
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Senjata Bapak dan Ibu yang utama ya OVUTEST. Dengan ovutest Bapak dan Ibu bisa tahu kapan Ibu siap dibuahi." Dokter memberikan saran tentang jadwal ovulasi dan memberitahu kalau hendak punya anak laki-laki kapan mereka boleh berhubungan.
Dokter juga memberitahu kapan bisa bebas berhubungan agar tak mengganggu program.
"Kalau Bapak dan Ibu tetap melakukan hubungan di hari ini kemungkinan punya bayi perempuan lebih besar jadi saya sarankan hanya di hari ini saja Bapak dan Ibu melakukannya." Dokter menunjuk tanggal ovulasi Ebby.
"Kalau di hari ini melakukan tidak boleh dibuang di dalam kalau ingin hasilnya akurat," ujar dokter melingkari jadwal ovulasi yang di contohkan.
"Kami bisa kok Dok. tidak akan kami merusak program agar bisa punya anak laki-laki," kata Andre.
"Baguslah kalau begitu. Semoga berhasil."
"Setelah 5 hari dari hari ovulasi tidak apa-apa berhubungan. Itu nggak akan berpengaruh pada hasil karena sudah tidak mungkin membuahi," kata dokter.
"Baik Dok," Dokter memberikan resep untuk penyubur dan penguat kandungan.
"Semoga berhasil Bapak Ibu."
"Terima kasih," jawab Ebby.
Ebby juga sudah mengkonsumsi obat-obat tradisional dari Sinshe. Mereka sangat berharap segera memiliki momongan.
Yang sangat menginginkan sebenarnya Ebby, karena memang dia sangat ingin punya anak.
\*\*\*
"Yah beneran nih anaknya Ruddy akan dibaptis minggu depan," keluh Ebby saat melihat pesan yang Stella kirim.
"Kamu mau berangkat?" tanya Andre dengan lembut.
"Aku nggak berani ambil resiko. Aku tak mau program kehamilan aku gagal," jawab Ebby.
"Aku terserah kamu. Aku nggak akan ngelarang," jawab Andre.
"Aku kan mau kita cepat punya baby," balas Ebby dengan manjanya.
"Ya sudah kirim kado aja." Usul Andre.
"Iya, aku akan pesan pada Dave buat melihat apa yang mereka belum punya. Lalu suruh dia beli," kata Ebby.
"Itu lebih bagus jadi sesuai dengan kebutuhan mereka," jawab Andre sambil kembali mendekap Ebby.
\*\*\*
"Hai Rudolf," Ebby memeluk Rudolf erat.
"Aku dengar kalian kemarin ke Australia"
"Iya aku menyelesaikan program yang kita bahas di Bali itu," jawab Andre.
"Oh gitu."
"Ebby, masalah kita yang di Bali bagaimana?" tanya Rudolf.
"Kita akan mulai kerjakan cuma sekarang mungkin Stella nggak ikut team kita," jelas Ebby.
"Kenapa?"
"Dia punya baby."
"Wow senangnya," kata Rudolf.
"Apa kalian nggak pernah bertukar cerita?" Andre bingung mengapa Rudolf tak tahu kalau Ruddy dan Stella sudah punya anak.
"Enggak aku nggak pernah ngobrol sama Stella atau Ruddy. Di grup kita kan nggak pernah bahas itu."
"Ya memang baru dapat. Minggu depan mereka akan mengadakan pembaptisan Leonard," ujar Ebby.
"Oh namanya Leonard?"
"Ya Leonard bukan Leonardo," jawab Ebby sambil memperlihatkan baby chubby dalam gendongan Stella pada Rudolf.
"Wah aku senang sekali Stella sudah punya baby. Jadi Stella tidak akan ikut?" Rudolf memastikan.
"Sebenarnya Stella bisa loh. Baby-nya di bawa," kata Andre.
"Kalian kan bukan kerja kantoran. Baby bisa tetap nyaman bersama mami dan papinya. Kasihan kalau dia terlalu lama berpisah dengan Ruddy."
"Oh iya juga ya, aku akan bilang pada Stella."
"Biarin aja Leon mereka bawa. Kalau Stella nggak kerja pun nggak apa-apa yang penting baby nggak jauh dari papinya."
"Oke aku akan bilang Stella seperti itu," jawab Ebby.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING