ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
KAKEK ATAU AYAH?



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Seperti yang istriku bilang sejak awal dia tidak mau aku menguji jati diri Aheng, tapi ya seperti yang tadi Ebi bilang juga, aku ingin tahu bagaimana mungkin Maura yang masih virgin bisa punya anak dari laki-laki selain aku?"



"Sedang selama ini dia tidak pernah selingkuh. Kemana pun kami selalu bersama. Itu yang jadi pemikiranku."



Setelah aku dapat hasil tentang Aheng yang bukan anak biologisku, aku  beritahu papa. Aku dan papa diskusi bagaimana mungkin Maura merahasiakan sesuatu hal yang sangat besar seperti ini bertahun-tahun?"



"Akhirnya aku dan papa mencari bukti. Aku dan papa membongkar barang-barangnya Maura di gudang."



"Saat itu Ebby sengaja membawa Mama agar tidak ketahuan apa yang kami lakukan."



"Dan aku menemukan bukti bagaimana Maura bisa hamil bukan anak aku." Ebby memberikan sebuah buku pada Andre dari dalam tasnya.



"Kamu tahu Heng waktu itu kamu diajak Opa ke rumah kakek Jeffey. Opa kesana karena ingin mengambil sampel dari Jeffry juga kamu."



"Lalu Opa juga langsung mengurus sendiri uji lab-nya. Daddy nggak tahu sama sekali. Daddy baru tahu disini sejak semalam karena Opa minta ketemu hari ini disini."



"Kami mendapatkan bukti bahwa kamu memang anaknya Jeffry. Mungkin kamu ingin tahu apa yang ditulis mamamu," Andre memberikan buku diary yang sengaja Ebby bawa karena takut dibutuhkan.



Aheng membaca bagian yang sudah ditandai oleh pemisah buku oleh Ebby.



Aheng dan Meylan tak percaya bagaimana kelakuan buruk Jeffry yang melakukan pemerkosaan pada anaknya sendiri.



"Sebenarnya tadi Opa juga sudah berpikir bagaimana bicara denganmu dan dengan Oma tanpa menyakiti siapa pun." Herman mulai bicara.



"Opa tak ingin kamu dan Oma tersakiti dengan fakta ini."



"Tapi Irene dan kedua anak-anaknya harus tahu kelakuan buruknya Jeffry."




"Aheng aku minta maaf karena keinginanku punya anak membuat kamu jadi seperti ini," sesal Ebby.



"Enggak apa apa Mom,"  Aheng tersendat menjawab perkataan ibu sambungnya.



"Kamu tetap anak Daddy apa pun yang terjadi. Kamu tetap anak Daddy," kata Andre sambil menepuk bahu Aheng lembut.



"Tapi di Marga mungkin kamu nanti pakai Marga Mamahmu begitu pun anakmu pakai Marga mamamu," ucap Andre.



"Atau bisa juga kita tidak usah ubah marganya Aheng, nanti anaknya saja nggak usah pakai Marga," ucap Herman.



"Enggak mungkin anak nggak pakai Marga Pa," Andre memberi alasan pada Herman.



"Kalau anak Aheng  laki-laki pakai Marga Oma aja. Kalau anaknya Aheng perempuan Marga Opa," kata Meilan.



"Marganya Aheng nggak usah diganti semua sudah tahu dia adalah Nugroho," kata Meylan.



"Kalau perempuan biarkan dia pakai Nugroho, nanti juga nanti akan terhapus saat menikah."



Aheng merasa dia lebih baik tak memakai marga ayah kandungnya sekaligus marga mamanya. Dia tak mau pakai karena nama itu. Nama seseorang yang selama ini telah membunuh karakternya. 



Bagaimana dia mau menyebut Maura? Kakak atau mommy? Dan kakek atau ayah buat Jeffry?



Aheng sangat berhutang budi pada keluarga Nugroho dia yang bukan darah daging mereka dipelihara dan diberi kasih sayang, diberi banyak harta oleh keluarga Nugroho dia tidak akan menyia-nyiakan hal itu dia akan membalas budi dengan selalu bersikap baik. Walau bagaimana pun Aheng  sedikit syok dengan kondisi jati dirinya saat ini.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ