
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Andre sudah dijemput oleh sopirnya. Sejak di Berlin dia kirim pesan pada sopirnya.
Turun dari pesawat Andre mendorong kursi roda Ebby. Di terminal kedatangan dia meminta driver untuk membawa kopernya ke mobil dan dia masih mendorong Ebby ke mobilnya Gunawan.
"Kamu langsung pulang ke rumah nDre? Enggak mampir ke rumah kita?" Sekar mengajak Andre ke rumahnya.
"Iya Ko, Ce, saya langsung pulang saja. Sudah dijemput sama sopir kok," kata Andre.
"Oh ya hati-hati Andre. Terima kasih bantuannya selama ini," ujar Gunawan.
"Sama-sama Ko." Andre membantu Ebby yang hendak turun dari kursi roda.
"Jangan lupa misi kita besok dimulai," ungkap Gunawan mengingatkan Andre tentang sebuah rencana.
"Iya Ko siap. Besok kabarin aja. Saya besok mulai aktif di kantor. Nanti bila diberitahu saya akan langsung meluncur," jawab Andre memastikan dia siap.
"Oke," kata Gunawan.
"Ada apa sih Pa?" Tanya Ebby penasaran.
"Enggak ada apa-apa ini urusan bisnis Papa," jawab Gunawan.
"Kok mencurigakan sih?" Desak Ebby.
"Enggak ini bisnis Papa, *pure* Papa baru mau bikin sama Andre kok," Gunawan menepis rasa curiga putri tunggalnya.
"Saya juga nanti mau bikin dengan Ebby Ko, proyek yang kemarin gagal."
"Saya akan ambil alih program yang dengan dan Rudolf. Saya modif dengan kondisi Indonesia."
"Kita buat di Indonesia aja," Andre memaparkan rencananya pada Gunawan.
"Setuju tuh," kata Sekar.
"Di Bunaken bagus lho nDre," ujar Sekar. Dia memang lebih bernas dari Gunawan kalau bicara teori bisnis. Kalau buat eksekusi baru lebih hebat Gunawan.
"Iya nDre, kemarin kami ke Bunaken buat cek kemungkinan bikin disana," kata Gunawan dan Sekar.
"Oke besok saya coba ke sana survei," jawab Andre.
"Ya enggak bisa lah kamu masih sakit. Mungkin aku dengan Patricia," jelas Andre. Tentu saja itu membuat Ebby cemberut.
Satu karena enggak boleh ikut. Kedua karena Ebby pergi berdua dengan Patricia.
"Patricia sangat menguasai masalah lahan," jelas Andre.
"Nanti Hengky dan Patricia bisa gantiin Dave dan Rudolf," kata Andre selanjutnya.
"Oh ya sudah lakukan aja," jawab Gunawan.
'*Ih, papa langsung kasih lampu hijau aja padahal biasanya susah banget kasih izin buat rekanan baru*,' kata Ebby dalam hatinya. Dia masih kesal karena rencana Andre berangkat ke Bunaken bersama Patricia.
"Oke Cece Koko. Selamat siang. Sampai jumpa besok," kata Andre sambil menyalami keduanya.
Selanjutnya Andre pun menghampiri Ebby dan memberi salam pada gadis itu.
"Saya pulang dulu. Istirahat yang baik agar cepat pulih dan bisa beraktivitas dengan normal kembali," nasihat Andre.
"Iya Koko," jawab Ebby. Andre terbelalak, dia menatap wajah Ebby tak percaya. Dan gadis itu tersenyum manis.
Andre pun tanpa sadar mengacak puncak kepala Ebby sebelum berlalu ke mobilnya.
\*\*\*
"Mama dan papa sehat kan?" Andre bertanya pada sopirnya.
"Alhamdulillah tuan sehat. Nyonya masih rutin kontrol dan berkat obat yang dari Mr Gunawan, kesehatan nyonya cepat pulih."
"Dokter kagum karena di usia tua koq progress recoverynya cepat, begitu yang saya dengan Tuan," sopir Andre memang muslim mengucap syukur dengan kata Alhamdulillah.
"Syukurlah. Apa kamu sudah lakukan yang saya perintahkan?"
"Sudah Tuan. Saya lihat perkembangannya bagus. Semakin hari terlihat semakin akrab dan menepis jarak yang selama ini sangat jauh."
"Good job."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED ya.
