
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Hallo By, sini masuk." Sapa Meylan saat seorang pegawai mengantar Ebby kekebun belakang tempat dia sedang memotong daun anggrek kering sambil tetap duduk di kursi rodanya.
"Hai Oma, gimana kesehatan Oma?"
"Puji Tuhan oma sehat. Kok sendirian?" tanya Meylan.
"Aku dari kantor Oma."
"Loh kamu udah kerja?" Seru Meylan kaget. Meylan sangat menyukai dan mencintai Ebby sejak dia pacaran dengan Hengky. Gadis itu sangat tulus dan tidak dibuat-buat.
Sejak dulu Ebby sering datang ke rumahnya bukan untuk sekedar bertemu Hengky tapi kadang seharian ngobrol dengannya saat Hengky tak ada dirumah.
"Sudah Oma, cepet kok pakai obat yang dari Sinshe itu, lukaku udah kering."
"Cuma sama papa masih disuruh bawa pengawal," Ebby masih ditemani oleh perawat yang dia suruh nunggu di mobil aja,
"Iya By, dokter Oma juga bilang progresnya cepat. Maka oma mau tanya mamamu buat pesan lagi."
"Oma mau tanya obatnya harus beli di mana?"
"Udah nggak usah beli Oma nanti aku bawakan lagi aja." Kata Ebby.
"Koq sepi Oma, apa belum pada pulang kantor?"
"Opa mungkin sebentar lagi sampai rumah tadi udah bilang dia on the way. Hengky ke Bunaken sama Patricia dapat tugas kemarin dari Andre. Andre sendiri tadi pagi pamit ke Bali. Dia bilang siang berangkat dari kantornya."
'*Wah ternyata dia memang benar ke Bali*,' batin Ebby.
Ebby sebenarnya pengen ngecek keberadaan Andre, tapi dia muter dulu dia pura-puranya nanya Hengky.
"Wah asyiiik ke Bunaken berdua. Apa mau reservasi area buat pernikahan mereka?" tanya Ebby.
"Enggak. Mereka belum jadian kok," Kata Oma.
"He he he Oma kayak tahu aja ah," goda Ebby.
"Tahu, itu masalah kerjaan kok. Bukan pergi berdua untuk kencan."
"Kalau om Andre kenapa ke Bali?" Di depan Meylan Ebby masih memanggil Om.
"Dia nggak bilang sih kenapa-kenapanya. Ada urusan apa nggak bilang sama Oma. Dia pergi dadakan kok. Dia juga cuma bawa baju sedikit, kayaknya nggak bawa koper bawa ransel aja."
"Tapi sih dia bilang bisa sehari bisa seminggu gitu. Tergantung kerjaannya selesainya kapan."
"Kirain ada proyek juga di Bali," selidik Ebby.
"Enggak tahu, orang nggak ada proyek baru atau proyek terusan. Karena dia memang sudah beberapa kali kan ke Bali."
"Oma sih pengennya dia buka kantor di Bali aja yang di Paris kan udah dijual. Kalau nanti ke Bali kan lebih dekat daripada dia di Paris."
"Mungkin karena memang dari dulu kan dia tinggal di luar Indonesia.
\*\*\*
"Koko bilang Rudolf sudah Koko bawa ke Jakarta, mengapa kita ke Bali?" Tanya Andre saat mereka akan naik pesawat.
"Yang akan kita cek adalah sindikat yang mau kita libas, sindikat yang menculik Rudolf. Aku kira itu penculikan biasa ternyata di backingi sindikat. Itu yang membuatku harus turun tangan."
"Oh gitu."
"Aku penasaran dengan sindikatnya."
"Baiklah."
Gunawan dan Andre tidak menginap di hotel tapi di sebuah villa yang disiapkan oleh David.
"Ada apa? Mengapa saya harus hadir?" Tanya Gunawan tanpa buang waktu. David sudah menunggu di villa.
"Ini Bos," David memaparkan link dan bagan yang Andre tak mengerti apa maksudnya.
"Wah kalau begini sih lain cerita," ujar Gunawan dengan mata beringas.
"Makanya saya minta bos ke sini karena saya mau ekseskusi langsung koq kaget melihat latar belakang penculikan Rudolf yang bukan hanya karena cinta saja."
Rupanya Hendrik entah disengaja atau tidak, diketahui atau tidak, mengajak kerja sama sindikat di belakang layarnya yang berkaitan dengan kasus yang melukai Sekar 34 tahun lalu!
Tentu saja Ini membuka luka lamanya Gunawan. Walaupun persoalan penculikan Rudolf tak ada hubungan langsung dengannya, tapi persoalan Hendrik yang akan menggunakan putrinya sebagai tameng dengan seakan-akan dia mencintai Ebby membuat Gunawan tak mau memaafkan. Terlebih sekarang. Saat tahu sindikat yang memayungi Hendrik adalah musuh lamanya.
\*\*\*
"Bagaimana bisa seperti ini?" tanya Hendrik.
"Entahlah saya nggak ngerti pokoknya semua seperti itu."
Hendrik bingung semua usahanya hancur lebur tak bisa terselamatkan hanya dalam tempo 2 x 24 jam!
"Bagaimana mungkin?" begitu Hendrik terus bertanya.
"Pasti kau telah menyinggung seseorang yang berpengaruh." jawab seorang temannya.
"Maksudmu?"
"Saat kau mengambil Rudolf ada orang di belakang yang tidak suka dengan tindakamu atau kau minta tolong pihak lain yang punya musuh."
"Nah musuh dari pihak penolongmu melihat kau bisa diserang. Jadi kau lah yang jadi tumbal!"
"Enggak mungkin, nggak mungkin Rudolf itu bersih tidak ada hubungan apa pun dengan mafia."
"Tapi penghancuran semua usahamu ini adalah jalur mafia. Pasti kau telah menyinggung seseorang atau musuh pihak yang membantumu menyerang kau yang lemah dan bisa dihancurkan."
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang baru aja terbit dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
Atau juga judul lain yang baru terbit dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN