ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
TAK BOLEH ADA DUA KAPTEN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Miss you so much Dave,"  kata Ebby.



"Ya aku juga sangat merindukanmu," jawab Dave, mereka berpelukan erat dan saling cium pipi tanpa ada rasa cemburu dari Andre.  Karena Andre tahu bagaimana hubungan baik mereka.



"Hai Rud, Apa kabar?" Dave lanjut menyapa Rudi.



"Hallo Dave, sudah sehat?" Rudi memeluk rekan bisnisnya itu.



"Sudahlah aku sudah sehat. Aku akan sehat bila kembali bertemu dengan kalian," lanjut Dave.



Mereka pun lalu masuk ke cafe.



"Ternyata Ebby benar-benar sibuk. Sejak pagi aku lihat dia dan Stella bertemu dengan beberapa temannya."



"Dan sekarang mereka bertemu dengan Dave juga Andre, berarti dia tidak bohong dia memang tidak bisa bertemu denganku karena sudah punya banyak janji dengan yang lainnya," kata Hendrik.



Rupanya sejak dia menghubungi Ebby tadi pagi,  dia langsung meluncur ke apartemen gadis itu dan dari jauh dia melihat Ebby serta Stella pergi.



Hendrik datang saat Ebby dan Stella bersiap berangkat jadi dia tidak melihat kepergian Rudi mau pun Andre.



"Benar-benar Ebby bukan pembohong. Aku harus bisa mendapatkannya karena dia wanita berkelas."



"Orang tuanya juga sangat berpengaruh terhadap dunia bisnis."



"Bisnisku tambah hancur. Bila aku bisa mendekati Ebby tentu bisnisku bisa bangkit kembali," ucap Hendrik dengan percaya diri.


\*\*\*



Satu minggu Andre dan Dave menggodok rencana mereka. Setiap hari mereka bertemu dan diskusi dengan cermat. Kadang juga langsung berhubungan dengan Gunawan.



"Aku rasa cukup ya," Andre akhirnya merasa semua siap dia tinggal



"Iya nggak apa apa aku ditinggal bisa kok."



"Memang waktuku sebenarnya dua minggu di sini tapi kalau satu minggu ini sudah selesai aku bisa kembali karena anakku akan menikah dua minggu lagi."



"Anakmu akan menikah? Berapa usia anakmu? Bagaimana mungkin kamu sudah punya anak siap menikah?" Dave tak percaya



"Ya dua minggu lagi anak aku akan menikah aku dan Ebby harus kembali. Aku dan anakku hanya berjarak 19 tahun. Dia lahir diusia ku ke 19."



"Oh begitu. Okelah aku akan datang nanti di pernikahanmu."



"Aku tunggu karena aku sudah siapkan tiket buat kalian bertiga."



"Jadi lusa aku bisa pulang ya." Ucap Andre memastikan



"Ya aku siap kau tinggal," kata Dave.


\*\*\*



"Kamu gimana? Masih banyak kerjaan nggak?" Tanya Dave.



"Kenapa?" Ebby sudah ngantuk, tapi dia berupaya menjawab.



"Aku sudah selesai dan lusa kita bisa pulang."



"Kenapa nggak besok?" tanya Ebby. Padahal dia malah yang belum siap.




"Aku butuh dua hari lagi Ko. Sehabis itu baru bisa pulang," ucap Ebby.



"Kenapa?"



"Besok aku transaksi."



"Transaksi apa maksudmu?"



"Apartemen ini besok aku jual, aku juga menjual ruang kantorku disini dan mobilku."



"Apa maksudmu?" Tanya Andre bingung.



"Aku menutup kantor cabang ku disini. Aku tak ingin semua asetku disini lagi."



"Kamu tuh apa nggak cinta sama aku ya? Kamu bikin keputusan tanpa diskusi dengan aku. Kamu enggak anggap aku sebagai suamimu?" Andre menyesalkan keputusan yang Ebby ambil tanpa minta pendapatnya.



"Koko juga nutup usaha sini kan nggak cerita sama aku." kata Ebby tak mau melayani protesnya Andre.



"Aku nutup usahaku di sini sebelum kita jadian. Jelas beda sama kamu. Kamu sekarang sudah enggak sendirian lagi Beib."



"Kamu nggak bilang apa pun sama aku itu artinya kamu enggak menghargai aku." Sesal Andre.



"Maaf Ko. Maaf.  Aku pikir kamu senang dengan upayaku untuk tidak bekerja di sini." Ebby sadar jalan yang dia tempuh salah walau tujuannya untuk mereka berdua.



"Aku senang. Tapi kamu harus bilang aku. Aku ini suamimu.  Ini bukan hal kecil Beib. Dan kalau hal seperti ini berlangsung terus, rumah tangga kita akan berantakan karena akan ada dua kapten dalam kapal kita."



"Kamu ngerti nggak? Aku nggak marah cuma kamu harus tahu sekarang kita sudah beda. Kalau enggak mikir kamu, sejak kemarin aku langsung pesan tiket pulang hari ini." Andre mendekap Ebby lembut.



"Iya Ko. Ini pelajaran pertama dan terakhirku. Untuk selanjutnya aku akan selalu minta pertimbanganmu." Sesal Ebby.



"Good girl,"  kata Andre.



"Aku putuskan menjual usahaku di sini sebelum kita jadian. Aku menjual usahaku di sini karena aku tahu kamu cemburu dengan Claire."



"Diakui atau tidak, aku tahu merasakan cemburumu itu dan aku tak ingin kamu terluka. Aneh kan kita berdua?"



"Kalau kamu apa coba alasannya? Kamu ingin menyenangkan aku? Oke aku terima alasan itu, tapi  aku lebih senang kalau kamu bicara sebelumnya."



"Iya Ko aku udah ngerti, aku udah ngaku salah, aku udah minta maaf.  Jadi stop it." Ebby benar menyesal dengan tindakan tanpa pikir panjangnya ini.



"Besok-besok enggak akan aku ulangi lagi."



"Jadi kita akan pulang kapan?"



"Mungkin lusa bisa," kata Ebby.



"Jangan ambigu gitu. Katakan kapan pastinya."



"Ya sudah hari ketiga aja biar lebih aman." Putus Ebby.



"Oke aku akan pesan tiket buat kita pulang. Jangan kamu rubah lagi ya?"



"Oke hari ketiga dari sekarang." Ebby lalu pergi tidur dalam pelukan Andre.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR