ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
JAUH BEDA



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Pagi amat? Kamu mau berangkat jam berapa?" Tanya Gunawan pada putri tunggalnya.



"Aku nunggu dijemput ko Andre." Jawab Ebby.



"Tapi dia kesiangan nggak?"



"Ya enggak tahu yang penting saat dia datang aku udah siap. Kalau nggak ya udah aku nggak datang," jawab Ebby santai.



"Ya jangan gitu lah kamu tanya dulu sekarang dia udah siap belum. Udah berangkat belum?" Sekar paling tak suka bila ada keributan karena masalah sepele.



"Janjinya kemarin bagaimana?" kata Sekar lagi.



"Janjinya aku mau diajak makan sarapan bareng. Habis itu kan aku dandan." Balas Ebby.



"Kamu sudah panggil  MUA-nya?"



"Sudah MUA aku kasih alamat ke sana buat dandanin aku sama Mama Meylan," balas Ebby.



"Oh gitu."



"Iya makanya kalau aku dijemputnya telat ya bukan salah aku." Baru saja Ebby selesai bicara begitu mobil Andre masuk ke mansionnya Gunawan.



"Nah itu dia panjang umur dia udah sampai," Sekar bersyukur Andre datang tepat waktu, dia langsung menyambut calon menantunya itu. Sedang Ebby bergegas ke kamar mau ambil koper kecil berisi sepatu, tas dan alat make up. Baju Andre dan baju miliknya sudah siap dalam plastik dan ada gantungannya tentu.



"Hampir kamu digorok Ndre," goda Sekar.



"Kenapa Ce?"



"Kamu datangnya kesiangan orangnya udah cemberut." 



"Ih nggak sih nggak kesiangan ini pas kok. Nanti sampai rumah pas jam sarapan," Jawab Andre cepat.



"Kamu masuk daripada kamu digorok," Andre tertawa, dia melihat Ebby sudah membawa koper kecilnya dan maid membawa gantungan baju miliknya dan milik Ebby.



"Sudah siap?" tanya Andre lembut sambil mengecup pipi Ebby dengan lembut.



"Sudah," jawab Ebby dengan cemberut.



"Jangan cemberut gitu. Nanti cantiknya hilang." Goda Andre.



"Kalau aku nggak cantik ya udah nggak usah dipacarin," balas Ebby ketus.



"Memang aku nggak mau pacarin kamu kok,"  jawab Andre santai.



"Kokoooooo,  mulai deh mulai,"  Ebby langsung menutup mulut Andre dengan tanganya.



"Makanya jangan mancing duluan. Ayo pamit papa dan mamamu,"  Andre mengajak Ebby untuk pamit pada  kedua orang tuanya.


\*\*\*




"Hati-hati ya."



"Ma, Pa, aku pergi dulu," kata Ebby.



"Ya. Salam buat opa Herman dan oma Meylan ya," kata Gunawan.



"Ya Pa, nanti aku sampaikan."


\*\*\*



"Kamu serius berangkat ke Aussie besok *Babe*?" tanya Andre saat mereka sudah di mobil.



"Kenapa?" Ebby balas bertanya.



"Nanya aja mau berangkat jam berapa?  Mau aku antar nggak?"



"Enggak perlu lah aku berangkat sendiri aja."



"Oh ya udah." Andre kembali fokus pada jalan raya di depannya.



"Koq nggak nanya sih aku berangkat jam berapa?" Ebby kesal Andre terkesan tak acuh.



"Tadi kan aku tanya mau berangkat jam berapa dan apa perlu aku antar,  kamu bilang nggak usah. Kok dibilang aku nggak nanya jadwal berangkatmu?" Andre tak mengerti mengapa dia disalahkan.



"Emang kamu biarin gitu aku berangkat sendiri?" Rajuk Ebby.



"Ya biarin lah, silakan aja. Kamu butuh satu hari sendirian di sana oke. Atau mau satu minggu sendirian di sana oke, aku nggak problem kok," jawab Andre.



"Kok kamu gitu sih?" Protes Ebby makin sebal.



"Yang mau ikut ke Aussie siapa? Kan kamu. Kok tiba-tiba kamu mau berangkat duluan? Ya silakan, aku mau bilang apa?"



"Mau aku, kamu tuh kepoin aku, lalu kamu ikut barengin aku berangkatnya."



"Ya enggaklah. Ngapain aku rubah jadwalku. Mau marah ya silakan. Capek kalau harus ngikutin sikap kamu kayak gini."



"Kecuali kamu bicara Ko besok kita berangkat dipercepat yok, lalu kita diskusi, itu aku oke."



"Tapi kalau kamu tiba-tiba mutusin seperti itu ya aku akan biarkan sesuai dengan keinginanmu. Aku nggak mau mengekangmu kok."



"Apa aku salah? Aku sudah membebaskan kamu. Aku salah?" kata Andre.



Ebby diam.



'*Memang pacaran dengan orang dewasa dengan orang yang seumuran jauh beda ya. Andre sama sekali nggak ngelarang aku berangkat duluan atau mbarengin aku tapi malah membiarkan apa yang aku mau*.'



'*Untung aku belum ubah tiket*!'


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN