ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
DUNIA RUNTUH VERSI HERMAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


Penasaran Herman mengambil amplop dan kertas yang dibuang oleh istrinya tadi.



Herman membacanya dan meneteskan air mata.



'*Pantas Meylan langsung membuangnya dan bertangisan dengan Ebby*.'



"Ada apa Opa?" tanya Aheng, setelah melihat omanya menangis berpelukan dengan Ebby, sekarang dia melihat opanya memeteskan air mata.



"Diambil kertas itu lalu dia langsung memeluk Andre dengan hangat.



"Selamat ya Dadd, semoga semua sesuai dengan impian dan sehat selalu." 



Patty bingung dia mengambil kertas yang di tangan suaminya. Ternyata kertas itu adalah copy sebuah hasil tes di rumah sakit yang menuliskan bahwa Ebby telah hamil. Itu yang membuat Meylan kaget dan tak sadae kertasnya dia lempar.



Rupanya impian anak dan menantunya sudah terkabul walau belum lahir. Setidaknya mendapat solusi bahwa Andre sudah bisa membuahi istrinya.



Semua tentu dengan ketekunan berobat baik secara medis maupun cara tradisional.



"Mama baru sadar. Tahu enggak kemarin kita baru sarapan kan waktu mau berangkat ke SPA ada yang minta makan dulu. Akhirnya kita makan siomay."



"Itu pun Patty udah tegur kok makannya porsinya banyak tapi dia nggak mau ngaku," kata Meylan masih ada tetes air mata bahagia di pipinya.



Ebby mengambil tissue dan menghapus dengan lembut.



"Habis kita SPA 3 jam, dia udah teriak laper lagi."



"Akhirnya kita makan di rumah makan Korea dan dia makan nggak kira-kira." Ebby  juga Andre hanya tersenyum. Keduanya tahu itu, karena memang di rumah juga seperti itu.



"Apa mama dan papamu sudah tahu?" tanya Herman.



"Sudah Pa, begitu kami habis dapat test kami langsung bilang pada papa Gunawan dan mama Sekar."



"Aku berharap hamilku juga nggak rewel kayak Patty."



"Enggak pakai drama Queen minta ini minta itu. Aku juga nggak ingin morning sickness." 



"Aku pengen sehat," kata Ebby.



"Semoga aja Mom," kata Patty.



"Ya semoga aja," jawab Meylan.



"Ma, waktu hamil ko Andre gimana Ma?"  tanya Ebby.



"Soalnya kalau Mama Sekar hamilnya kan lemah. Dia harus bedrest terus."




"Saat hamil aku, mama Sekar memang di rumah sakit full dan di pantau terus."



"Waktu hamil Andre itu dunia runtuh buat Papa," kata Herman.



"Maksudnya gimana Pa?" Tanya Ebby penasaran.



"Mama jadi super sensitif. Ngomong sedikit salah lalu nangis. Ngomong banyak salah lalu Mama nangis juga."



"Senyum, salah dan Mama nangis. Muka datar tanpa semyum salah katanya Papa galak dan marah kedia lalu dia nangis."



"Kan serba salah," Herman membuka saat hamil Andre.



"Wow." kata Ebby tak percaya.



"Iya memang begitu," kata Meylan.



"Pokoknya apa yang dilakukan Papa semua pasti salah dimata Mama saat itu. Papa benar-benar bingung."



"Papa nggak berani keluar kamar walau cuma ke ruang tamu.  Kalau ada orang lain karena Mama pasti akan bilang Papa ngobrol sama pembantu lah. Papakl ada main sama pembantu lah atau Papa titip pesan pada pembantu lelaki buat seseorang."



Mereka semua tertawa mengenang  saat Andre diperut.



"Kalau masalah ngidam nggak sih. Cuma papa yang sering pengen sesuatu tapi engga harus dituruti kalau kepengen."



"Jadi nggak wajib kayak orang ngidam yang kalau minta harus ada."



"Misal saat kepengen kayaknya enak ya makan nasi gudeg. Nyari, nggak dapat ya udah gitu."



"Enggak harus dicari sampai jungkir balik."



"Pernah pengen nasi tim ayam. Papa bikin sendiri. Enggak minta mama bikinin atau koki bikinin nggak."



"Saat mama hamil, Papa paling suka makan cha siu ( red pork ), atau sayur bening katuk atau sayur bening daun kelor." 



"Iya sama dengan Koko nih beberapa kali pengen yang aneh-aneh,"  kata Patty.  



"Tapi nggak selalu juga sih," kata Aheng membela diri.



"Malam-malam dia kepengen jeruk Santang. Gampang dicari sih di supermarket Tapi saat itu kan udah tengah malam supermarket sudah pada tutup."



"Terus di kulkas cuma ada jeruk Pontianak. Kan aku bingung,"  Patty cerita moment Aheng ngidam.



"Besoknya dia cari sendiri, jam 09.00 apa jam 10.00 gitu dia lari dari kantor buat beli jeruk Santang. Dia beli 2 kilo dia makan sendiri di kantor," jelas Patty dan Aheng hanya senyam senyum.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER