
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Wah asyiknya yang borong," goda Gunawan pada istrinya yang membawa banyak paper bag.
"Wah kayaknya tante kalap nih Om. Semua dia mau beli," goda Stella.
"Kamu bisa aja Stell. Kamu ditawarin apa aja enggak mau," cetus Sekar.
"Saya mau ngapain pakai tas mahal sepatu mahal kalau kerjanya di lapangan?" Sanggah Stella.
"Istri saya bukan nggak ada uangnya kalau dia nggak mau, nggak akan mau," kata Ruddy.
"Iya Tante bilang, Tante yang bayar, dia tetap nggak mau." Jawab Sekar.
"Dia pasti mau terima bila barang itu yang bisa dia gunakan sehari-hari," bela Ruddy.
"Bener, Stella dan aku satu aliran. Kami enggak gila dikagumi karena menggunakan barang branded. Kami lebih suka yang nyaman dipakai dan sesuai kebutuhan," kata Ebby. Terlebih buat Ebby duit enggak kurang kayaknya mau beli apa aja dia enggak usah mikir. Tapi karena enggak merasa nyaman ya dia tidak beli.
"Kamu harusnya beli By, kan pekerjaanmu sesuai dengan fashion dan passion dekat dengan barang branded," Sekar berupaya merubah mindset putrinya.
"Iya tapi kalau aku nggak sesuai dengan fashion ku kan juga jadi aku kalau dibeliin orang lain nggak suka. Aku beli sesuai dengan kebutuhan aja."
"Eh kalian udah makan belum?" tanya Gunawan mengalihkan topik belanja.
"Sudah," jawab Sekar.
"Kalau gitu Saya makan ya sama Andre dan Dave." Saat itu memang Dave baru bangun dan bersiap makan.
"Oh ya silakan," kata Stella.
"Loh Papa baru mau makan?" Tanya Sekar dengan rasa bersalah karena tidak mengurus suaminya malah sibuk belanja.
\*Iya tadi kita datang memang belum makan tapi mau makan tanggung kasihan sama Dave yang belum bangun. Akhirnya kita nunggu deh."
"Ya Allah kok saya yang jadi acuan buat makan siang," uhar Dave serba salah.
"Kalau kami tinggal, kamu nanti sendirian ngabisin makanan. Saya mendingan makan sama kamu," kata Gunawan bercanda. Mereka pun tertawa dan mulai makan.
"Kamu mau makan lagi By?" tanya Gunawan.
"Nggak Pa barusan udah minum jus cukuplah." Balas Ebby.
"Om ini enak banget," Kata Dave.
"Kamu yang tidak biasa makanan Cina aja bilang enak lebih-lebih kami yang biasa makan ini." Jawab Gunawan.
Gunawan makan nasi dan ikan asam manis serta charsiu atau babi panggang merah serta baby kailan cah. Melihat itu Sekar ikut nimbrung mengganggu Gunawan.
"Wah menunya enak banget ," kata Sekar yang jadi ikutan makan lagi tanpa ditawarin.
"Kamu juga mau nyoba lagi?"tanya Andre.
"Masih kenyang," jawab Ebby menampik.
"Kamu tadi makan bagaimana? Pasti sulit kan?" Desak Andee.
"Aku makan pakai tangan kiri," jawab Ebby.
"Ya sudah sekarang a," Andre menyuap Ebby denga sendok yang dia pakai dan Ebby tak menolaknya.
"Wah maaf, aku lupa enggak suapin. Aku liat Ebby makan pakai tangan kiri ya biasa aja," Ruddy lupa tak menyuapi Ebby.
"Enggak apa-apa Rudd." Jawab Ebby. Menepis rasa bersalah Ruddy.
"Emang beneran ya enak banget. Rumah makan di Indonesia aja jarang yang punya rasa kaya gini olahannya. Resep masakan sama-sama tapi pengolahannya beda jadi hasilnya beda," kata Ebby.
"Iya ini kokinya hebat padahal ini bukan koki aslinya loh," cetus Andre.
"Tadi papamu wawancara sama kokinya yang bilang kalau dia adalah adik pemiliknya."
"Pemiliknya sedang menyusui karena baru melahirkan. Papamu pakai aku ngerti tapi enggak lancar bicara."
"Terus katanya suaminya yaitu koki aslinya, baru meninggal. Bayinya baru empat bulan dan kakaknya baru umur 4 tahun."
"Sudah cukup kenyang," tolak Ebby.
"Sedikit lagi dua sendok lagi," Andre membujuk Ebby.
Ebby pun menurut memang tadi dia juga makan nggak bener karena sulit tidak biasa dengan tangan kiri. Itu sebabnya dia minta ambilkan hanya sedikit aja buat ganjal perutnya yang lapar.
Maka sekarang disuapi Andre seneng banget karena memang dia lapar Untung tadi diganjal oleh jus strawberry.
Ternyata makanan yang diprediksi bisa untuk sampai makan malam habis di siang itu.
"Sekarang makan malam kita kembali ke cafe depan," ajak Gunawan.
Andre memberikan lasagna untuk Ebby karena kalau pun dapat makan dari rumah sakit tetep aja ya Andre nggak tega dia belikan lasagna untuk Ebby.
"Kalian barangnya udah siap?" tanya Gunawan pada Sekar dan Andre.
"Sudah barang saya sudah siap apa kita berangkat pagi?" tanya Sekar.
"Enggak sih jam sebelas kita berangkat dari sini ke bandara. Pesawatnya dapat izin terbbang jam 01.00 atau jam 02.00 siang gitu."
"Oh gitu. Jadi kita ke homestay dulu?" Tanya Sekar.
"Wah repot kalau Ebby kita bawa ke homestay dulu walau hanya nyebrang."
"Lebih baik satu orang urus dan temani Ebby keluar rumah sakit, yang lain chek out dari homestay. Kita bertemu di lobby lalu langsung ke bandara."
"Atau besok pagi aja kita check out. Kopor saya cuma koper satu kecil. Koko kopernya gede enggak? Kita bawa koper ke ruamg rawat."
"Kami juga ngedadak kan berangkat cuma satu koper kecil," kata Gunawan.
"Iya gitu aja jadi langsung barang dari sini."
"Kalian bagai mana Rud?" Tanya Gunawan.
"Kami nunggu setelah makan siang besok lalu kami pulang dari rumah sakit. Karena Dave belum leluasa bergerak maka kami menunggu dua atau tiga hari di home stay," ujar Ruddy.
"Setelah Dave agak lumayan baru kami kembali ke Paris." Lanjut Ruddy.
"Kabar-kabarin aja terus ya," pinta Gunawan .
"Malam ini biar saya aja yang nunggu Ko," tawar Andre.
"Boleh, boleh bangeeet," kata Gunawan.
"Kenapa Pa?" Tanya Sekar bingung.
"Bed penunggunya tuh keras, lebih enak tidur di homestay lah," kata Gunawan.
Andre pun terkekeh. " Yaudah nggak papa saya nunggu," jelas Andre lagi.
"Kamu nggak ambil baju?"
"Enggak usah lah. Saya masih ada satu kaos di kamar rawatnya Ebby, tadi pagi saya taruh di lemari".
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.
