
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Wah saya bingung ini harus ambil yang mana?" Ebby menimbang dua pilihan yang dibuat oleh Hengky dan Patty.
"Enggak ada keharusan kan By?" kata Hengky.
"Maksud aku, aku harus ambil yang mana dari dua pilihan yang kalian buat. Tanpa keharusan, aku pasti ambil ini karena memang ini program yang aku rencanakan waktu kami di Berlin. Cuma kan maksud aku pilihannya tuh lebih menguntungkan yang mana kalau buat aku."
"Kalau menurut saya, mending ambil yang ini," Patty menunjuk program yang di tanah keras tapi view kurang bagus.
"Untuk pilihan ini viewnya memang agak kurang cuma lebih lebih aman daripada yang di tanah landai tapi pondasinya berat meski view bagus." Dengan mahir Patty menjelaskan apa yang dia kuasai.
"Oh gitu ya?" Ebby memperhatikan apa yang disarankan Patty.
"Itu menurut pengalaman saya. Memang viewnya agak sulit karena dia kan ada kemiringan, daripada yang dilaharn datar."
"Lebih amannya yang ini."
"Kalau gitu saya pilih ini aja," tanpa berpikir panjang Ebby langsung setuju usulan Patty.
"Kami memberi compare, siapa tahu orang suka seperti itu. Kalau kami sebagai pelaksana ya terserah pemilik proyek saja. Yang penting kami jujur dalam berbisnis," Hengky menjelaskan mengapa dia membuat dua perhitungan.
"Bener. Kunci kesuksesan dalam bisnis adalah TRUST atau kepercayaan. Kalau enggak jujur ya kita akan terlibas karena tak akan ada yang mau bekerja sama dengan kita." Hengky baru tahu sepak terjang Ebby sangat cermat, lugas dan tidak bertele-tele. Kalau proyek ini jadi, ini merupakan kerja sama pertamanya dengan Ebby padahal mereka berhubungan sangat lama sebagai kekasih bahkan hingga tunangan.
"Jelas ya, pilihan saya itu. Nanti MOU akan saya kirim draft nya. Kenapa kita percepat karena kemungkinan saya akan kembali ke Paris dulu," Ebby memberitahu pahitnya dulu kalau sehabis ini mereka akan bicara jarak jauh.
"Jadi mungkin kita membahasnya jarak jauh."
"Kemarin kami bahas bahwa Pak Andre harus ke Australia dan saya ke Paris sehingga itu membuat kita harus cepat bicara," kata Ebby.
'*Andre belum kasih tahu nih hubungan kami pada mereka*,' pikir Ebby.
"Oh ya lamaran gimana?" tanya Ebby pada Patricia.
"Ya tinggal nunggu besok hari Sabtu sih. Semua sudah fix enggak akan diubah," ucap Patty.
"Kamu janji datang lho By," Hengky mengingatkan janji Ebby pada dirinya.
"Aku akan datang kok. Aku sama mama malah udah belanja baju buat kami pakai koq." Ebby menyebut mama tapi tak ada yang menyadari kecuali Andre yang sejak awal pertemuan tak bicara apa pun selain memandang bibir Ebby saja.
Mungkin orang mengira kata mama Ebby tujukan buat Sekar, padahal mama yang Ebby maksud tadi adalah Meylani.
"Oh iya kemarin kamu yang belanja kok. Aku lupa. Terima kasih bangeeeet lho By," Hengky kembali mengucap terima kasih pada ketulusan Ebby.
"Aku pasti datang ya kan Ko? Koko enggak cerita?"
"Belum," jawab Andre tenang.
'*Koko*?' Hengky dan Patty berpandangan dan mereka seperti bingung mendengar Ebby menyebut Andre dengan panggilan KOKO.
'*Dulu saat dengan aku, bahkan Ebby tak memanggilku koko*,' batin Hengky kaget.
"Aku akan datang mendampingi ko Andre, aku calon istri daddy-mu," kata Ebby tenang dan penuh percaya diri.
"Wow keren. Serius?" Tanya Hengky. Bagaimana mungkin daddynya bisa tertarik pada seorang perempuan setelah lama *hiatus*?
"Serius lah. Makanya kamu enggak perlu cemburu sama aku Patt, aku sudah nggak ada hubungan apa pun dengan Hengky."
"Nggak kok, sejak awal juga waktu Hengky bilang kalian sudah break kita nggak pernah cemburu. Malah Aku kagum kamu tetap bisa membantu Hengky dalam hal apa pun." Patty jujur pada Ebby.
"Karena itulah jalan Tuhan. Jangan kalian pikir hubungan kami sejak aku masih dengan Hengky. Tidak juga. Aku baru '*kenal*' ko Andre saat bertemu di Paris." Ebby menjelaskan hubungannya dengan Andre masih baru.
"Aku dan Hengky sudah menutup lembaran lama. Kami tak ada lagi kenangan, entah itu kenangan buruk mau pun kenangan manis."
"Tapi kalau kenangan dengan Carol aku nggak akan pernah lupa seumur hidup aku. Gagalnya pernikahanku dengan Hengky tidak aku sesalkan karena kita kembali ke garis Tuhan."
"Aku menyesalkan cara Carol menikamku!" Ucap Ebby penuh emosi.
"Aku kasih saran buatmu Patty. Aku bicarakan ini di depan tidak dibelakangmu karena aku bukan sirik."
"Coba dekati mama dengan sabar dan lembut. Cuma ya gitu, kalau belum kenal mama sepertinya memang ketus. Tapi aku yakin dia akan baik dan menerima kita bila kita tukus padanya."
"Cie manggilnya mama nih ya," goda Hengky.
"Masa masih panggil Oma? Emangnya aku masih sama kamu," Ebby membalas godaan Hengky dengan santai.
"Ya udah, pokoknya masalah kerjaan sudah selesai kan? Kalian pulang sana!" Andre yang sejak tadi hanya diam aja tiba-tiba bicara.
"Ih jadi kok ngusir sih? mentang-mentang lagi di depan calon istrinya ya?" Hengky menggoda Andre.
"Ya gitu deh," balas Andre tanpa merasa bersalah.
"Oke deh Mama kita pulang deh karena sudah diusir Daddy," kata Hengky.
"Awas kamu godain aku ya," Ebby memerah wajahnya dipanggil mama oelh Hengky.
"Iya dong kan harus panggil Mama, masa kita panggil nama atau Cece?" Patty pun ikut menimpali kalimat calon suaminya.
"Iih, kamu juga ikutan goda aku."
"Bukan goda, itu harus mulai dibiasakan," ujar Patty.
"Apa mau dipanggil MAHMUD?" kata Patty.
"Eh enak aja, nggak boleh sembarangan. Yang cocok ya MOMMY lah pasangannya DADDY. Masa Mama. Ya enggak klop," pemilik pasangan protes calon istrinya dipanggil mama muda.
"Oke, Aku pulang dulu ya Mom," kata Patty.
"Oke sampai ketemu hari Sabtu," Ebby memeluk Patty dengan akrab.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR