
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Cerita sekarang," pinta Hengky saat mereka telah sampai di cafe. Hengky dan Patricia belum memesan makan malam. Masih jam enam sore. Mereka hanya pesan juice dulu aja.
"Enggak enak sebenarnya tapi ya udahlah, aku ceritain. Semoga ini tidak bikin masalah baru."
"Jadi waktu SMA kelas dua, entah siapa yang mengatakan pada Carol kalau *aku* ***bilang*** *bahwa aku suka sama kamu*!"
"Sebenarnya itu berawal saat aku dan teman-teman menonton kamu lagi main volley."
"Saat itu teman-teman pada ngomong, Ih si Dave keren, Ih si Bram keren, si itu keren, si anu keren. Karena nggak ada yang bilang kamu keren, nggak ada yang berani bilang kamu keren, aku langsung ngomong Hengky juga keren!"
"Rupanya selama ini enggak ada yang pernah berani bilang kamu keren, kamu hebat karena bila Carol dengar akan jadi masalah!"
"Saat aku memuji kamu semua teman-teman pun mulai ngatain kalau aku suka sama kamu padahal dasarnya waktu itu seperti itu."
"Lalu suatu hari aku dicegat Carol. Awalnya aku nggak peduli karena waktu itu aku nggak kenal dia."
"Cewek gatel, di sini loh! Dia bilang seperti itu. Aku tak mengerti kalau yang dia panggil itu aku!"
"Aku kan nggak memang nggak pernah neko-neko apa lagi kegatelan ama siapa pun. Karena aku tetap jalan terus, akhirnya dia jambak aku dan sampai aku terjerembab!"
"Dengan kasarnya dia potong rambut panjangku tak beraturan. Dia gunting juga rok aku."
"Sesudah itu dia tinggal aku begitu aja. Tak ada yang berani nolong melihat aku diperlakukan seperti itu oleh Carol."
"Carol itu sangat apa ya, sangat Barbar aku bilang. Bukan aku aja yang jadi korbannya."
"Banyak perempuan yang dihajar dia, tapi nggak ada yang berani lapor pada kepala sekolah atau yayasan. Karena istri kepala sekolah adalah kerabat Carol."
"Pokoknya dia ada hubungan dengan istrinya kepala sekolah sehingga nggak ada yang berani ngelaporin Carol ke kepala sekolah."
"Itu mengapa aku pikir dia sudah berubah tadi. Kata-kataku tadi siang itu seperti itu aku pikir dia sudah berubah setelah tidak di bawah perlindungan pamannya. Ternyata malah lebih parah."
"Makanya aku dan Ebby sama-sama tak akan pernah memaafkan." Jelas Hengky.
"Bukannya orang tuanya sudah hancur ya?" Tanya Patricia.
"Ayahnya sudah hancur. Tapi enggak hancur banget lah. Masih bisa makan masih bisa hidup tapi maksudnya perusahaannya sudah keambil oleh papanya Ebby."
"Semua harta tersisa diolah oleh mamanya jadi toko grosir pakaian bayi. Jadi keluarga itu masih aman," sahut Hengky.
"Kenapa Carolnya nggak ditangkap?" Patricia penasaran.
"Orang tua Ebby punya pertimbangan lain. Aku yakin orang tuanya Ebby tahu dimana posisi Carol saat ini. Sampai lubang semut pun pasti tahu di mana Carol berada. Tapi mereka punya pertimbangan segera menangkap sekarang sekarang ini."
"Owh gitu. Serius aku penasaran bagaimana dia sekarang."
"Ayo kita pesan makan dulu," Hengky mengajak Patricia makan malam. Sesudah itu Hengky mengantar Patricia pulang.
\*\*\*
"Parah!" Ucap Nick saat mereka ngobrol malam ini.
"Aku juga baru tahu sore tadi dari Patricia." Ungkap Hengky.
Mereka sedang membahas kelakuan Carol pada banyak gadis di SMA dulu. Dugaan mereka saat reuni terbukti kalau saat di sekolah tak ada yang berani mendekati Hengky karena diancam oleh Carol.
"Psikopat!" Ujar Alan.
Selanjutnya mereka membahas rencana liburan mereka.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.
