
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Bagaimana Mama bisa sampai sini?" tanya Ebby pada ibu mertuanya.
"Tadi malam Mama dengar waktu Papamu bicara dengan Andre. Papa bilang minta temani Andre ke lab Prima di Jalan Sutan Syahrir jam 09.30. Mama juga dengar Papa bilang takut pingsan mendengar hasil labnya."
"Mama jadi khawatir. Lalu Mama berbisik pada Aheng untuk menemani."
"Mama ingin tahu Papa sakit apa kok sampai Mama nggak boleh tahu? Sampai dia merahasiakan semua hal ini dari mama."
"Itu awalnya! Bisa bayangkan istri mana yang tak khawatir suaminya sudah cek lab dan bilang takut pingsan kalau tahu hasilnya?"
"Di mobil Aheng cerita hal aneh saat kemarin ke rumah Jeffry. Opa disana hanya sebentar untuk menepuk-nepuk bahu Jeffry dan lalu langsung pulang."
"Papa berbuat aneh lagi yaitu mencoba mencabut rambutnya Aheng. Aheng merasakan waktu rambutnya dibilang mirip dengan rambutnya Jeffry dan pada saat itu Aheng merasa ada beberapa rambut yang sengaja Papa tarik tapi Aheng tak mau bicara apa pun takut dugaannya adalah salah." Meylan cerita apa yang dirasa Aheng tadi.
"Jadi waktu aku ke sini aku nggak merasa takut Opa sakit. Aku memang merasa ada sesuatu hal yang Opa tutupi tapi bukan penyakit."
"Pasti ada kaitannya dengan kakek Jeffry, makanya aku cerita ke Oma tadi bahwa aku curiga tentang Opa yang mendatangi kakek Jeffry." Aheng mengemukakan apa yang dia rasa.
Akhirnya mereka pun diskusi bagaimana akan datang ke rumah Jeffry dan meminta dua kakak lelaki Maura hadir.
"Ya lusa kak, maaf aku baru tahu minggu lalu kalau Maura memberikan gift untuk kalian ketahui." Andre menghubungi kedua kakak lelaki Maura dan minta mereka datang lusa di rumah Jeffry karena dia juga ingin Irene mengetahui SPECIAL GIFT dari Maura
Andre bilang ada gift dari Maura yang ingin dia limpahkan pada kedua kakak lelaki Maura.
Andre bilang mohon maaf karena baru tahu minggu lalu tentang gift dari Maura yang harus disampaikan pada kedua kakaknya.
Lusa yang akan berangkat ke rumah Jeffry hanya Andre, Meylan dan Herman saja. Ebby serta Aheng dan Patty tidak akan ikut.
\*\*\*
"Honey, jangan lupa bawa berkas dalam map plastik yang sudah aku siapkan."
"Iya Babe," jawab Andre.
"Aku sudah bikin copy-nya di map biru untuk dipegang oleh semua yang hadir, yang asli keep dulu takutnya diambil lalu dihilangkan. Itu perlu untuk bahan bukti di polisi bila kita ingin melaporkan dia ke pihak berwenang." Jelas Ebby yang sangat teliti.
'*Tunggu saja tindakanku kalau kamu tak mau mengakui Aheng*!' ancam Ebby dalam hatinya.
Sejak tahu Aheng benar anak Jeffry, Ebby langsung bergerak.
Ebby melacak sepak terjang Jeffry 30 tahun kebelakang.
"Kenapa harus ke polisi? Katanya enggak ingin persoalan di expose?" Tanya Andre.
"Ke polisi enggak harus di expose kan? Bisa koq enggak terendus keluar. Tapi tetap melalui jalur polisi. Daripada pakai cara aku," jawab Ebby datar.
Andre langsung tahu apa yang istrinya katakan cara dia.
Kalau pakai cara Ebby tanpa perlu polisi, malah lebih kejam karena dunia yang akan menghakimi.
Kasihan Aheng bila itu terjadi.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ