ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
PLANNING LIBURAN KE BUNAKEN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




PLONG


Itu yang Ebby rasakan ketika berpisah dengan Hengky sehabis mereka bicara.



Keduanya sepakat akan saling dukung dan saling menjaga silaturahmi. Mereka akan berteman baik. Tak saling membenci. Pembatalan jodoh mereka adalah kehendak Yang Kuasa. Itu yang mereka putuskan tadi.



Selama di Indonesia Ebby kembali menggunakan nomor ponsel lamanya. Tak akan hangus karena nomor pasca bayar dan Gunawan membayar nomor anak dan istrinya bersamaan dengan nomor ponselnya.


\*\*\*



Ebby kembali ke kantor lamanya di Indonesia. Kantor yang cabangnya dia buka di Paris untuk sementara.



Bila Ebby akan kembali ke Indonesia, atau dia pindah negara lain, maka keberadaan kantor cabang juga langsung berpindah. Semua itu hanya seperti memindahkan ruang kerja Ebby saja.



"Bu Febri ini berkas yang kemarin di Frankfurt dan ini berkas yang ini berkas dari Sibolga." 



"Sepertinya yang Sibolga ada kurang sedikit Bu," kata staff Ebby.



"Kurang dibagian apa?" Tanya Ebby penasaran.



"Anggarannya sih udah pas ya Bu tapi ini amdalnya belum ada," jawab staff tersebut.



"Coba cek halaman dua itu di sana ada pembahasan AMDAL lebih dulu karena kita bicara tentang lingkungan yang akan digunakan."



"Baik mungkin saya kurang teliti nanti saya lihat lagi deh Bu," jawab staf tersebut.



"Kita bikin acaranya itu di lingkungan penduduk sehingga nggak mungkin kalau AMDAL kita bahas belakangan justru AMDAL kita bahas duluan," kata Ebby dengan antuaias.



"Baik Bu akan saya perhatikan dari awal lagi," Staf tadi mengira di awal itu hanya prakata seperti biasa. Belum masuk ke pembahasan.



"Bila nggak ada permasalahan coba kamu membuat wacana untuk di daerah Bunaken kayaknya bisa tuh. Saat ini teman saya lagi ke sana sih. Cuma ya semoga aja kita kan bisa bikin dengan tim lain, bukan dengan mereka sehingga jaring kerja kita semakin luas," kalau di kantor semua pegawainya memanggilnya Bu Febri karena namanya adalah Febbryanti.




"Oke coba kamu buat di Bandung tapi jangan di kotanya." 



"Kita bikin misalnya di daerah Ciwidey, di Parongpong, atau di Cihideung.  Tuh kan nggak terlalu pelosok tapi juga nggak di tengah kota." 



"Bisa juga di kota lain seperti Jogja atau Semarang. Tapi jangan di tengah kota. Kemarin di Frankfurt konsepnya seperti itu. Maka di Sibolga kami bikin konsep itu." Ebby menjabarkan apa yang dia inginkan.



"Baik Bu, kami matangkan beberapa untuk meeting dua minggu lagi," staf tersebut pun langsung pamit dari ruangan big bossnya itu.



Belum sempat Ebby memperhatikan laptopnya pintu sudah kembali terbuka. Sekar tampak berjalan masuk ke ruang kerja putrinya.



"Tumben Ma, enggak sama papa?" Tanya Ebby.



"Papa langsung ke proyek, Mama habis tanda tangan MOU. Beda jalur hari ini" Sekar bukan hanya istri bagi Gunawan. Malah Sekar yang banyak berpikir dalam setiap tindakan.



Jadi Sekar adalah otaknya sedang Gunawan adalah pelaksana atau eksekutor. Tak ada yang tahu kerja di belakang layarnya Sekar. Banyak yang mengira Sekar hanya ibu rumah tangga tanpa power.



"Ada perkembangan apa?" Tanya Sekar.



"Lagi pengen bikin di Bunaken. Tapi Rudolf dan Dave belum kasih info. Gimana kalau kita yang piknik kesana sekalian survey lokasi?" Usul Ebby.



"Ya oke, nanti Mama lihat jadwal papa. Mama geser-geser biar kita bisa lima hari disana. Satu minggi dengan perjalanannya. Gimana?" Tanya Sekar.



"Deal. Aku tunggu jadwal keberangkatan kita," balas Ebby senang.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE ya.



![](contribute/fiction/6576983/markdown/10636434/1678882255261.jpg)