
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Sejak dua hari ini kok Ebby uring-uringan ya Ma?" kata Gunawan.
"Entah kenapa, aku juga rasa begitu. Pulang kantor dua hari lalu itu dia uring-uringan, semua rasanya serba salah."
"Dan dia ngomel-ngomel pada pembantu." Sahut Sekar. Tadinya Sekar berpikir hanya dia yang salah duga melihat kelakuan Ebby. Ternyata suaminya juga merasakan apa yang dia rasa.
"Ada apa ya Ma?" kata Gunawan.
"Pasti aja ada yang salah, entah makanan rasanya kurang pas entah dia cari sepatu yang udah lama nggak digunakan padahal juga cuma pengen liat, itu yang aku bingung Pa."
"Kamu nggak ada kegiatan hari ini?" tanya Gunawan pada Ebby saat putrinya turun untuk sarapan.
"Hari ini aku nggak ada kegiatan Pa."
"Kita ke salon yuk," ajak Sekar.
"Aku lagi males Ma." Ebby malas bepergian.
"Kalau begitu kita ke SPA aja, kan jadi enak badannya," bujuk Sekar.
"Yuk kita bertiga," ajak Gunawan.
"Oke Pa," kata Sekar tanpa menunggu persetujuan Ebby.
Mereka pun pergi bertiga dalam suasana hangat.
\*\*\*
"Itu bukannya Andre ya?" kata Sekar.
"Sepertinya emang dia," ujar Gunawan.
Ebby langsung menengok dia melihat memang Andre bersama dengan Herman jalan berdua.
"Mau ke mana Om?" tanya Gunawan.
"Hei, biasalah. Kalau hari libur gini, aku dan Andre senang ke Pet Shop." Balas Herman. Mereka biasanya bertiga dengan Meylan. Tapi kali ini Meylan ada janji dengan beberapa temannya yang ingin ke rumah.
"Banyak peliharaan ya Om?"
"Enggak kami hanya pelihara kelinci ras aja. Kami hanya suka dengan Hollandloop dan fujiloop. Tak suka jenis lain."
"Kok gitu apa mereka dicampur sehingga nanti bisa terjadi persilangan?" Tanya Sekar.
"Saat anak-anak mereka dicampur. Tapi bila mulai remaja semua dipisah agar tak tercampur. Ada sekat pemisah untuk tiap jenis." Jelas Herman.
"Banyak jumlahnya?"
"Lumayan sih dari masing-masing hanya beli sepasang, sekarang sudah ada 11 dan 13 pasang dengan banyak anak. Banyak pedagang pet shop yang ambil ke rumah walau kami tak berniat menjual. Tapi kalau overload untuk size kandang, ya beberapa kami lepas. Itu hewan kesenangan Andre sejak dia kecil tinggal di Amsterdam dulu."
"Wow. Aku jadi kepengen lihat koleksinya Om. Kalau ke rumah kami tak tahu Om punya hewan cantik peliharaan." kata Sekar.
"Iya kalau hari libur biasanya kami sengaja beli obat dan alat serta bahan perawatan mereka. Entah sabun, anti kutu dan sebagainya."
"Enggak suka kucing Om?" tanya Sekar.
"Enggak," jawab Herman. Sejak tadi Ebby mau pun Andre hanya diam tak bicara. Sekar dan Gunawan memperhatikan hal itu.
"Kenapa nggak suka kucing? Kan banyak kucing ras yang cantik." Pancing Gunawan.
"Rasa suka itu kan tak bisa kita jabarkan secara rinci. Entah kenapa, kita nggak bisa ngomong kenapanya. Enggak ada alasan apa pun tapi memang nggak suka," akhirnya Andre bicara juga. Bagi yang mengerti tentu tahu arah tujuan kata-kata Andre ini.
Andre tidak tahu kalau Ebby itu alergi kucing.
"Kalian mau ke mana?" tanya Herman.
"Kami mau ke SPA keluarga mumpung liburan, karena dua hari ini ada yang bete," kata Sekar menggoda Ebby.
Andre langsung tahu mengapa Ebby bete.
"Silakan," jawab Sekar dan Gunawan.
\*\*\*
"Hari ini mereka jadi pulang kan?" Tanya Herman saat mereka jalan ke petshop langganan mereka di mall ini.
"Kayaknya jadi Pa. Aheng belum kasih tau perubahan jadwal. Kalau nggak, paling besok lah mereka pulang. Mungkin ambil libur satu hari. Sekretarisku belum bilang mereka minta dipesankan tiket pesawat. Dan reservasi hotel sampai besok siang sudah dibayar Pa," jawab Andre. Saat itu mereka telah tiba di depan petshop.
"Hallo Ko Andre, lama loh nggak ke sini," Sapa anak pemilik pet shop. Saat mereka tiba di depan pet shop, belum juga masuk sudah disambut ramah.
"Kami rutin datang koq," jawab Herman. Karena tak mungkin mereka tak datang.
"Eh iya, Ayo silakan masuk," jawab gadis itu serba salah dengan jawaban Herman.
"Ko Andre makin ganteng aja," puji Ling ling nama gadis itu.
"Terima kasih," jawab Andre tanpa mempedulikan gadis yang usianya diperkirakan lebih tua dari Ebby itu. Andre sibuk mengambil semua keperluannya dan meletakkan di keranjang.
Sejak dulu Ling ling memang menyukai Andre tapi tak pernah ada respon dari lelaki ganteng dan mapan itu.
Padahal Ling ling sudah beberapa kali ke rumah Andre dengan alasan melihat peliharaan lelaki itu. Kalau memang mau lihat peliharaan seharusnya hari kerja juga bisa. Tapi Ling ling selalu cari kesempatan datang saat Andre ada di rumah.
"Kemarin kita masukin vitamin jenis baru loh Ko." Ling ling menawarkan vitamin tapi tubuhnya sengaja merapat ada Andre membuat Andre risih. Herman juga melihat itu dan melihat reaksi anaknya yang tak suka.
"Oh ya?" Tanya Andre.
"Ini bagus juga untuk lambung biar enggak gampang kembung, mencegah stres juga dia bikin bulu nggak cepat rontok untuk mengatasi kalau pas musim dingin." Penyakit mematikan pada kelinci memang kembung.
Andre membaca label vitamin tersebut dengan saksama, kandungannya serta manfaatnya.
"Kita coba satu dulu deh, kita lihat hasilnya, kalau bagus buat peliharaan kami, nanti kami ambil lagi," kata Andre.
"Mau tambah apalagi?" Sebagai marketing yang baik wajar lah Ling ling tanya apa lagi yang diinginkan Andre. "Sudah semua kok," balas Andre.
Semuanya tak lepas dari pengamatan mata elang di ujung toko. Mata itu memperhatikan bagaimana sikap perempuan itu bermanja-manja menawarkan product dengan sengaja mepet Andre.
Memang Ling ling sejak pagi tak peduli dan tak memperhatikan konsumen. Tapi ketika Andre datang dia langsung bangkit dari tempat duduk dan melayani Andre dengan super ramah.
\*\*\*
"Dari mana By?" tanya Herman.
"Habis dari toilet Opa."
'*Toilet*?' pikir Andre.
'*Bukankah kalau dalam ruangan SPA mereka lengkap dengan toilet? Bukankah itu indikasi lain*?' Andre langsung tau alasan Ebby.
"Sini By," panggil Andre lembut. Andre sengaja memeluk pinggang Ebby yang diterima gadis itu sebagai kewajaran dan tak ada penolakan.
"Aku ambil ini lo By. Katanya sih bagus tapi karena ini obat baru aku cuma ambil sampel buat peliharaan kita," Andre mengeratkan pegangan di pinggang Ebby seakan memberi kode. Andre memperlihatkan vitamin baru yang tadi di promosikan oleh Ling ling.
"Buat apa sih iseng banget coba-coba gitu Ko," Ebby merespon tindakan Andre dengan santai.
"Ya enggak apa apa lah buat test case. Kali aja bagus buat peliharaan kita," jawab Ebby.
"Eh iya kenalin ini calon istriku," kata Andre pada Ling ling. Herman mendengar itu dengan santai.
"Hai," sapa Ebby dengan penuh percaya diri. Ling ling langsung diam memandang Ebby dengan tajam.
"Aku balik ke SPA ya Ko," pamit Ebby. Dia takut Gunawan mencarinya.
"Ya," jawab Andre sambil mencium pipi Ebby. Dan Ebby membalas dengan membelai lembut pipi Andre.
"Opa, aku balik ke SPA ya," pamit Ebby.
"Ya sayang," balas Herman. Ling ling lemas karena jelas Ebby sudah resmi diketahui Herman.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR