baik, datang saja. Beritahu jadwalnya jauh-jauh hari." Sampai sini Ebby tersenyum manis membuat Ima sangat senang. Ima berharap semua akan segera dia dapatkan.
"Saya akan sewakan anda suite room di hotel terbesar yang anda inginkan selama satu bulan free!" Jawab Ebby santai.
Andre dan Stella hanya tersenyum manis mendengar perkataan Ebby. Mereka menahan tawa agar tak keluar dari bibir mereka.
Ima tentu saja geram.
"Kamu pikir saya enggak mampu sewa hotel?" Balas Ima marah.
"Saya tak berpikir seperti itu. Hanya kasihan pada seorang perempuan yang ingin berupaya naik ranjang suami orang saja! Kalau di hotel kan anda bisa dapat pelanggan tiap malam!" Ebby langsung menembak Ima tepat pada sasaran.
Andre mengecup bibir Ebby didepan banyak orang. Dia tahu kalau dibiarkan mulut Ebby akan semakin pedas.
"*See*. Kamu enggak selevel istriku, perempuan cantik dan smart yang kamu bilang anak bawang." Kata Andre pada Ima.
Dianne dan Susan yang diceritakan oleh seorang teman yang bisa bahasa Indonesia mengerti mengapa Andre bisa bertekuk lutut pada anak kecil itu. Mereka tahu sejak dulu Andre hanya mau bergaul dengan orang pintar seperti Stella dan Steve.
\*\*\*
Setelah acara reuni selesai Andre mulai pembahasan dengan beberapa temannya yang ingin bekerja sama dengannya di Bali nanti.
Andre juga sangat hati-hati agar tak di jebak oleh teman-temannya. Dia tak mau dimanfaatkan oleh siapa pun. Seorang pengawalnya selalu menjaga dirinya dan seorang pengawal lain menjaga Ebby. Itu memang sudah Andre minta pada Gunawan.
Sebagai boss mafia Gunawan tak kerepotan soal pengawalan. Bahkan tanpa Andre tahu team yang bergerak tak hanya dua. Terlebih yang mengawasi Ebby.
Gunawan tak ingin Andre celaka atau di jebak karena itu akan melukai putri tunggalnya secara tidak langsung. Dan Gunawan juga pasti tak ingin Ebby terluka.
"Ada yang ingin bermain-main? Maaf anda saya coret dari team." Andre memanggil bartender yang sejak Andre datang sudah dibawah '*todongan pistol di dahinya*' karena dia diperlihatkan video orang tuanya duduk dengan seorang mafia yang akan langsung mendorongnya ke jurang belakang rumah mereka, bila bartender tak menjaga Andre.
"Sebutkan apa yang kamu akan kasih ke saya dan siapa yang memberi perintah," tanya Andre di depan enam orang rekannya.
"Saya diminta mr William menaruh bubuk narkoba ini agar anda tak sadar, juga anda akan ditangkap dengan tuduhan pengedar narkoba. Dan anda juga akan di jebak oleh miss Dianne." Jawab sang bartender.
Lima orang rekan Andre tak percaya mendengar keterangan bartender itu.
Saat itu masuk tiga orang berbadan tegap. Satu orang menyeret Dianne yang tangannya sudah di borgol dan dua lainnya bersiap menangkap William.
"Jangan mendekat kalau kalian tak ingin mati," teriak William sambil mengeluarkan senjata api miliknya.
Menghadapi hal seperti itu lima rekan Andre panik. Banyak tamu di cafe itu juga ikut panik.
Andre tetap tenang. Dia menggunakan tubuh Dianne sebagai tameng. Dua orang yang bertugas menangkap juga tak takut. Dengan gerak lebih cepat mereka menembakkan peluru ke punggung tangan William yang akhirnya tak sadar menembakan peluru dari senpinya ke arah atap.
Suara tembakan terdengar hanya satu kali dari senjata di tangan William sebelum senjata jatuh. Karena yang di tangan anggota mafia senpinya menggunakan peredam sehingga tak terdengar suara letusannya.
\*\*\*
"Aku peringatkan, kalau ingin bisnis, berlakulah jujur kalau tak ingin aku libas. Aku tak tahu William dendam apa padaku sehingga berkeinginan menjebakku sebagai bandar narkoba."
"Kalau masalah Dianne, aku tahu itu obsesinya sejak dulu."
"Dan sehabis ini kalian bisa lihat keluarga William akan menangis darah karena aku akan tenggelamkan!" Andre sudah ketularan Gunawan sang calon mertua.
"Aku tak punya masalah apa pun dengan William. Dia yang mendahului. Jadi jangan salahkan reaksiku!" ancam Andre.
Ebby yang baru datang kaget mendengar cerita banyak pengunjung cafe. Juga tentang William dan Dianne.
Ebby makin sadar, Andre tak boleh dia lepas sendirian.
\*\*\*
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA