
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Hengky kaget saat pasangan Andre dan Ebby turun dari lantai atas. Tadi dia sudah kaget dengan penampilan Opa dan Omanya yang untuk lamaran kali ini mereka menggunakan baju yang seragam. Sekarang tambah lagi kejutan Andre dan Ebby menggunakan seragam pula dan hanya beda sedikit warna dengan yang digunakan opa dan omanya.
'*Dulu waktu aku, Ebi nggak ngatur gini. Hanya ngatur seragam aku dan seragam Ebby. Untung kemarin aku bilang sama Patricia kami harus kembaran kalau nggak kebanting lah sama orang tuaku dan kedua Oma dan opa. Bahkan Patricia sendiri juga kemarin mikir buat apa mereka pakai batik kembaran*.'
Hengky dan Patricia menggunakan batik couple atau sarimbit. Kemeja yang Hengky gunakan sama dengan dress yang Patricia pakai.
"Ayo kita siap berangkat," kata Ebby.
"Ayo waktunya juga pas nih," kata Herman.
"Wah Opa ganteng banget sih," puji Ebby.
"Aku enggak ganteng?" tanya Hengky.
"Aku nggak berani puji kamu, nanti Patty marah."
"Patty atau Andre yang marah?" Goda Meylan
"Kalau Ko Andre yang marah aku gampang kok ngobatinnya. Kalau Patty kan aku nggak tahu bujuknya pakai apa," jawab Ebby santai.
"Emang kalau Andre dibujuk pakai apa?" tanya Herman.
"Dicium. Dia diem kok kalau dicium Opa."
"Koq Opa sih? Masa suaminya mama dipanggil Opa?" protes Meylan.
"Eh iya, jadi aku panggil papa nih." ringan tanpa beban Ebby bicara akan mengubah panggilan pada Herman.
"Iya dong suami mama koq dipanggil oma," protes Meylan.
"Papa ganteng."
"Daddy nggak ngomel Dadd, nggak dipuji Ebby," goda Hengky.
"Kalau ke Daddy, Ebby muji nggak pakai kata-kata. Tadi udah di kamar," jawab Andre santai.
"Nah kan. Lihat kan bukti kalau Ebby malu karena terbukti sudah muji Daddy daritadi" Ebby mencubit lengan Andre yang ada dalam genggamannya sejak tadi.
Semua akhirnya tertawa.
'*Ebby bisa seperti itu padahal daddy orang yang paling kaku ke perempuan*,' batin Hengky.
\*\*\*
"Kita pakai satu mobil atau dua mobil?" tanya Herman.
"Satu mobil aja lah Opa, kayak apaan aja bawa banyak mobil. Cukup satu mobil nggak usah terlihat seperti yang nggak-nggak."
"Memang yang lainnya langsung?" tanya Andre.
"Aku suruh langsung aja. Nanti pas mau masuk ke rumah bareng kita. Enggak banyak sih cuma keluarga Om Yap sama om Liem aja," jawab Hengky.
"Kamu nggak undang yang lain?"
"Enggak lah. Ntar malah jadi ribut lihat Ebby datang dan jadi pasangan Daddy. Nanti aja di pernikahan semua diundang."
"Saat lamaran ini aku cuma minta Om Yap dan Om Liem dan pasangannya aja. Mulut mereka pada makan sekolahan. Bisa diem enggak seperti yang lain yang hobbynya nyinyir." Jelas Hengky panjang lebar.
"Daddy terserah sama kamulah, wong kamu yang mau nikah." Andre memang membebaskan putranya menentukan sendiri.
\*\*\*
Dengan hanya menggunakan satu mobil keluarga Herman berangkat untuk melamar Patty. Kalau mereka mau menggunakan 10 mobil pun bisa. Atau setidaknya masing-masing dengan satu mobil. Herman sendiri, Meylan sendiri, Andre sendiri, Hengky sendiri dan Ebby sendiri juga.
Tapi buat apa? Lebih baik mereka menggunakan satu mobil aja.
Dibanding keluarga Herman apalagi Gunawan, keluarga orang tua Patty adalah keluarga yang sederhana.
Tapi untuk kalangan umum level hidup keluarga orang tua Patty masih di atas rata-rata.
Itu sebabnya Andre menyarankan mereka pakai satu mobil aja. Jangan terlalu mencolok mata. Dan juga parkiran dalam rumah keluarga Patty nanti cukup tidak bila semua bawa mobil masing-masing.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND