ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
TERKUAK SAAT BRUNCH



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Nggak Om. Bukan untuk balikan. Saya hanya memberi kesempatan dia untuk minta maaf agar dia bisa mati dengan tenang," jawab Ebby santai.



"Kamu tuh," kata Andre tanpa menyelesaikan kalimatnya.



"Ialah Om. Kasihan dia. Saya maafin kok.  Saya tahu dia tidak sengaja berbuat itu. Tapi kalau untuk kembali itu tidak akan mungkin. Saya nggak bisa. Hengky sudah tahu itu."



"Lho kalian ngobrol di mana kan Hengky nggak tahu nomor teleponmu," tanya Andre bingung.



"Ngobrol di email Om. Sejak dulu Hengky tahu," Jawab Ebby.



"Semoga kita bisa bareng," kata Andre.



"Iya Om. Saya tergantung pekerjaan. Bbisa jadi minggu besok, bisa jadi dua bulan lagi," Ebby sadar tadi salah bicara. Maka sekarang dia memberitahu bahwa dia belum pasti jadwalnya.



"Dalam rangka apa papa mamamu datang?" Selidik Andre. Kali aja dia dapat info bahwa mereka berkenalan dengan calon mantu. 



"Kangen aku aja. Biasanya tiap bulan mereka memang mengunjungiku," ucap Ebby.



Ebby dan Hengky memang sama-sama anak tunggal. Wajar kalau Gunawan tak akan melepas Ebby tanpa pengawasannya sama sekali.



"Mampir brunch ya?" Ajak Andre.



"Om belum sarapan?" Ebby tak menolak karena dia bukan gadis yang ketakutan akan asupan karbo yang masuk tubuhnya. Makan sebanyak apa pun tak jadi masalah bagi Ebby.



"Belum. Enggak enak tadi sama rekan. Kami hanya sempat ngopi saja..Kasihan dia kalau harus terburu-buru."



"Rekan atau pacar?" Goda Ebby.



"Om itu menikah dengan tante Maura mommynya Aheng ( Hengky ) tanpa rasa cinta seorang lelaki pada perempuan. Om menikah karena kami tumbuh bersama. Saat Maura berusia 16 tahun dia minta kami menikah."



"Saat itu omanya Hengky melarang. Sampai saat dia 17 tahun dan Om 18 tahun kami menikah tepat di hari ulang tahun Om."



"Lalu dia hamil. Sampai saat itu tetap tak ada CINTA. Om hanya merasakan sayang dia sebagai adik atau sebagai saudara karena tumbuh bareng."



"Hengky lahir tepat di hari ulang tahun Om ke-19. Satu tahun sejak pernikahan kami. Jadi Hengky adalah kado ulang tahun dari Tuhan buat Om. Kami lahir ditanggal yang sama."



"Saat usia kehamilan empat bulan, Om dan keluarga baru tahu Maura mengajak Om menikah karena dia punya kanker rahim yang sudah stadium parah."



"Maura bisa bertahan sampai Hengky umur 12 tahun. Saat dia meninggal tak ada rasa kehilangan sosok tercinta. Om kehilangan kawan kecil. Dan Aheng sejak kecil dengan mamanya Om."



"Keluarga Maura membenci Aheng, mereka menuduh Hengky penyebab Maura sakit dan meninggal."



"Hingga saat ini rasa untuk Maura itu hanya iba dan sayang sebagai adik sih sebenarnya nggak merasa sebagai yang lain. Jadi sampai sekarang Om memang belum pernah punya rasa cinta pada seorang perempuan entah itu jatuh hati atau pacaran."



"Belum pernah ada rindu menggebu terhadap kekasih. Merasa cemburu layaknya pasangan yang penuh cinta. Sekarang hanya terasa  kehilangan teman dekat masa kecil saja," jelas Andre.



"Kalau sekarang Om jatuh cinta,  Om rasa itu wajar. Hanya sosok perempuannya yang Om rasa tidak wajar!"



"Karena itu om menepisnya dalam-dalam. Sekarang Om belum punya pacar belum pernah pacaran."



"Yang Om antar tadi adalah seorang bapak dari Singapura ke sini bersama dua orang anaknya yang nantinya mewariskan perusahaannya."



Sebenarnya Andre berbohong mengantar temannya. Andre melihat Gunawan waktu angkat koper masuk taksi saat hendak cari saraan, maka Andre langsung mengikuti taksi itu karena tahu Ebby akan pulang sendiri.



Tapi kalau soal temannya yang datang dari Singapura dengan dua anaknya itu benar. Saat ini mereka masih ada di Paris karena besok siang juga akan bertemu lagi dengan Andre.


\*\*\*



Akhirnya Andre mematikan mesin mobilnya di sebuah Cafe. Mereka pun makan pagi yang kesiangan atau BRUNCH. 



Tak ada jaim di pihak Ebby mau pun Andre. Mereka makan biasa aja karena memang mereka biasa dulu pernah akrab sebagai calon menantu dan calon mertua.



Saat itu Ebby melihat Albeyn sedang makan.



"Sebentar ya Om aku kemeja sebrang."



"Kenapa?"



"Ada temanku. Nanti dikira aku sombong," Ebby mendekati Albeyn.



"Hai Beyn,"  sapa Ebby.



"Hai By," balas Albeyn. Lelaki itu tak menyangka bertemu dengan Ebby di lokasi yang cukup jauh dari kawasan tempat tinggal dan kantor Ebby.




"Hari ini aku kosong."



"Oh kamu baru datang atau gimana?" tanya Ebby.



"Baru datang," balas Albeyn.



"Gabung yuk Aku sedang bersama Om di meja sana." Ajak Ebby.



"Oh boleh," kata Albeyn, lelaki itu pun membawa kopinya serta snack yang dipesannya kemeja Andre.



"Hai kamu," sapa Andre saat melihat siapa yang datang bersama Ebby. 



"Eh Bapak.  Apa kabar?"



"Lho kalian sudah kenal?" kata Ebby kaget.



"Om pernah naik taksinya. Waktu itu Om pas lagi telepon Oma,"



"Lalu dia tanya Om dari Indonesia akhirnya kami ngobrol," jawab Andre.



"Oh gitu waktu itu dari kantor mau pulang kalau nggak salah," lanjut Andre.



"Bagaimana dengan perempuan Indonesia di Paris yang kamu sukai?" tanya Andre pada Albeyn.



Albeyn diam, orang yang dimaksud ada di depan mereka.



"Ingat lo pesan Om jangan khianati tunangan kamu sudah punya dia," Andre menasihati Albeyn.



"Wah sudah punya tunangan. Dia cerita ke Om langsung?" Pancing Ebby.



"Iya dia punya tunangan, tapi naksir orang Indonesia di sini," jelas  Andre.



"Wah rupanya tipe nggak setia. Aku paling gak suka laki-laki tak punya perasaan sayang seperti itu."



Andre merasa pembicaraan mereka tak mengenakan. Dia lalu bicara hal-hal yang yang umum.



"Kamu kapan pulang?" tanya Andre.



"Kalau enggak ada kendala empat bulan lagi Om," Albeyn sekarang ikut panggil Om pada Albeyn.



"Kita datang yuk Om ke pernikahan mereka," kata Ebby.



"Kok kamu tahu dia mau nikah?" Andre tentu bertanya karena Ebby bisa tahu kalau Albeyn mau menikah.



"Tahu lah. Papa udah cek kok semuanya. Data perempuannya juga papa udah tahu,"  jawab Ebby lagi.



Andre langsung tahu, orang Indonesia yang Albeyn sukai adalah Ebby. Tak mungkin Gunawan menyelidiki bila tak ada alasan apa pun.



"Oke kita datang, mudah-mudahan kamu bisa pulang ya," Andre langsung berjanji akan datang bila ada Ebby.



"Kalau diundang aku akan datang walau sibuk," janji Ebby.



"Pasti akan saya undang," ujar Albeyn pelan. Dia langsung kalah. 



"Calonnya dia guru SMP Tarakanita lho Om. Hebat kan?" kata Ebby lagi. Maksud Ebby yang hebat tentu informan papanya yang langsung bisa dapat info akurat he he he.



Albeyn hanya bisa diam, diam dan diam!



"Oh ya?" Andre tahu buat Gunawan cari info seperti itu masalah kecil.



"Iya papa bilang kok. Namanya juga papa tahu." Ebby memastikan info yang dia miliki bukan hoax.



"Kalau sudah ketahuan sama Gunawan Susanto udah nggak bisa berkutik. Bahkan NIK pasti sudah ditangan papamu!" Andre hanya tertawa.



Lalu Ebby dan Andre pun berpisah dengan Albeyn yang sudah tak punya keberanian mendekati Ebby lagi setelah ketahuan jati dirinya. Masih bagus Dara tidak tahu hatinya sudah selingkuh.



"Kasihan Dara kalau tahu kamu berniat selingkuh darinya!" itu bisikan Ebby sebelum dia meninggalkan Albeyn barusan.



Albeyn juga sudah tahu siapa Gunawan Susanto pengusaha terkaya se-asia Tenggara. Dia tak berani main-main lagi dengan Ebby.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.