ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
KOLABORASI HENGKY DAN PATRICIA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Acara demi acara di reuni itu berjalan dengan baik saat itu satu acara yang akhirnya membuat Hengky dan Patricia berpasangan karena mereka dapat nomor undian untuk tampil berdua dengan hukuman duet.



Hengky bingung karena tak kenal dengan Patricia. Hengky tak tahu Patricia bisa nyanyi atau main alat musik apa? 



Hengky sendiri jago main gitar dan piano dan suaranya juga bagus karena dia juga penyanyi di gerejanya.



"Kamu mau nyanyi apa?" tanya Hengky saat mereka bertemu di panggung.



"Wah saya nggak tahu." jawab Patricia gugup.



"Saya tidak bisa nyanyi" lanjut Patricia lagi.



"Kok kaku banget sih. Santai  aja. Sudah biasa aja nggak papa kok," Hengky jadi kasihan pada gadis manis itu. 



"Kamu ikutin saya aja  biar kita dianggap duet deh," Hengky mengambil gitar yang disiapkan panitia reuni.



"Kalau kamu enggak ikutin, kamu bisa kena hukuman yang lain," Hengky lalu mulai ngetes senar gitar.



"Gue enggak tahu elu semua tahu enggak lagu ini. Gue biasa dengar dan gue suka ama lyrick nya. Lagu kesukaan opa gue. MY WAY dari  FRANK SINATRA!" Hengky memberitahu semua hadirin dia akan menyanyikan lagu favorite opanya.



Hengky mulai mengatur mick dibantu oleh dua orang panitia.



"Saya boleh mengiringi pakai piano?" kata Patricia 



"Oh silakan," jawab Hengky.



Maka Hengky memainkan gitar dan Patricia memainkan piano.



Suara Hengky membahana di gedung reuni itu. Sound system memang sangat menunjang.



*But through it all, when there was doubt*


*I ate it up and spit it out*


*I faced it all and I stood tall and did it my way*



Selesai lagu dinyanyikan oleh Hengky, suara gemuruh tepuk tangan langsung terdengar.



Video live streaming saat Hengky bernyanyi dibuat oleh seorang panitia reuni mendapat banyak pujian.



Carol yang memantau acara reuni dari lubang semut persembunyiannya tentu sedih.



Dia tak bisa lagi menampakan wajah aslinya. Sekarang dia berpenampilan tomboy dengan rambut persis lelaki.



Setiap hari hanya mengenakan kemeja longgar dan celana untuk busaha hariannya. Dia bekerja di sebuah hotel di bagian finance.


\*\*\*



"Udah ya, gue bebas sekarang," Hengky menyerahkan gitar pada panitia lalu dia turun dari panggung.



Hengky turun lebih dulu. Dia sudah di lantai saat Patricia masih dua tangga di atasnya lalu Patricia tidak sengaja menginjak gaunnya sehingga  jatuh.



Hengky yang di bawah menolong agar Patricia tidak terjerembab ke lantai. Patricia jatuh dalam pelukan Hengky.



"Maaf ya, maaf, maaf sekali Heng," kata Patricia berkali-kali minta maaf. Panitia yang membantunya merasakan tangan Patricia sangat dingin.



Dave dan Bram yang dekat kejadian juga membantu dan merasakan bagaimana gemetarnya tubuh Patricia.



"Its oke, Pat. Santai," bisik Dave.



Dave menuntun Patricia ke kursinya dan memberikan air putih agar gadis itu tenang.



Hengky sendiri ditahan beberapa rekan yang menegur berbasa basi juga ada yang minta nomor teleponnya.


\*\*\*




"Kamu nunggu apa?" tanya Henky saat melihat Patricia masih kutak kutik ponselnya.



"Dari tadi saya order taksi online belum dapat," jawab Patricia.



"Malam-malam begini naik taksi online, mau hujan pula. Sudah kamu saya antar aja," Hengky menawarkan Patricia tumpangan.



"Enggak usah, enggak usah. Nanti saya merepotkan. Eggak usah saya bisa koq  pulang sendiri,"  kata Patricia menolak bantuan Hengky.



"Sudah tenang aja ayok," Hengky menarik tangan pergelangan tangan Patricia untuk masuk ke mobilnya.



"Di mana alamatmu?" tanya Hengky.



"Jalan BDN 1 Cilandak," jawab Patricia.



"Itu enggak jauh dari rumahku. Kita satu arah," kata Hengky.



"Rumahku di Puri Mutiara," Hengky memberitahu alamat sang opa. Sejak gagal menikah Hengky menjual rumah pribadinya. Dia benci melihat rumah itu. Dia benci karena rumah itu membuat dia ingat kegagalan pernikahannya.



Rumah mereka  memang mereka dekat, maklum saat mereka satu SMA kan pakai sistem rayon, jadi mereka memang masih satu lingkungan.



Sesampai di rumah Patricia Hengky hanya membuka kunci mobil.



"Saya nggak turun ya. Sampaikan salam saya buat orang tuamu."



"Terima kasih," jawab Patricia lalu dia pun langsung turun.  Hengky menunggu Patricia masuk ke dalam pagar lebih dahulu baru dia melajukan mobilnya.


\*\*\*



"Om dengar papamu mengambil alih perusahaan Alberto dan membeli kebebasan Carol," kata Andre saat mereka menuju kantor Ebby. Barusan Ebby bilang ada yang membuatnya harus ke area kantornya karena ada yang ingin bertemu.



"Benar Om pasti rumors itu beredar luas sekarang." Ebby tak menyangkal rumors itu.



"Apa belum ketemu di mana keberadaan Carol?" 



"Sejak hari pertama dia keluar dari gereja Dia nggak pernah luput dari pandangan mata elangnya papa kok." Ebby memastikan Carol tak bisa menghilang walau ganti identitas sekali pun.



"Sejak papa tahu siapa yang menggagalkan pernikahanku, sebelum di gereja sosok Carol Gustav itu sudah ada ditangan papa. Sampai dia ke lubang semut pun pasti papa tahu."



"Mengapa sampai sekarang dia masih bebas berkeliaran?"  tanya Andre ingin tahu.



"Papa ingin membuat dia terhina sampai titik darah penghabisan. Papa akan membuat dia tidak berharga sama sekali. Buat apa ditangkap? Papa nggak akan mungkin nangkap dia kok. Papa hanya akan bikin dia terekspos dengan kehinaannya," jawab Ebby.



Andre mengerti  niat Gunawan. Tak ada alasannya menangkap Carol. Atas kesalahan atau dakwaan yang akan diberikan? Enggak bisa diproses hukum kan? Jadi memang jalan yang Gunawan tempuh sangat bagus.



"Kamu kenapa sih minta diantarnya ke sini?" Andre penasaran karena saat brunch tadi Ebby bilang ingin kembali ke kantor saja. Eh pas jalan pulang Ebby minta ubah tujuan ke cafe dekan apartemen mereka.



"Aku ada janji makan siang dengan dua temanku untuk membicarakan bisnis," kata Ebby.



"Om mau makan siang bareng?" Tanya Ebby basa basi. 



"Enggak lah nggak enak ganggu kamu ngobrol bisnis," lalu Andre mengantar Ebby ke tempat yang diminta oleh gadis itu. Saat baru turun di lobby Ebby sudah disambut oleh Dave  dan Rudolf dengan pelukan hangat disertai kecup di kedua pipinya.



'*Ternyata dua lelaki itu lagi yang kencan dengan Ebby,' Andre melihat betapa akrabnya interaksi Ebby dan dua lelaki itu*.'



'*Dua lelaki itu pasti sudah lolos screening dari Gunawan. Karena kemarin aku lihat salah satu sudah ngobrol dengan Gunawan. Artinya mereka aman bukan orang yang ingin mencari  keuntungan dari bergaul dengan Ebby*.'



'*Tapi bisnis apa mereka ya? Kenapa mereka sering bersama? Apa jangan-jangan bukan bisnis. Salah satu dari mereka adalah kekasih Ebby yang baru*.'



'*Tapi mau apa mau dikata, hubungan sama Hengky juga sudah tak mungkin kembali. Sudahlah*,' Andre pun lalu kembali ke apartemennya.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.