ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
RAJA NYA SELINGKUH



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



"Kenapa Ma?" tanya Andre saat mereka akan check out dari hotel.



Meylan mengetuk kamar Andre yang sedang packing.



"Orang tua William minta bicara denganmu dan Ebby," Meylan memberitahu apa niatnya ke kamar anaknya itu.



"Ada perlu apa?" tanya Andre. Saat itu Ebby sedang ke kamar orang tuanya memberitahu akan menjamu teman-temannya selama tiga hari jadi tak bisa gabung. Anggap saja dia langsung pergi bulan madu sehingga tak bisa menemani sanak kerabat yang masih stay di rumah kedua orang tuanya.



"Aku belum bisa pastikan kapan bisa terima mereka Ma. Masih ada tamu dari luar negeri. Tiga hari kedepan mereka masih di apartemenku."



"Kamu nggak pulang ke rumahnya Gunawan?" tanya Meylan.



"Enggak Ma, Ebby enggak ingin bercampur dengan keluarga besarnya dan membuat aku merasa tersisih dari keluarga besarnya."



"Kalau sudah dengan keluarga besarnya mereka semua memakai bahasa leluhur. Dan Ebby juga tidak akan leluasa keluar masuk kamar. Kalau di apartemen kan kami kapan ke kamar enak, walau enggak ngapa-ngapain."



"Bersama teman-teman sendiri nggak akan merasa sungkan."



"Kamu enggak tinggal di rumah Mama?" 



Saat itu Herman datang, dia mencari Meylan.



"Aku dan Ebby belum memikirkan akan tinggal di mana Ma."



"Kami ingin hidup mandiri. Karena itu  nggak mungkin aku tinggal di rumah Mama."



"Biar Hengky aja disana, aku dan Hengky dua keluarga yang berbeda nanti akan terjadi persinggungan."



"Biar gimana pun aku nggak ingin itu terjadi terhadap anak, menantu dan istriku. Terlebih ada latar belakang hubungan Ebby dan Aheng."



"Kita tahu Aheng dan Ebby dua pribadi yang kuat, mereka tak akan mungkin selingkuh. Tapi Patty bisa salah tangkap. Terlebih bila ada kompornya."



"Betul," kata Herman.



"Biarkan mereka masing-masing membina rumah tangganya sendiri."



"Bahkan di istananya Gunawan pun aku nggak ingin kok," kata Andre.



"Mungkin sementara aku tetap akan di apartemen aja. Apartemen itu kosong daripada aku beli rumah lagi."



"Tapi bila Ebby minta beli rumah ya aku beli rumah."



"Tapi Mama kan tau sendiri Ebby bukan orang seperti itu."



"Soal William nanti aku bicarakan dengan Ebby kapan bisa ketemu orang tua William."



"Sebenarnya pasti Ebby malas karena itu bukan kesalahan Ebby."



"Kan William yang mulutnya terlalu pedas menyindir Ebby selingkuh dari Hengky. Itu perbuatan yang tidak bisa dimaafkan oleh Ebby."




"Itulah, aku heran mengapa dia masih seperti itu," kata Meylan.



"Bagaimana Ebby bisa cepat membawa istri sama anaknya itu?"



"Kalau istri yang ada anaknya itu memang sudah undangan kan Ma? Aku nggak tahu dia dari mana. Tapi dia punya barcode undangan sendiri."



"Oh gitu."



"Iya enggak mungkin lah Ma secepat itu. Enggak mungkin dia bisa masuk kalau nggak pakai undangan. Enggak mungkin itu memang sudah disetting dari awal."



"Ebby kan enggak kenal William. Dia enggak pernah punya masalah dengan William, jadi ya enggak punya data William sebelum dia tanya namanya ke Hengky."



"Buktinya perempuan kedua dan seterusnya itu kan nggak bisa masuk dan mereka enggak datang instant."



"Jadi dia memang ada undangan entah dari mana. Dan kebetulan ketemu dengan William saat depan kami. Ebby juga nggak tahu istri yang punya anak itu.  Ebby tahunya yang hamil dan yang lainnya."



"Itulah kelancangan William. Mulutnya kotor begitu nggak mikir dirinya sendiri lebih kotor. Ngatain Ebby selingkuh padahal dia rajanya selingkuh."



"Yang mana istri William yang sah?" Meylan bingung.



"Semuanya istrinya kan?" kata Herman.



"Saat menikah semua tahunya William nggak punya istri."



"Kecuali pada istri kedua, karena istri kedua sudah tahu sejak awal. Istri keduanya itu adalah mantan sekretarisnya William, makanya dia tahu William sudah punya istri sebelum dirinya."



"Mereka menikah sudah 4 tahun loh.  Anaknya aja udah berumur 2 tahun," kata Herman.



"Ayok ah sudah. Habis ini Mama check out ya."



"Hati-hati Ma, dan jaga Patty"  kata Andre.



"Jangan sampai dia kelelahan atau jangan sampai dia tertekan emosinya. Dia sedang hamil keturunan kita,"  kata Andre.



"Pasti Mama akan jaga."



"Ya paling tidak sikap Mama jangan ketus lah."



"Mana pernah Mama ketus," protes Meylan.



"Ha ha haa Mama jangan banding-bandingkan antara Patty dengan Ebby, karakter mereka beda. Ebby bisa cepat akrab dan dia punya selera humor tinggi.  sedang Patty kayaknya ragu-ragu dan cenderung tertutup. Jadi biarkan dia dengan pola sikapnya sendiri."



"Jangan Mama paksakan dia berubah," kata Andre.



"Mama ngerti," jawab Meylan.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama CHACHA SHYLA


dengan judul novel KETIKA ADAM TANPA HAWWA yok