
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Ternyata Dave sadar lebih dulu. Stella dan Ruddy bertanya mengapa Ebby dan Dave bisa diserang orang.
"Mengapa kau bisa diserang? Bagaimana Ebby ditusuk? Dimana Rudolf?" Stella mencecar Dave yang baru tersadar.
"Apa? Ebby ditusuk? Aku tak tahu. Serius aku tak tahu Ebby terluka," Dave bingung mendengar Ebby terluka.
"Apa yang terjadi? Apakah kamu dirampok?" Desak Ruddy.
Dave diam karena dia tidak ingin menceritakan rahasia dia dan Rudolf.
Saat itu datang polisi yang menanyakan kronologisnya. Dave nggak bisa menerangkan secara rinci.
"Saat itu kami pulang bicara sekalian makan malam dengan Hendrik. Lalu kami bertiga naik taksi untuk kembali ke hotel. ( Dave, Rudolf, Ebby satu hotel dengan Ruddy dan Stella ).
"Sampai jalan sepi itu dicegat oleh mobil depannya. Saya dan Rudolf melawan. Tetapi saya tak kuat lalu tak ingat apa apa lagi."
"Saya tidak tahu kalau Rudolf tak ada. Saya bahkan baru tahu kalau rekan saya tertusuk," jelas Dave.
"Kamu kenal siapa yang mencegatmu?" Tanya polisi
"Saya tidak tahu Pak."
"Jadi kalian bertiga? Satu sedang terluka di ruang operasi dan yang satu tidak ada?"
"Benar Pak. Saat kami tiba hanya ada dua teman kami ini. Sopir taksi juga tak ada." Ruddy memberi keterangan karena dia yang tahu suasana di lokasi ketika menolong Dave.
Polis mendata korbannya yaitu Dave dan Ebby. Polisi mendatangi ruang rawat Ebby yang masih kosong karena Ebby masih di ruang operasi.
Andre yang menunggu di depan ruang operasi memberi keterangan sesuai yang dia ketahui.
\*\*\*
Keluar dari ruang operasi, Ebby dipindah ke ruang intermediate.
Ebby tersadar, dia melihat ada seorang pria menggenggam erat tangannya dan tertidur dengan kepala di ranjangnya dengan posisi duduk. Ebby melihat juga ada kantong darah serta selang infus terpasang di tangannya.
Kemudian Ebby ingat ada mobil mencegat. Andre yang merasa Ebby bergerak lalu bangun.
"Aku kenapa?" Tanya Ebby bingung.
"Kamu terluka, aku nemuin kamu di jalanan," jawab Andre.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Andre.
"Aku, Dave dan Rudolf baru bertemu dengan Hendrik. Kami selesai bicara bisnis. Seharusnya Stella dan Om Ruddy juga. Tapi mereka bilang sudah ada janji dengan Om lebih dulu karena Om akan kembali ke Indonesia besok."
"Sepulang dari makan malam itu kami naik taksi hendak kembali ke hotel. Kami Satu hotel. Juga Stella dan om Ruddy."
"Dijalan yang sepi kami mulai menyadari taksi kami diikuti orang. Sopir taksi marah-marah dan bilang kami membawa kesialan padanya."
"Akhirnya mobil penguntit sengaja menutup jalan kami. Sopir langsung keluar meninggalkan kami."
"Habis itu Dave dan Rudolf berkelahi dengan mereka. Sampai Dave babak belur dan pingsan. Aku melihat mereka membawa Rudolf dengan paksa."
"Terus kenapa mereka nusuk kamu? Pelakunya berapa orang?" Andre penasaran mengapa Ebby bisa terluka dan terseret masalah perseteruan Dave dan Rudolf.
"Mereka bertiga, entah gimana kok aku bisa ketusuk. Aku juga nggak tau kayaknya mereka berantem lalu keluarin pisau lipat, tetapi ditendang Dave hingga pisau terlepas."
"Terus ada seorang berhasil ngambil pisau lipat itu dia mau tusuk Dave, aku teriak agar Dave waspada."
"Orang itu langsung balik badan jadi pisau ngenain aku," kata Ebby.
"Lihat aku berdarah, mereka bertiga kabur membawa Rudolf dan aku berupaya mengambil ponsel di tasku. Aku ingin telepon Stella," ucap Ebby.
Ada inti persoalan yang tidak Ebby ceritakan. Sesungguhnya dia tahu mengapa mereka dicegat dan mengapa Rudolf di culik. Hanya dia tak berani menceritakannya pada siapa pun termasuk Andre.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.
