ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
HASIL DIPLOMASI



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Andre masuk ke kamar Ebby di rumah ini.  Pelan-pelan dia tutup kembali pintu kamar.



Andre melihat Ebby sedang terbaring telungkup. Ada ponsel di tangannya. Andre melihat ada laptop di meja sofa ruangan itu.



Andre mendekati kekasihnya, dia kecup pelipisnya karena nggak bisa cium kening atau bibirnya sebab posisi tidur Ebby telungkup.



Ebby merasa ada seseorang yang menciumnya dia pun mengangkat wajahnya dan melihat ada Andre di kamar itu.



"Lho kok sampai sini Ko?"tanya Ebby tak merasa bersalah telah membuat Andre kalang kabut.



"Apa salah kalau aku ke sini? Istriku lari dari pesta dan membuat semua orang khawatir." Andre melu-mat bibir Ebby yang telah membalik badan.



"Aku nggak lari Ko," jawab Ebby setelah ciuman panjang yang Andre lakukan.



"Lalu kenapa bisa sampai nyebrang pulau, nyebrang negara kalau kamu nggak lari? Kamu marah sama aku?" kata Andre.



"Aku nggak marah sama Koko."



Andre masih tak percaya Ebby nggak marah padanya tapi pergi jauh sampai ke negara tetangga.



"Aku memang marah tapi bukan sama Koko.  Bukan sama mama papa juga. Aku benci Claudia dan perempuan itu." seakan mengerti apa pikiran kekasihnya Ebby menjelaskan kalau dia tak marah pada Andre dan kedua orang tuanya.



"Seharusnya kalau seperti itu, kamu bilang sama aku. Bukan malah bikin aku jungkir balik ketakutan nyariin kamu."



"Koko koq bisa langsung dapat aku di sini?"



"Ada mama papamu di luar. Mereka yang bawa aku kesini."



"Ya ampun mereka ke sini?"



"Ya iyalah. Gimana mereka nggak jungkir balik memikirkan anak tunggalnya kabur? Untung mama dan papamu punya jantung kuat. Kalau nggak, mereka bisa terkapar mati berdiri nyariin kamu."



"Begitu pun sama  mama Meylan. Kalau tidak di bujuk-bujuk dia juga sampai stres."



"Maaf Ko, Maaf," sesal Ebby. Dia tak berpikir tindakannya akan berakibat buruk seperti ini.



"Kamu bukan anak kecil lagi sayank, kamu tuh sudah dewasa. Sebentar lagi mungkin kita punya cucu, walau takkan menutup kemungkinan punya anak juga. Jadi nggak gini caranya bertindak."



"Aku kayak gitu karena aku sangat keqi, jadi pelampiasannya aku ingin tidur sama nainai aja."



"Enggak tidur sama aku aja?" Goda Andre.




"Mengapa aku yang dibenci? Yang dicium siapa kenapa aku yang jadi sasaran kebencianmu? Saat itu pun ada papamu di sebelahku kami nggak tahu tiba-tiba dia memeluk dan menciumku seperti orang kese-tanan."



"Dia mencium itu bukan sekilas lho Ko," protes Ebby.



"Jujur itu yang aku juga nggak tahu dia langsung memegang pipiku dan menciumku seperti itu. Aku nggak ngerti mengapa," kata Andre.



"Bahkan aku berupaya agar dia tidak mencium bibirku. Bagaimana sulitnya aku memalingkan wajah agar dia tidak bisa mendapatkan bibirku ini," kata Andre.



"Maaf Ko. Maaf aku emosi tadi."



"Ya aku maafin, tapi please jangan ulangin lagi. Jangan bikin semua orang kalang kabut."



"Mama Meylan sangat takut kamu akan berubah sikap padaku dan membuat pernikahan kita gagal gara-gara kasus perempuan tadi. Mama sudah trauma dengan kegagalan."



"Iya Ko."



"Aku lebih baik kalah tender ratusan miliar daripada kehilangan kamu," lanjut Andre lagi.



"Gombal." 



"Serius. Aku bahkan meninggalkan resepsi Hengky gara-gara kamu. Padahal papamu melarangku ikut kesini."



"Eh barang kita masih di hotel lho Ko," Ebby berupaya mengalihkan thema pembicaraan.



"Ya kamu sih yang bikin semua barang kita masih di hotel." 



"Biarin aja lah nggak apa-apa. Nanti kita kembali dari Singapura lalu ke hotel itu aja. Itu kan hotel milik papa."



"Bukan soal hotel itu milik siapa, tapi cara kamu itu nggak bijak." 



"Aku udah ngaku salah sejak tadi. Aku udah ngaku salah dan akan berubah," Ebby bangkit duduk dan memeluk Andre agar dimaafkan.



"Sekarang kita keluar yuk. Kasihan mama papamu mereka cemas."



"Koq Koko boleh masuk ke kamar ini?"



"Yah diplomasi akulah.  Gimana mungkin aku nerobos kesini kalau enggak diplomasi?"



"Ya udah yuk keluar," ajak Ebby.



"Kiss dulu," pinta Andre. Tanpa keberatan Ebby mencium Andre terlebih dulu.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY !