ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
PUTRI MAHKOTA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Ayo aku tunggu kamu satu jam lagi di bandara," kata Gunawan.



"Enggak perlu bawa baju banyak satu atau  dua pasang aja cukup."



"Gampang kalau soal baju,  aku bisa beli Ko. Yang penting aku ambil paspor  juga beberapa barang yang tak mungkin aku lupa misal charger dan power bank,"



"Oh ya, aku titip bawakan charger yang cocok dengan ponsel milikku," pinta Sekar.



"Kita juga akan pulang Ma.  Kita bisa ambil sendiri." 



"Oh ya udah, enggak jadi nDre. Aku kira kita langsung ke bandara." Sekar jadi tak konsen karena memikirkan Ebby.



"Enggak lah. Kita kan harus ambil paspor kita."



"Sampai bertemu di bandara," ucap Andre saat mereka berpisah di parkiran.



Andre tiba di rumah untuk  mengambil paspor dan beberapa pakaian yang dia masukkan keranselnya aja.



Andre segera minta diantar sopir ke bandara.


\*\*\*



"Bener tadi Ebby kembali ke rumah?" tanya Sekar.



"Benar Nyonya," jawab pembantu di rumah Ebby.



"Tapi nggak lama,  dia ditunggu temannya naik motor."



"Teman?"



"Entahlah teman atau ojek online,  tapi nggak pakai jacket ojek online. Temannya itu menunggu di luar. Enggak lama Nona Ebby langsung pergi membawa tas pakaian kecil, bukan koper. Yang pasti dia bawa tas laptopnya."



"Tas laptop?" kata Gunawan bingung. Gunawan  tahu Ebby nggak pernah membawa laptop bekerja. laptopnya ada di kamar atau di kantornya.



Gunawan langsung berlari ke kamar Ebby. Disana Gunawan melihat laptopnya Ebby masih ada.



"Berarti Ebby  punya laptop lain selain yang ini dan di ruang kerja kantornya Ma."




"Kok anak-anak nggak ada yang lapor ke Papa, Ma?"



"Mama yakin Ebby sepertinya punya tim sendiri. Terlebih sekarang ada Andre di team Papa."



"Ebby juga menyusun kerajaan sendiri diluar kalian berdua," kata Sekar.



"Rupanya Putri mahkotaku bangkit sendiri tak mau aku bimbing."



"Justru orang yang seperti itu, yang terjun karena kemauannya sendiri lebih bahaya dari orang yang kita didik, karena orang yang kita didik belum tentu terjun dengan hati, melainkan karena terpaksa."



"Ebby terjun karena kemauannya, Mama yakin masalah Carol itu kerjaan dia." 



"Benar Ma, Papa juga mengira begitu. Bagaimana Carol bisa sampai terjerumus seperti itu. Papa tanya anak buah Papa, itu di luar jalur yang Papa suruh. Mereka bilang melakukan sesuai dengan tugas yang dari kita."



"Berarti ada faktor X yang mengerjai Carol. Papa  yakin seperti itu."


\*\*\*



Akhirnya Andre bertemu Gunawan dan Sekar di bandara. Sekar hanya membawa satu koper kecil untuk mereka berdua.



"Bisa jelaskan bagaimana Ebby bisa terbang sedang dompet berisi KTP ada di dompet yang berada di tanganku."



Andre tahu keluar negeri pasti butuh KTP diluar paspor.



"Ha ha ha. Kalau soal duplikasi KTP dan paspor atau apa pun rasanya banyak yang bisa melakukan persis seperti yang asli karena dibuat ditempat bikin kartu identitas asli itu." Jawab Gunawan santai.



"Oh iya ya," Andre baru sadar kalau soal kartu identitas tak jadi masalah buat oknum sekelas Gunawan.



"Tapi, darimana Koko dan Cece yakin kalau Ebby ada di Singapore?"



"Di Singapore ada nǎinai yang sangat dia cintai. Ibu saya pindah dari Indonesia dan menetap di Singapore sejak Ebby SMP. Kalau dia suntuk Ebby akan langsung lari ke pelukan Nainai-nya."



"Ebby makin dekat dengan Nainai-nya ketika wài pó nya meninggal," jelas Gunawan. 



Mereka masih asli menjunjung tinggi bahasa leluhur jadi masih menggunakan anggilan Nainai untuk nenek dari ayah dan wai po untuk panggilan nenek dari ibu.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY!