
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Hai Dave," sapa pria gagah yang hari ini tunangan. Namnaya Charles, dia sahabat Dave sejak mereka SMA.
"Apa dia kekasihmu? Atau bahkan calon istrimu?" Tanya Charles.
"Bukan! Ini rekan kerjaku, kami baru dari Frankfurt kemarin. Karena ingat kamu tunangan aku datang ke sini." Jelas Dave.
"Claudiaaaaaaa," sapa Ebby melihat siapa pasangan Charles yang baru datang karena habis bersalaman dengan tamu lainnya.
"Ebby, kamu ada di sini?" Claudia Maramis memeluk Ebby dengan erat.
"Kemarin aku baru pulang dari Frankfurt. Ada peragaan busana di sana dua hari kerja dan satu hari refreshing."
"Kamu datang kesini sama siapa? Sama pacar barumu?" Selidik Claudia.
"Enggak aku datang sama Dave, dia rekan kerjaku," kata Ebby.
Claudia adalah sepupu jauhnya Hengky tapi Ebby dan Claudia dekat karena mereka merasa cocok berteman.
Claudia tahu tragedi gagalnya pernikahan Hengky dan Ebby. Sebagai sepupu dia dan keluarga besar Hengky ada di gereja dan menyaksikan langsung video secara live.
"Aku nggak nyangka loh kamu ada di sini," kata Claudia.
Dari jauh ada sepasang mata yang mengawasi Claudia dan Ebby.
"Hallo Ebby," suara yang sudah Ebby lumayan hafal menegur Ebby dari belakangnya.
Ebby berbalik badan dan melihat siapa yang dia duga menegurnya.
"Hai Om," sapa Ebby.
"Kamu ada disini?" Andre cukup kaget melihat Ebby hadir di pertunangan keponakan jauhnya itu.
"Kamu akan kembali ke Paris kapan?" Tanya Andre saat mereka bertemu ketika sama-sama mengambil puding.
"Besok pagi Om, penerbangan pertama. Karena siang saya sudah ada janji dengan orang lain," kata Ebby.
"Saya juga sama, tiket saya jam 07.00 pagi. Tepatnya 07.05," balas Andre. Dia tak mau dibilang atur waktu agar pulang bersama Ebby.
"Wah sama Om saya juga jam segitu. Saya sendirian karena Dave langsung kembali ke Frankfurt lagi. Dia masih ada pekerjaan dia ke sini hanya untuk menghormati pertunangan Charles saja."
\*\*\*
"Lho?" Andre yang datang terlambat kaget ternyata penumpang yang duduk disebelahnya adalah Ebby.
Andre memang bangun kesiangan karena semalam dia banyak minum bersama para kerabatnya. Tak sampai mabuk, tapi membuat dia sulit bangun pagi.
Ebby dan Andre nggak ada yang menyangka mereka bisa duduk bersebelahan. Karena mereka pesan tiket juga masing-masing nggak barengan.
Dave harus kembali ke Frankfurt karena masih ada kerjaan di sana. Ebby harus segera kembali ke Paris karena siangnya dia ada janji dengan Rudolf dan temannya.
"Mengapa temanmu nggak balik bersamamu?" Andre lupa kalau semalam Ebby sudah bilang dia akan kembali ke Paris sendirian karena Dave harus kembali menyelesaikan pekerjaannya di Frankfurt.
"Dia masih ada urusan di Frankfurt Om. Jadi dia kembali ke Frankfurt. Sedang saya harus kembali ke Paris karena jam 12.00 nanti saya harus bertemu dengan Rudolf temannya Dave dengan rekan lainnya."
"Kamu super sibuk ya," Andre memberi komentar pada jadwal Ebby yang sangat padat itu.
"Enggak juga sih Om cuma kebetulan aja hari ini ada kegiatan. Biasanya juga santai kok. Kalau orang sekarang bilang *kaum rebahan*." Ebby menampik dibilang sangat sibuk. Dia hanya memanfaatkan waktu sebaik mungkin saja.
"Dari bandara kamu langsung pulang dulu atau langsung kantor?" Tanya Andre. Dia berpikir mereka satu taksi saja. Toh mereka satu arah.
"Sepertinya langsung ke kantor Om, biar aja bawa koper, enggak apa-apa karena kalau ke apartemen dulu baru balik ke kantor lagi, saya jadi bolak-balik buang waktu." Ebby memperhitungkan waktu untuk putar arah bila kembali ke apartemennya dulu.
Ebby memang akan bertemu di kantornya. Bukan di cafe. Sehingga dia nanti mudah menitipkan koper miliknya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.