
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Tidak terasa satu minggu sudah berlalu Gunawan dan Sekar besok harus kembali ke Indonesia.
"Kamu kapan pulang?" tanya Sekar pelan. Dia takut menyinggung putri tunggalnya.
"Sekarangkan sudah enam bulan loh. Sudah setengah tahun kamu gagal menikah dengan Hengky. Kamu harus bisa berubah walau itu sulit," Sekar memasang memilih waktu akan pulang untuk membicarakan hal ini.
Kalau dia bicarakan saat baru datang, Sekar takut Ebby marah lalu satu minggu dia di Paris jadi tak enak suasananya.
"Aku bulan depan atau bulan berikutnya pulang Ma. Aku siap kok," kata Ebby.
"Ya betul kamu harus siap. Kamu tidak salah. Kamu tidak bikin malu kenapa jadi nggak siap?" Gunawan mendukung Ebby.
"Ya aku juga akan memastikan bertemu dengan Hengky. Aku akan beri kesempatan dia untuk minta maaf. Sudah berkali-kali dia bilang ingin bertemu satu kali aja untuk minta maaf sudah itu selesai. Hengky sudah menyadari dia tidak berjodoh denganku," kata Ebby.
"Kalian sebenarnya tidak ada masalah. Peristiwa itu bukan kehendak Hengky juga. Tapi apa mau dikata?" Sekar juga menyayangkan batalnya perjodohan Hengky dan Ebby. Tapi mau bagaimana lagi?
"Iya mau apa. Aku memang tak ada masalah dengan Hengky. Itu juga kejadiannya bukan kemauan Hengky. Jauh di lubuk hati kami masih saling mencinta."
"Tapi jujur aku tak bisa menikah dengannya. Aku tak bisa membayangkan bila harus berhubungan dengan lelaki yang pernah aku lihat making love dengan perempuan yang bukan pasangan dalam Tuhan."
"Mungkin aku bisa berhubungan dengan lelaki yang sudah pernah menikah tapi kan dia tidak berzina Pa, Ma," kata Ebby.
"Mama tidak peduli kamu akan menikah dengan seorang duda sekali pun. Yang penting kamu bukan pelakor. Yang penting kamu bukan orang ketiga di pernikahan seseorang. Bila Tuhan kasih jodoh kamu seorang duda dengan banyak anak mau bilang apa?"
"Ini sudah garis Tuhan. Jangan sombong bilang kita tidak mau berjodoh dengan duda atau janda. Karena garis Tuhan itu tak ada yang bisa tolak," Gunawan menegaskan prinsipnya.
Buat mereka ketentuan dari Tuhan adalah segalanya.
"Iya Pa, Ebby ngerti," jawab Ebby. Sejak kecil memang ajaran agama telah tertanam kuat dalam jiwanya.
"Lalu bagaimana dengan lelaki yang bilang cinta sama kamu?" kata Gunawan penasaran. Sejak awal memang Gunawan tak pernah membolehkan Ebby menerima cinta seorang lelaki sembarangan tanpa diselidiki dulu.
Ebby pewaris tunggal dirinya. Sejak SMP semua teman dekat baik perempuan atau laki-laki harus dia teliti.
Gunawan tak ingin seseorang mendekati Ebby hanya mau cari keuntungan saja.
"Langsung mati keselek dia Pa," sahut Ebby.
"Kenapa," sekarang Sekar yang bingung.
"Dia dengar sendiri Mama dan Papa saat kasih tahu bahwa dia punya tunangan dan akan segera menikah."
"Loh dengar dari mana?" Sekar makin bingung.
"Dia itu driver taksi waktu Mama dan Papa datang. Dia mahasiswa S2 tugas belajar. Tapi di sini dia nggak mau diem. Dia tetap cari uang." Cerita Ebby.
"Jadi dia driver itu?" Tanya Gunawan.
"Iya Pa. Aku sengaja minta pakai mobil dia biar aku kenalkan ke Mama dan Papa sambil aku tanya hasil investigasi Papa. Aku pikir tadinya mau bicara di apartemen tapi Papa sudah buka di taksi ya sudah," jelas Ebby.
"Ya ampun kalau kamu nggak tanya terus kamu mau sama dia, kamu disebut pelakor seumur hidup!" Sesal Sekar.
"Iya Ma, Pa. Dia menghiba - hiba minta cintaku. Terus aja dia ngejar. Dia bilang hanya pernah jatuh cinta padaku bla bla bla gitu lah Ma. Aku nggak nyangka dia sudah tunangan sebelum berangkat dan akan menikah pas pulang."
"Bagaimana bila dia pulang denganku? Bagaimana bila dia pulang bawa calon istri ya kan Ma?"
"Nah itulah mengapa kamu harus waspada!"
"Aku tidak mau seperti Carol yang jelas-jelas orang punya pasangan aja dia."
"Aku yang belum tahu ada pasangan aja nggak mau kok kalau jadi orang ketiga!"
"Selalu bimbing agar Ebby enggak salah langkah Ma, Pa," pinta Ebby.
"Mama dan Papa akan selalu bimbing asal Ebby nurut," Sekar bahagia dia berhasil membimbing putrinya dalam jalur yang benar.
"Pasti lah Ma. Hanya nasihat Mama dan Papa yang Ebby dengar."
"Baguslah jadi besok Papa dan Mama pulang tidak pakai taksi yang kemarin?" Tanya Gunawan.
"Enggak lah Pa Ma kita naik taksi biasa aja. Waktu itu aku minta dia kan karena mau kasih data dia bahwa kita udah tahu siapa dia sebenarnya," jawab Ebby.
"Iya siapa pun yang kenal kamu di sini baik orang Indonesia atau bukan kamu selidiki dulu asal usulnya. Jangan kamu terima cinta seseorang bila tak tahu latar belakangnya."
"Pasti Ma. Pasti!"
"Padahal etos kerjanya bagus. Sayang dia berperilaku buruk dengan selingkuh. Bisa jadi berikutnya dia cari perempuan lain untuk selingkuhan berikutnya!" Gunawan menilai Albeyn bagus semangat kerjanya.
"Namanya selingkuh, nanti pasti bisa berulang," sahut Sekar.
\*\*\*
Ebby baru keluar dari terminal keberangkatan bandara. Orang tuanya sudah check in jadi dia akan cari taksi untuk kembali ke kantornya. Tapi bila malas ya dia akan kembali ke apartemennya saja.
"Ebby!" Sapa seseorang memanggil Ebby.
"Eh Om," Ebby kaget melihat Andre berada di bandara Bandara Charles de Gaulle juga. Sekarang Ebby berubah panggilan jadi OM.
"Sedang apa By?" tanya Andre pura-pura tidak tahu kalau orang tua Ebby datang ke Paris.
"Antar mama dan papa pulang Om," jawab Ebby.
"Lho, orang tuamu kesini? Sayang Om enggak ketemu," Andre ngalah lah menyebut dirinya Om. Daripada dipanggil pak.
"Mereka satu minggu disini Om," Ebby memberitahu kalau orang tuanya cukup lama menemaninya.
"Om sendiri ngapain?" Tanya Ebby.
"Antar teman mau pulang ke Singapore," Andre
"Kamu bawa mobil? Kalau habis antar orang tua mu, enggak mungkin kan pakai mobil sportmu itu," Andre bertanya menjebak.
"Bareng Om aja. Om bawa mobil koq." Ajak Andre.
"Iya Om tadi kami naik taksi kata Ebby.
"Ya udah bareng om aja," ajak Andre lagi.
"Enggak ngerepotin Om ?" tanya Ebby ragu.
"Enggak lah. Kayak ama siapa aja," balas Andre.
"Om kapan pulang ke Indo?" Tanya Ebby saat mereka sudah keluar dari bandara.
"Mungkin bulan depan pekerjaan disini sudah bisa ditinggal," Andre menyalakan musik slow pelan.
"Wah bisa bareng tuh," tanpa sadar Ebby mengatakan ada jadwal kembali ke Indonesia.
"Kamu mau pulang ke Indonesia?" Andre akan memberitahu Hengky bila memang Ebby benar pulang ke Indonesia.
"Ya Om saya liburan mau pulang ke Indonesia sebentar. Sekalian ketemu Hengky," jawab Ebby.
"Ada apa bertemu dengan Hengky? Kalian mau balikan?" Andre tentu senang bila anaknya bahagia.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.