
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Akhirnya semua siap untuk sarapan di cafe rumah sakit tempat kemarin Sekar beli makan malam.
"Kamu ngapain beli kopi lagi. Kopimu kurang?" Sekar bingung mengapa Andre memesan kopi lagi.
"Buat Ebby," sahut Andre ringan.
"Kenapa?" tanya Gunawan.
"Kemarin saya ditegur sama dia karena nggak beliin dia kopi sore. Lalu saya janji kalau saya beli lagi akan saya belikan untuk dia," jelas Andre.
"Oh iya?" Sekar melihat ada kejujuran dari sikap Andre. Dia jadi ingat Hengky yang dia suka untuk jadi menantunya. Rupanya Meylani dan Andre memang mendidik Hengky sangat baik.
"Nanti kalau saya nggak tepati dia ngamuk." Jelas Andre.
"Itu memang sudah sifat dasarnya. Ebby benci sekali orang yang tidak menepati janji," Sekar sangat hafal karakter putrinya. Karena memang dia yang membentuk sifat seperti itu.
"Iya seperti itu dia marah sekali pada orang yang tidak menepati janji," Gunawan membenarkan apa yang Sekar katakan.
"Sama seperti saya," kata Andre.
"Stella, Ruddy, hari ini saya mau urus surat kepulangannya Ebby. Kami akan bawa dia ke Indonesia," kata Gunawan.
"Kok begitu Om?" Tanya Stella.
"Mungkin kamu sebaiknya tanya Dave siapa yang bisa urus dia kalau memang kalian mau pulang ke Paris," kata Gunawan.
"Enggak Om, biar aja kami sama-sama di sini," Stella memberi pendapatnya.
"Nggak apa apa kok. Memang dia nggak ada keluarga. Kami nggak tahu juga tapi nanti kami tanya bila dia ingin dirawat keluarganya. Tapi kami tak keberatan mengurusnya," jelas Ruddy.
"Dave pakai asuransi kok tidak memberatkan kami," kata Ruddy.
"Mohon maaf ya kalau memang kita langsung pulang karena lebih enak kita merawat Ebby di rumah aja. Maksudnya di Indonesia."
"Karena kami juga ada pekerjaan. Kan nggak bisa kami tinggal lama-lama," kata Sekar.
" Iya Tante nggak apa apa, semoga Ebby cepat pulih." Stella mengerti kondisi orang tua Ebby.
Selesai sarapan semua langsung bersama masuk kerumah sakit.
"Aku mau nengok Dave dulu," pamit Andre.
"Kamu antar kopinya Ebby dulu," saran Sekar.
"Nggak kok nggak apa apa, yang penting lihat Dave dulu. Kalau sudah di ruang Ebby nanti susah keluar," ungkap Andre.
"Biasanya saya keluar kalau dia dibasuh oleh perawat. Tapi kali ini kan sudah lewat waktu basuh sehingga akan sulit saya keluar kalau bukan jam dia basuh."
"Kenapa?"
"Dia bisa ngambeg kalau ditinggal sendirian,"
"Sekarang kan ada kami."
"Oh iya ya. Oke saya antar kopi dulu baru nanti ke ruang Dave," Andre plong karena dia akan bebas keluar ruang rawat Ebby.
"Biasanya mungkin karena dia sendirian jadi dia marah Ndre," kata Sekar.
"Bisa jadi sih. Dia marah besar kalau ditinggal sendirian. Dia nggak ada teman. Biasanya aku dan Stella tukeran. Stella ke ruangan Ebby, aku ke ruangan Dave biar nggak bosen lah."
\*\*\*
"Kok lama sih?" Protes Ebby begitu rombongan datang.
"Kami sarapan bareng dulu. Sekalian nunggu Stella datang ke homestay," Gunawan yang menjawab protes putrinya.
"Kamu sudah makan?" Tanya Andre mendekat ke brankar Ebby.
"Belum," kata Ebby sambil cemberut.
Memang terlihat sarapannya Ebby masih utuh.
"Belum sarapan berarti belum minum obat juga kan," kata Andre.
"Ya belum lah," jawab Ebby ketus.
"Berarti kopi ini tidak bisa kamu minum karena kamu belum minum obat."
"Kan aku nunggu sarapan dari mamaku," protes Ebby.
"Oh iya," kata Sekar. Dia pun menyerahkan bubur yang Ebby minta.
Andre meletakkan gelas kopi yang dia beli. "ini janjiku kemarin udah lunas ya," jawab Andre.
"Sekarang banyak teman, saya ke kamar Dave dulu ya," pamit Andre.
"Oh iya," kata Gunawan. Andre langsung keluar ke ruangan Dave. Lelaki itu sudah sarapan dibantu oleh Stella.
"Ayo Dave, makan yang banyak biar cepat sehat ya," oke.
"Sudah dapat kabar Ebby boleh pulang kapan?" tanya Dave.
"Aku dengar papanya mau bawa pulang dia ke Indonesia."
"Oh iya belum diurus surat dokternya. Mungkin habis sarapan nanti bapaknya urus ke dokter. Jadi tunggu kepastian dari dokter periksa kondisinya baru ada surat keterangan boleh dibawa pulang."
"Aku pasti akan kehilangan dia kalau dia pulang juga kehilangan dirimu. Kamu teman yang baik," kata Dave tulus.
"Kita bersaudara Dave, harus selalu saling bantu," jawab Andre.
"Aku tahu kamu baik, Stella banyak bercerita tentang dirimu," jujur Dave memuji Andre.
"Itu hanya kebetulan saja," jawab Andre.
Sampai agak siang Andre masih tetap di ruangannya Dave. Dia tidak kembali ke ruangan Ebby. Saat mau makan siang baru Andre dan Stella serta Ruddy keluar dari ruang Dave karena dia sudah tertidur kembali.
Stella dan Ruddy berpapasan dengan Gunawan yang baru selesai minta surat rekomendasi dari dokter.
"Bagaimana Om boleh pulang?" tanya Stella.
"Belum hari ini dokter akan mengontrol Ebby sehabis makan siang. Keputusannya nanti malam."
"Saya kira bisa pulang hari ini," ungkap Stella.
"Belumlah belum diperiksa semuanya. Paling cepat ya besok siang. Kalau nggak ya lusa boleh pulang kalau hasilnya baik," Gunawan menjelaskan semua pada Stella.
Saat tiba di dalam ruangan rawat Ebby, Andre langsung disemprot Ebby.
"Ngapain balik ke sini?" Sekar memandang Ebby dengan tak percaya. Andre hanya diam.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.
