ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
GULING SPECIAL



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Andre duduk di bagian tengah mobil bersama Ebby, bagian depan Gunawan dan Sekar. Mereka tiba di bandara tepat waktu. Dari pesawat sudah ada kursi roda yang memang Gunawan minta disiapkan untuk Ebby.



Turun dari mobil Ebby langsung menggunakan kursi roda hingga ke tangga pesawat.



Andre memapah Ebby pelan menaiki tangga pesawat, yang melipat kursi roda adalah ajudannya Gunawan.



"Mau langsung di kamar atau di sini?" tanya Andre dengan lembut.



"Sini aja," jawab Ebby, Andre pun mendudukkan Ebby di kursi penumpang karena tidak mau ditidurkan di kamar.



"Aku bosan berbaring di kamar terus nggak pernah bisa melihat sekeliling," keluh Ebby.



"Baiklah,"  jawab Andre.



"Nggak ada yang ketinggalan nDre?" tanya Gunawan.



"Nggak kok oper kita kan empat koper, saya satu koper, Koko satu koper, Ebby dua koper lalu satu koper besar tambahannya adalah koper oleh-olehnya Cece. Enggak ada lagi kan?" Andre merinci semua barang bawaan.



"Iya sih oleh-olehmu bagaimana? Koq enggak ada tambahan bawaan?" Tanya Sekar.



"Ada, sudah ada koq. Oleh-oleh punya mama sudah masuk koper,  orang saya nggak beli banyak. Dan koper saya memang berangkatnya kosong," kata Andre.



"Yang banyak kan oleh-olehnya Cece yang dibeli  satu koper besar sendiri," 



"Sudah ya?"



"kayaknya udah kok, udah nggak ada yang ketinggalan."



Akhirnya mereka pun siap berangkat.



Sesuai dengan request-nya Sekar menu makan siang adalah masakan Indonesia.



"Mau nambah?" Andre menyodorkan rendang pada Ebby.



Tadi Ebby mengambil lontong opor buat makan siang mereka.




"Enggak pas kalau pakai lontong. Aku boleh minta yang pakai nasi aja enggak?" Tanya Ebby.



Andre mengambil rendang tambahan lalu ditaruh di piringnya. Dia suapi Ebby dengan nasi rendang miliknya.



"Mama top deh. Menu pilihannya enak banget," seru Ebby. Dia kangen masakan nusantara.



"Bener By. Papa enggak betah lama di luar negeri tu karena perut Papa berontak kalau lama enggak ketemu nasi rendang."



"Dan Mama kangen tempe. Mau di goreng biasa, di bacem atau di goreng tepung. Pokoknya tempe forever lah," Sekar menjawab sambil mengunyah lontong opor kesukaannya.



Habis makan Andre membujuk Ebby untuk tidur di ruangannya tapi Ebby tidak mau karena kalau tidur di ruangan nggak akan bisa dekat dengan Andre. Enggak mungkin kan minta tidur bareng?



Mending di kursi bisa duduk bersandar dengan Andre. Maka Andre pun membiarkan Ebby tetap duduk di luar sesuai kemauannya.



"Kamu nggak tidur di dalam aja By?" tanya Sekar. 



"Enggak mau aku bosan tiduran terus." tolak Ebby.



"Ya tapi kan ini lama kita terbang 16 jam lho," Sekar tak ingin Ebby sakit.



"Udah biarin Ma aku di sini aja kalau pun aku tidur, Aku tidur di sini. Nanti malam aku tidur kamar deh," tolak Ebby.



Ebby pun mulai tidur dia bersandar di bahunya Andre. Kasihan pada gadis itu Andre mengatur posisi kepala Ebby agar ada di belikat kanannya.  Andre juga memegang agar kepala Ebby tidak terjatuh-jatuh dengan melingkarkan lengannya di leher Ebby. 



Ebby memeluk perut Andre dengan posisinya miring ke kiri persis seperti dia memeluk guling.



Gunawan dan Sekar melihat itu tapi mereka juga tidak marah mereka diamkan aja tak lama terdengar suara nafas teraturnya Andre dan Ebby yang sudah terlelap.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6576983/markdown/10636434/1680043137873.jpg)