
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Saat Andre dan rombongan tiba di apartemen ternyata di sana masih ada dua orang pegawainya Gunawan mereka sudah mengisi kulkas.
Selain itu pakaian dan alat make up Ebby untuk esok semua sudah dibawa kesitu. Jadi besok pagi Ebby bangun tidur tinggal berangkat saja.
"Pak Andre ini kamarnya," kata pegawainya Gunawan. Rupanya dia sengaja menunggu Andre untuk menjelaskan posisi kamar dan isi kamar.
"Ini lemari Nona Ebby, nanti bisa dipakai bersama Pak Andre." Lanjut pegawai tadi sambil memperlihatkan isi lemari yang terisi cukup banyak baju.
"Loh saya cuma bawa baju untuk besok saja. Tak bawa lebih," ujar Andre.
"Wah saya nggak tahu pak Andre karena Nona Ebby membawakan bajunya banyak untuk ditaruh di lemari ini."
"Mungkin sehabis dari gereja dia akan tidur disini tidak kembali ke rumahnya."
"Saya juga nggak tahu. Yang saya tahu ini pakaian Nona Ebby sudah banyak dibawa ke sini kecuali baju untuk resepsi karena baju untuk resepsinya masih digantung di kamar. Tidak diminta untuk dibawa ke sini."
"Baju untuk pemberkatan besok sudah saya gantung," kata pegawai itu lagi.
"Baik," kata Andre tanpa eprlu mendebat lagi.
"Lalu itu kamar yang lain masih kosong silakan pilih aja. Ada 5 kamar di sini, satu ini yang ditempati oleh Nona Ebby dan Pak Andre lalu yang 4 silakan gunakan," kata pegawainya itu.
"Oke," jawab Andre.
"Kalau begitu kami permisi pak Andre."
\*\*\*
"Heng tolongin Daddy," Andre langsung menghubungi Hengky.
"Kenapa Dadd?" Hengky kaget karena Andre sepertinya terburu-buru.
"Ambilkan baju Daddy 4 pasang yang terbaik, juga pakaian dalam dan sepatu."
"Loh kenapa Dadd?"
"Enggak tahu, ternyata Ebby mungkin akan tinggal di apartemen ini sesudah kami selesai dari gereja. Padahal Daddy hanya bawa baju untuk besok di gereja saja."
"Lho, aku enggak tahu apa yang Daddy mau bawa. Nanti aku ambilkan ternyata enggak sesuai kebutuhan?"
"Sekarang kamu masuk kamar Daddy nanti Daddy kasih tahu di mana letaknya kunci cadangan dan baju mana yang Daddy minta bawa. Kita video call."
Hengky pun langsung merubah pannggilan telepon ketika sudah sampai di kamarnya Andre.
"Kamu ke situ belok kiri, itu di bawah kotak pulpen yang mobil-mobilan ada kunci lemari Daddy."
Hengky pun mengambil kunci lemari itu.
"Oke nah itu yang biru itu, ya itu, bawahnya nanti di sebelah kanan," terus begitu Andre memandu Aheng mengambilkan pakaian, boxer, kaos kaki hingga sepatunya.
Semua dipandu oleh Andre hingga selesai.
"Kamu masukkan itu semua ke koper Daddy, jangan lupa kamu ambil alat mandi dan cukur juga," jelas Andre lagi.
Hengky memasukkan semua yang Andre tunjuk.
"Nah sekarang suruh supir antar ke apartemen. Alamatnya akan Daddy kirim ke ponselmu."
"Oke," jawab Hengky.
Hengky pun lalu menyuruh sopirnya Andre mengirimkan koper ke Andre.
\*\*\*
"Kenapa kamu kesini?" Stella bingung Dave celingak celinguk
"Aku lapar," jawab Dave.
"Kamu atur piring dan semua peralatannya. Aku sedang menghangatkan makanan yang tadi kita bawa."
Sekarang makanan lebih lengkap karena ada tambahan dari rumah Andre berupa makanan khas Indonesia.
Dan ada pula makanan tambahan dari rumah Ebby yang dibawa oleh para pegawainya tadi.
"Ngapain kalian?" tanya Ruddy.
"Ini aku panasin makan siang aku sudah lapar. Aku pikir aku aja yang laper, ternyata Dave juga."
Menu yang disediakan oleh Sekar bukan menu Indonesia. Hanya ada sedikit nasi untuk Andre karena Dave Ruddy dan Stella tentu nggak pakai nasi.
"Sudah beres bongkar barangnya? tanya Stella pada Ruddy.
"Sudah, sudah aku bongkar kopernya," kata Ruddy.
"Masih lama kah? Aku lapar," Ruddy sudah tak sabar.
"Kita semua laar, maka aku atur piring biar cepat," ujar Dave.
"Ternyata bukan aku saja yang lapar," ucap Ruddy.
"Kenapa ya kita lapar?" Dave bingung biasanya dia tak seperti ini.
"Mungkin karena menu makanannya atau karena suhu udaranya."
"Iya bisa jadi menu makanannya banyak serat dan itu bikin aku lapar," duga Dave.
"Kenapa kalau serat malah lapar?"
"Entahlah mungkin karena kita terbiasa banyak karbo. Andre karena terbiasa makannya serat ya enggak terpengaruh."
"Dia karbo juga kan nasi itu?"
"Entahlah.
"Andre makan nasi ini ada dibawakan oleh tante Sekar tadi sedikit. Ternyata sama mama Meylan juga dibawakan."
"Kita coba makan nasi aja yuk," ajak Ruddy.
"Boleh tuh," jawab Dave.
"Aku dulu beberapa kali ikut makan dengan Andre dan Maura jaman kami kuliah." Stella memberitahu pengalamannya makan nasi.
"Sedang apa kalian?" tanya Andre.
"Kami kelaparan." Hampir serempak walau tak pakai aba-aba.
"Tumben kalian laper."
"Iya kami kelaparan dan kami ingin mencoba menu milikmu." Ujar Ruddy
"Maksudmu?"
"Kami ingin makan nasi."
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama SAPUTRI90
dengan judul novel CINTA MALU-MALU MEONG ya