ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
KO HENGKY



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Hengky dan Patty tambah terpesona ketika masuk ke rumah Gunawan. Di sana baik perhiasannya, dekorasinya mau pun musiknya adalah dari tradisional leluhur Gunawan.



"Ini benar-benar pesta leluhur," ucap Hengky karena saat tadi mereka datang disambut oleh tarian barongsay mini yang sangat menakjubkan.



"Dulu waktu kamu ngelamar dia gimana?" Bisik Patty pada suaminya.



"Standart aja, enggak istimewa kayak gini." Jawab Hengky.



"Berarti memang beda ya cinta mereka."



"Ya aku merasakan itu. Kami empat tahun kenal dekat loh, satu kali pun tak pernah dia memanggilku dengan hormat KOKO.  Daddy baru berapa bulan aja langsung dia panggil Koko."



"Perlakuannya pada Oma juga beda. Dulu dia memperlakukan Oma sebagai orang tua yang agak jauh.  Sekarang dia suka hangat banget ke mama mertuanya."



"Aku bisa lihat cinta tulusnya mommy kepada Oma." Patty jujur menilai Ebby.



"Eh iya ya, lupa aku dari tadi nyembut Ebby.  Dia tu MOMMY ya?" Hengky beneran lupa kalau sosok yang dulu pernah dekat dengannya adalah calon istri ayahnya.



"Iya kamu gimana sih. Koq bisa lupa?"



"He he lupa Yank," kata Hengky.



"Mulai sekarang jangan suka lupa lagi kalau dia mommy kita."



"Iya Yank. Akan aku upayakan enggak lupa tadi beneran lupa," kata Hengky.



Begitu masuk dilihat pakaian tuan rumah juga menggunakan pakaian tradisional cheongsam.



Ebby belum turun. Tak ada yang tahu pakaian apa yang akan dia kenakan kali ini.



Ketika tamu sudah duduk semua. Sekar memberi kode pada seseorang.  Musik berubah lembut dan pelan.



Dari tangga turun seorang putri.



Putri Tiongkok asli turun dengan lemah gemulai dan senyum manis di bibirnya.



"Wow," kata Hengky kagum dengan langkah yang disiapkan Andre dan Ebby dalam acara lamaran mereka.



"Apa seperti itu waktu lamaranmu dulu?" Bisik Patty penasaran.



"Enggak usah berpikir tentang lamaranku dulu. Enggak ada yang spesial. Kalau kamu berpikir buruk nanti juga jadi tambah sakit hati. Saat ini aku hanya mengagumi dia sebagai sosok mommyku! itu aja."



"Kamu jangan berpikir negatif ya Yank. Saat denganku dia enggak ngatur acara istimewa. Hanya standar sederhana aja."



"Mungkin itu jalan Tuhan karena sudah tahu kalau kami bukan jodoh. Sekarang dia bukan apa-apa aku. Dia mommy-ku.  Ngerti kamu?" bisik Hengky.



"Iya, aku ngerti KO."



"Nah gitu dong manis panggil aku Koko."



"Mommy bisa seperti itu, masa aku nggak bisa," ucap Patty.



Patty bukan keturunan Chinese seperti Hengky tapi dia akan mencoba menyelami budaya suaminya.




![](contribute/fiction/6576983/markdown/10636434/1683290100837.jpg)



\*\*\*



Meylan tak percaya kalau waktu yang diminta Ebby dan Andre hanya dua minggu dari saat ini!"



"Mama Meylan dan Mama Sekar enggak perlu repot kami sudah siapkan WO, kami sudah siapkan gedung."



"Mama berdua tinggal pilih menu apa yang kalian inginkan."



"Mereka akan datang ke tempat mama Meylan dan Mama Sekar. Jadi kalian harus bertemu bareng,"  kata Ebby.



"Kalau makanan kami nggak mau ikut-ikut. Soal undangan dan souvenir sudah jadi.  Begitu pun tanggal dan semuanya. Jadi dua minggu itu bukan waktu perlu dikhawatirkan.  Semuanya sudah siap, bahkan untuk nikah lusa pun kami siap," kata Andre.



"Jadi semuanya sudah siap?" tanya Gunawan.



"Sudah Ko, eh maaf sudah Pa," kata Andre pada Gunawan.



Sekarang dia nggak bisa manggil Koko dan Cece lagi karena sudah harus merubah panggilan.



"Kalau gitu Papa dan Mama tinggal kasih hadiah."



"Enggak perlu hadiah Pa. Izin Papa dan Mama saja sudah merupakan hadia terindah buatku," jawab Ebby. 



Ya izin istimewa Gunawan dan Sekar dia bisa menikah dengan lelaki tua yang pernah akan jadi mertuanya itu sudah sangat luar biasa!


\*\*\*



Andre dan Ebby sudah mempersiapkan semuanya untuk pernikahan mereka.



Tak ada yang tahu sebelum lamaran, mereka sudah menyewa gedung juga sudah menyiapkan pakaian pernikahan mereka.



Mereka sudah menyiapkan souvenir dan perias pengantin serta biro jasa foto mulai prewedding hingga usai acara. Pokoknya semuanya sudah beres.



"Aku enggak keberatan kok kalau kamu mau gereja yang kamu pilih dulu dengan Hengky."



"Enggak kok biar gimana pun kita adalah kita."



"Aku nggak mau menjalani tempat lama." Balas Ebby.



"Jangan merasa terbebani dengan sesuatu. Katakan aja semuanya," ungkap Andre.



"Enggak aku, aku tak terbebani apa pun."



Untuk gereja Ebby dan Andre memilih yang dekat rumah Ebby saja. Walau Andre sudah mengatakan tak keberatan menikah di gereja yang pernah Ebby inginkan untuk menikah disana.



Tapi rupanya gereja itu sudah tak ada gregetnya buat Ebby jadikan tempat sakralnya dengan Andre. Sekarang Ebby ingin menikah di gereja tempat dia biasa beribadah rutin setiap minggu saja.



Ebby dan Andre sudah memberitahu dan mengirim undangan serta tiket buat Dave, Ruddy dan Stella.



Undangan tentu dikirim dengan nomor barcode penerbangan mereka.



Andre dan Ebby nggak mau teman-teman mereka itu nggak datang. Karena tak ada tiket.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY!