ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
BAOZI, ZONGZI DAN FUYUNGHAI



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Hallo By," sapa Meylan sambil menerima cium pipi dari Ebby.



"Hallo Ma. Sarapan apa kita pagi ini?" tanya Ebby dengan percaya diri.



"Memang ada yang mau ngajak kamu sarapan?" goda Hengky.



"Ih anak kurang ajar berani ya kamu sama aku," semua tertawa karena sekarang mereka bukan kekasih lagi tapi calon ibu dan anak sambung.



"Masak apa Ma?"



"Mama minta bikin Baozi, Zongzi dan Fuyonghai aja." Jawab Meylan.



Orang China menyantap baozi atau bakpao kapan saja, tapi paling populer saat sarapan. Baozi bisa diisi babi cincang, sayuran, atau pasta kacang. 



Pagi ini Meylan membuat baozi dengan size kecil sehingga mereka memegang dengan sumpit. Dan satu buah baozi langsung satu suap. Isi baozi kali ini kesukaan seluruh keluarga yaitu pork.



Zongzi atau yang lebih dikenal dengan bak cang dan akhirnya biasa disebut bacang, makanan China dari bahan dasar beras gurih yang dibungkus daun bambu, khas dengan bentuk segi tiga. Dan tentu saja zongzi buat sarapan kali ini isi pork.



Dan anehnya di keluarga Herman biasa zongzi dimakan dengan fuyunghai.



"Wah mantap tuh. Ayo Ma, aku udah lapar banget," ajak Ebby kolokan.



"Kamu tuh nggak ada malu-malunya ya." 



"Enggak usah gitu deh.  Dulu aku kan jaim sama oma, sekarang kan aku sama mama. Ya beda dong," jawab Ebby tanpa merasa sungkan.



Andre hanya nyengir aja karena memang dulu Ebby tak seperti ini. Ebby seperti menjaga sopan santun kalau berhadapan dengan Meylan.


\*\*\*



"Kamu ganti di kamarku ya." Andre memberitahu Ebby.



"Kenapa?" tanya Ebby tak mengerti. Bahkan dulu dia sudah tunangan dengan Hengky dia belum pernah tahu kamar Hengky.



"Tadi koper dan baju aku suruh masukin di kamarku," jawab Andre.



"Kenapa bajuku masuk kamarmu? Enggak di kamar tamu aja?"



"Enggak lah. Bajumu dan orangnya ya masuk kamarku."



"Pasti banyak ya perempuan yang pernah masuk kamarmu," pancing Ebby. Entah mengapa pada Andre Ebby sangat cemburuan! Dulu ke Hengky tak pernah seperti ini.



"Enggak usah suka mikir gitu nggak akan pernah ada orang lain kamu tahu itu. Kamu yang pertama dan terakhir walau dulu pernah ada Maura tapi kamu tahu apa yang aku rasakan pada Maura."



"Jangan pernah ungkit soal perempuan lain tidak akan pernah ada. Dan aku pun tak pernah ungkit siapa saja calonmu koq. Asal sudah tau ya sudah. Jangan dibuat ganjal hati. Nanti kita malah tak pernah lepas dari rasa benci,"  kata Andre sambil mengecupi leher Ebby.



"Ih nanti ada yang lihat," protes Ebby.



"Ya nggak apa-apa lihat, aku kan sama calon istri sendiri."



"Ya tapi nggak pantas lah aku kan enggak enak sama mama."



"Ya udah sih ayo cepetan kita lihat pakaian yang kamu siapin."



"Tunggu MUA aja."



"MUA biar dandanin mama dulu. Baru kamu," Andre memberi usulan.



"Enggak ah aku duluan aku yang lama kalau mama pasti sebentar." Bantah Ebby.



"Ya tapi ayo ke kamar sebentar," ajak Andre.



"Jangan macam-macam ya," ancam Ebby.



"Enggak *Babe*,  satu macam aja." Rengek Andre



"Kooo, please," Ebby juga balas merengek.



"Iya serius aku satu macam aja. Nggak bermacam-macam kok," jawab Andre sambil menggeret Ebby menuju kamarnya.




"Iya *Babe*. Tenang aja aku cuma mau cium kamu doang. Satu macam nggak lebih. Nanti lebihnya puas puasin di Aussie."



"Tau tau ah," Ebby keqi mendengar candaan Andre.


\*\*\*



"Cukup ah. Cukup," Ebby langsung mendorong tubuh Andre yang tak pernah puas mencumbunya.



"Adik kecilku bangun *Babe*," bisik Andre.



"Ih… Makanya jangan suka mancing-mancing, kalau udah bangun gitu bingung sendiri,"  jawab Ebby.



"Ya disuruh tidurlah" 



"Enggak mau, kamu yang bikin bangun ya kamu yang bikin tidur sendiri," jawab Ebby.



"Please dong *Babe*."



"Enggak aku nggak mau," tolak Ebby lalu dia mengambil kopernya. Ebby mulai mengeluarkan alat make upnya.



"Baju Koko udah siap, pakai celana hitam ya Ko."



Andre melihat bajunya dan baju Ebby sama warna dan bordirannya.  Seragam dengan milik kedua orang tuanya , hanya warna milik dirinya dan Ebby lebih muda  dari yang tadi dia lihat di kamar mamanya.



Andre melihat semua yang disiapkan Ebby memang berbeda.  Padahal waktu lamarannya Hengky ke Ebby, Meylan dan Herman nggak pakai seragam. Begitu pun dirinya. Kali ini memang Ebby membuat beda.


\*\*\*



"Iya sebentar," jawab Andre karena ada yang ketuk pintu kamarnya. Ebby langsung membuka pintu.



"Kenapa?"



"Itu MUA-nya sudah datang," seorang pembantu yang mengetuk pintu memberitahu kalau perias sudah datang.



"Sebentar lagi aku keluar. Ini lagi siapin bajunya," kata Ebby.



"Ko bawain ini dong," pinta Ebby.



"Bawa apa?"



"Ini lho alat make up-ku,"



"Bukannya MUA bawa alat make up?" jawab Andre.



"Iya tapi aku takut alergi dengan alat make up mereka jadi aku bawa milikku sendiri."



" Oh gitu sebentar. Ini nanti aku pakai celana yang mana?"



"Kamu pakai celana hitam aja, nggak apa apa. Ada kan?"



"Kalau hitam, banyak celana hitam." 



"Ya udah aku memang kemarin nggak beli kan celananya karena nggak tahu ukurannya. Terus juga aku yakin kamu udah punya banyak," kata Ebby. 



"Ukurannya kamu tahu banget kan Babe?"



"Kokoooo," protes Ebby dengan menjerit.



"Kamu nggak usah jerit bikin semua orang denger," tegur Andre.  



"Lagian sih, Koko selalu kayak gitu," Ebby jadi gak enak bila ada yang dengar. 



"Loh kenyataan kan kamu udah hafal ukuranku luar dalam."



"Nggak tahu ah" Ebby merajuk dan membawa alat make up nya sendiri keluar.



"Katanya tadi aku disuruh bawain alat make up?"  



"Nggak perlu," Ebby lalu dia turun menemui MUA.


\*\*\*


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND