ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
KAMU IRI?



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Kamu siap Ndre? tanya Meylan, dia melihat putra tunggalnya terlihat nervous. Tak seperti ketika melamar Maura yang seperti hanya main-main tanpa beban.



"Siap Ma. Ayo rombongan udah siap semuanya." Andre mengajak mamanya keluar menemui kerabat yang sudah berkumpul.



Tak sama dengan lamarannya Hengky, lamaran Andre keluarga besarnya diajak. Selain om Yap dan Liem banyak kerabat yang Andre ajak.



Jadi rombongannya lebih besar, tapi sebelum berangkat Andre sudah wanti-wanti : "*Enggak usah bertindak macam-macam kalau kalian nggak ingin dilibas oleh Gunawan. Semua tahu siapa dia sebenarnya*."



Lalu mereka berangkat Hengky dan Patricia pasti ikut sebagai anak tunggal dari Andre.



Andre sudah pernah menikah tak ada yang bisa bantah soal itu.  Dia pernah menikah bahkan putra tunggalnya sudah menikah, dia sudah punya menantu. Tapi deg-degan ini sangat beda.



Saat melamar Maura sama sekali tak ada rasa deg-degan.



Saat itu Andre berpikir : *Ya udah itu berjalan sesuai dengan apa adanya aja*. Bukan karena saat itu dia masih terlalu muda, tapi memang tak merasa ada sesuatu yang spesial. Hanya merasa itu sudah jalan hidup saja.



Saat melamar Maura tak ada hambatan dan ngelamarnya juga cuma ke sebelah rumah.



Saat itu semua persiapan sudah disiapkan oleh Mama Meylan yang masih sangat muda. Semua tak ada yang dibicarakan pada Andre apalagi minta pendapat Andre.



Berbeda dengan persiapan pernikahan yang sekarang. Semua disiapkan oleh Andre dan Ebby sendiri.



Pakaian Andre dan Ebby untuk lamaran ini pun mereka yang siapkan juga pakaian mama Meylan dan papa Herman.



Andre dan Ebby tak menyiapkan pakaian untuk Hengky dan Patty.



"Biarin aja mereka maunya seperti apa. Tak perlu kita siapkan," begitu Andre bilang pada Ebby saat mereka belanja di Singapore kemarin.



"Jangan kamu yang siapin nanti jadi mereka nggak berpikir. Biarin aja mereka bertindak sesuai dengan maunya mereka,"  begitu kata Andre selanjutnya.


\*\*\*



"Kalian pakai baju apa?"  tanya Sekar minggu lalu saat membahas persiapan lamaran yang mendadak.



"Aku pakai CHEONGSAM couple Ma. Kita beli di Singapura."



"Kalau gitu Mama dan papa juga akan pakai yang dari Tiongkok kemarin."



"Bagus dong Ma." Ebby senang mama dan papanya juga akan pakai  cheongsam.



"Mama Meylan dan Herman pakai apa?" tanya Gunawan.



"Mereka aku belikan juga Pa."



"Ya udah kalau gitu kita semua pakai itu," ucap Gunawan.


\*\*\*



Hengky dan Petty kaget karena Andre dan Herman serta Meylan memakai baju cheongsam. 




Pakai baju couple batik mereka pikir aja itu udah WAH, ternyata kejutan dari Andre membuat mereka beda dari yang lain.



Hantarannya pun nggak tanggung-tanggung Andre memang membuat hantaran super heboh. Andre membuat hantaran yang tidak tanggung-tanggung.



Semua dia beli di Singapura waktu itu.  Ebby nggak boleh bayar karena ini adalah hantaran darinya.



"Itu hantaran lamaran nggak salah?" bisik Patty.



"Daddy belanja sebanyak itu buat lamaran, aku malah nggak belanja sama sekali semua disiapin oleh Oma. Walau dia diantar oleh Ebby. Tak ada yang aku beli untukmu. Aku nggak ngerti apa-apa."



"Apa kamu iri Yank?" tanya Hengky.



"Enggak juga. Aku nggak ngiri cuma wow banget ya."



"Untuk sekelas dia apa sih yang nggak? Bahkan dia buang seluruh sahamnya buat aku aja itu sudah wow kan?"



"Apa itu kurang jadi bukti bahwa Ebby nggak butuh punya Daddy?  Kalau Daddy nggak ngimbangin mau diapain muka daddy? Mau dianggap keset?"



"Iya aku ngerti, aku nggak ngiri kok.  Buat keluargaku hantaran kemarin sudah super hebat. Ternyata ini lebih dari super ya."



"Aku nggak tahu apa yang akan mereka jadikan hantaran saat pernikahan nanti. Mungkin miniatur pulau. Kalau miniatur rumah atau miniatur mobil kayaknya sudah nggak mungkin. Ebby udah punya semua itu."



"Daddy enggak mungkin membelikannya."



"Apa miniatur pesawat mungkin?" kata Patty.



"Enggak Ebby nggak butuh pesawat. Papanya punya dua pesawat pribadi."



"Wow, serius?"



"Iya serius. Mereka punya dua, satu khusus untuk dipakai pribadi satu disewakan pada siapa pun yang berani bayar."



"Gila bener ya," ulas Patty.



"Itulah Ebby sih nggak usah dilawan. Kita ngiri berarti kita mau masuk kubur. Kekuatan kita enggak bisa melawan Ebby. Enggak akan bisa."



"Kamu ingat bagaimana Carol yang iri padanya. Bagaimana Nuning dan Claudia."



"Iya aku berpikir seperti itu. Itu sebabnya aku selalu wanti-wanti mama agar jangan bertindak ngawur."



"Karena mamaku yang sering bertindak tanpa mikir panjang."



"Kalau hanya berakibat buat mama sendiri enggak apa apa. Kalau dampaknya akan terimbas pada kita semua gimana?"



"Kamu wajib kasih tahu lah jangan sampai kita terbawa karena kalau kita juga kena, Ebby dan Gunawan itu nggak akan kasih ampunan," kata Hengky.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY!