
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Gunawan sangat senang Ebby telah tiba di rumah.
"Kamu berapa lama di sini?" tanya Sekar.
"Dua mingguan lah Ma," jawab Ebby. Dia sedang memperhatikan semua detail rumah yang sudah lebih dari setengah tahun dia tinggalkan. Ebby baru saja tiba di rumah. Dia dijemput sopir karena mama dan papanya juga ada acara di panti asuhan yang mereka danai.
"Kok sebentar?" Protes Sekar.
"Eh dua minggu tuh lebih lama dari Mama dan Papa ke Paris loh," Ebby tak mau kalah membalas protes sang mama.
"Ya lumayan lah," Gunawan menghibur istrinya.
"Lusa aku ada pertemuan dengan Hengky," lapor Ebby pada kedua orang tuanya.
"Kalian mau membahas penjadwalan ulang pernikahan kalian?" Tanya Gunawan antusias.
"Nggak lah Pa. Kan aku udah bilang aku nggak akan mungkin rujuk dengan Hengky. Tapi aku juga nggak ingin kalau hubungan kami rusak. Biarlah kami jadi saudara saja, karena kami memang ternyata tidak berjodoh," sahut Ebby dengan bijaksana.
"Oh ya sudah kalau seperti itu. Berarti kamu tidak akan kembali dengan Hengky?" Sekar memastikan tekad putri tunggalnya.
"Enggak Ma, kami biar menjadi saudara saja. Karena kami kan smaa-sama anak tunggal," Ebby mengulangi kata-katanya bahwa biar dia dan Hengky jadi saudara saja.
"Kalian berdua memang sama-sama tidak bersalah. Hengky waktu kejadian berbuat seperti itu kan karena pengaruh obat." kata Sekar lagi.
"Aku sedih pasti Ma. Sakit hati juga pasti, tapi setelah aku sadar ya memang bukan bukan pada Hengky seharusnya aku sakit hatinya."
"Oleh karena itu aku besok mau clear kan. Aku akan buat postingan aku dan Hengky duduk bersama dalam hati yang damai dan penuh kasih seperti yang Tuhan ajarkan," Ebby menguraikan niatnya esok.
"Bagus itu. Bagus untuk jiwa kalian agar kalian bisa saling ikhlas. Juga bagus untuk naiknya harga saham kita."
"Khalayak akan melihat bahwa kita orang-orang berpendidikan dan punya moral baik," Gunawan memuji langkah yang putrinya katakan dengan tulus.
"Papa selalu yang diomongin saham sih," protes Ebby kesal. Papanya bukan hanya memuji tingkah lakunya tapi tetap dikaitkan dengan perusahaan.
"Itukan sudah mendarah daging," celetuk Sekar. Mereka pun tertawa.
\*\*\*
"Hai sudah lama?" Tanya Ebby.
"Baru koq," jawab Hengky. Padahal dia sudah satu jam lebih duduk disana. Hengky takut Ebby tak datang.
Padahal Ebby datang dua puluh menit sebelum waktu yang mereka tetapkan
Ebby sendiri memang datang lebih cepat. Dia ingin tahu apa Hengky datang tepat waktu seperti biasa saat dulu mereka masih sepasang kekasih.
Dulu kalau akan terlambat lima menit saja Hengky akan telepon Ebby terus menerus mengabarkan posisinya.
Hengky paling tak suka orang yang datang terlambat!
Ebby mengulurkan tangan, lalu dia mencium pipi kanan dan kiri Hengky seperti biasa.
Hengky tak siap menerima sikap manis Ebby yang masih mau di cipika cipiki dengan dirinya.
"Apa kabar?" tanya Hengky untuk menghilangkan kegugupannya. Serius dia sangat gugup!
"Aku baik. Sangat baik. Kita foto dulu yuk berdua," pinta Ebby.
"Kenapa?" tanya Hengky.
"Aku akan posting bahwa kita baik-baik saja. Tak ada permusuhan," jawab Ebby.
Mereka pun merapatkan wajah dan melakukan selfie. Mereka juga meminta pegawai cafe untuk membuat foto mereka berdua dalam beberapa pose.
Ebby langsung memposting di media sosialnya. 'Kami tetap baik-baik saja, tak ada permusuhan antara kami, walau kami tak berjodoh!'
Ebby menandai akun Hengky. Tentu saja teman gengs Hengky kaget melihat postingan Ebby itu. Masalahnya itu yang posting Ebby. Bukan orang lain!
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.
