
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Dengan canggung Rudolf bergabung ke apartemen, ada kekakuan antara Dave dan Rudolf dan itu harus dihilangkan.
Mereka harus menjadi teman biasa lagi seperti saat mereka belum mengikat cinta menjadi pasangan menyimpang.
Itu target yang Andre dan Gunawan ingin capai.
"Nanti kamu dekat-dekat dengan Rudolf ya?" pinta Andre pada istrinya.
"Aku ingin dia tidak canggung," lanjut Andre lagi.
"Iya, aku mengerti kok. Tenang aja. Kebetulan dia teman dekat aku di Paris dan aku memang lebih dekat dengan Rudolf daripada dengan Dave."
"Baiklah nanti malam kita mulai acara seru-seruannya ya?"
"Malam ini kita ke Muara Karang *Babe*."
"Ngapain?"
"Kita makan ikan bakar."
"Oke."
"Siang ini kita taruh barang dulu, sore kita berangkat ke Muara Karang."
"Oke baik," Ebby kembali melihat kecanggungan Dave dan Rudolf, dia langsung bergayut dilengan Rudolf seperti dulu biasa dia lakukan.
\*\*\*
Andre sudah minta mobil pribadinya diantar ke apartemen. Tapi untuk acara nanti malam Andre pakai mobil milik Sekar yang muat untuk 6 orang.
"Wow!" kata Stella ketika mereka sampai di Muara Karang.
"Kalian pilih ikan mana yang kalian inginkan, kita akan acara bebakaran."
"Aku nggak ngerti akan pilih ikan apa." Ucap Dave melihat banyak jenis ikan yang tersedia.
"Disini bisa jenis ikan yang sama tapi diolah dengan cara yang berbeda. Dibakar pun bisa beda bumbu," kata Ebby menerangkan pada Dave yang takjub akan banyaknya ikan segar yang tersedia.
"Dari pada bingung aku pilih udang bakar saja." Rudolf telah memesan apa yang hendak dia makan.
"*Babe* minta cumi masak di asam manis, lalu kepiting di rebus aja."
"Ikannya?" Tanya Ebby.
"Aku makan semua ikan bakar," jawab Andre.
Mereka pun memilih ikan masing-masing.
"Ini makannya dengan nasi?" tanya Rudolf.
"Ya dan pasti enak," kata Dave.
"Kalau nggak pakai nasi juga bisa kok. Kamu makan ikan bakar saja," kata Ebby.
"Nasinya nggak usah banyak-banyak pesannya," kata Andre
"Iya."
Mereka pun pesan ikan bakar berikut udang bakar dan kepiting.
"Ini dimasak apa dan bagaimana?" tanya Ruddy melihat kerang yang masih hidup. Banyak yang cangkangnya terbuka dan segera menutup saat disentuh
"Oh itu kerang. Ada kerang bulu yang ini, ada kerang hijau seperti yang ini," Ebby menunjuk.
"Biasanya kalau di tempat makan seperti ini hanya direbus, ada bumbunya khusus dan biasanya kalau kerang nggak pakai nasi."
"Sudah beli aja kerangnya sedikit buat nyobain," saran Andre.
Tanpa membantah Ebby menuliskan pesanan kerang rebus.
\*\*\*
"Kalian suami istri benar-benar meracuniku!" sungut Stella.
"Aku bisa jadi gendut di sini. Aku tak mau berhenti makan ikan bakar dan kerang serta udang rebus."
"Itu karena bumbunya enak. Kalian kan sudah biasa makan ikan bakar di banyak negara, tapi ikan bakar di Indonesia memang beraneka ragam bumbunya." Ebby bangga akan cita rasa bumbu Indonesia.
"Dan kalian belum makan sate kambing. Itu racun kami berikutnya," ujar Andre. Semua kekenyangan malam ini.
"Ha ha ha. Benar besok kita makan menu sate gule dan sop kambing honey," dengan senang Ebby mentertawakan para sahabatnya.
"Ya besok kita pulang jalan-jalan menu makan malamnya ke rumah makan kambing." jawab Andre
"Aku suka itu idenya," kata Ebby.
Kekakuan Rudolf dan Dave mulai mencair. Mereka mulai bicara agak lancar walau tentu mereka betul-betul menjaga jarak, untuk menjaga kesehatan mental mereka.
Dari duduk mau pun dari bicara mereka tidak mau terlalu dekat.
"Udangnya manis ya," kata Rudolf.
"Tanpa bumbu aja sudah terasa manisnya."
"Karena semua ikan dan udang itu kan masih segar jadi benar-benar terasa kesegarannya."
"Iya aku suka banget," kata Ruddy.
"Dan sensasi makan nasi tanpa sendok adalah pengalaman pertamaku," ujar Stella yang tadi mengikuti Andre dan Ebby makan tanpa sendok.
Semua puas dengan menu makan malam kali ini.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama RENI T
dengan judul novel SEMALAM BERSAMA KAKAK IPAR ya