ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
JAGA MULUTMU



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



Semua bersukacita dengan suksesnya pernikahan Andre dan Ebby yang baru saja sah.



Tiba saatnya acara makan-makan dan ramah tamah. Semua berbaur karena memang tak dibuat panggung pengantin. 



Kedua keluarga besar datang. Dari keluarga Herman dan Meylan mau pun dari keluarga Gunawan dan Sekar.



Dari keluarga Patty yang diundang hanya mama papanya dan beberapa keluarga dekat saja, Patty yang tidak mengundang banyak orang.



Patty memang membatasi siapa yang bisa hadir dipernikahan Andre dan Ebby. Tak ada yang diundang di acara pesta kecuali mama papanya saja. Undangan pesta juga pakai barcode jadi tak semua orang masuk dan kalau barcode untuk hari Sabtu lalu datangnya hari Minggu juga tidak bisa atau sebaliknya karena nanti barcode akan ditolak.



Patty memang sangat hati-hati dengan keluarga Andre dan keluarganya Ebby, dia nggak berani macam-macam.



Sejak jauh-jauh hari Patty juga sudah mewanti-wanti mamanya agar hati-hati mulutnya.



"Selamat ya Ndre," kata beberapa keponakan atau pun sepupu Andre.



Silih berganti ucapan diterima pasangan itu dengan senang.



"Wah hebat kamu Ndre, sejak dulu kau selalu menjaga hatimu ternyata luluh oleh calon menantu sendiri!"



"Jangan pernah menyebut calon menantuku! Ini istriku. Jaga mulutmu kalau tak tahu apa-apa." Jawab Andre ketus.



"Siapa dia?" Ebby pada Hengky yang kebetulan dekat dengannya. Patty mendengar jelas pertanyaan Ebby.



"William Sosrosugondo," jawab Hengky juga sambil berbisik.



"Oke," sahut Ebby dengan senyum devil. Aheng dan Patty melihat bagaimana mommy mereka memegang ponselnya sebentar.



"Sabar honey, tunggu sebentar lagi," Ebby mengecup pipi Andre padahal dia berbisik.



Andre langsung tahu Ebby pasti telah berbuat sesuatu.



William menyalami Ebby dengan sok akrab.



"Kalau tidak mau usahamu hancur, seharusnya jaga mulutmu," kata Ebby sambil tersenyum.



"Apa aku salah? Kan memang kau selingkuh sehingga bisa pindah menikah ke Andre, seharusnya dengan Hengky," jawab William sinis sambil tertawa kecil.



"Oke kita lihat siapa yang akan tertawa belakangan!" kata Ebby semakin geram.



"Hati-hati Nci, siapkan jantungmu. Keluargamu akan hancur," ucap Ebby pada istri William.



"Apa maksudmu?"




"Papaaaaaa,"  belum juga mulut Ebby tertutup ada anak kecil berusia hampir dua tahun memanggil William dengan panggilan papa!



Istri William bingung. Anak itu minta gendong suaminya. 



"Kamu sudah memulai langkah yang salah,"  kata Andre menepuk bahu William sambil tersenyum menang.



"Siapa dia," tanya istri William.



"Dia memang papanya anakku," kata perempuan cantik yang membawa anak itu.



Pernikahan Ebby yang sudah selesai pemberkatan menjadi sedikit *hangat*.



"Bagaimana mungkin?" Jawab istri William.



"Mungkin lah kami sudah menikah 4 tahun kok," jawab perempuan yang bawa anak itu lagi.



Patty dan Aheng tahu ini semua ulah mommy mereka. Patty akan semakin mengingatkan mama dan keluarganya kalau tak ingin hancur dalam sekejap. 


\*\*\*



Dari ujung pintu terdengar hiruk pikuk karena penjaga minta undangan pada seorang wanita hamil tapi dia tak punya undangan.



"Saya dipanggil suruh ke sini oleh ibu Ebby," kata perempuan itu.



"Kasih tahu penjaga semua perempuan yang aku suruh datang langsung dipersilahkan masuk aja," Ebby memberi perintah pada ajudan Gunawan.



Saat perempuan hamil 4 bulan masuk William tambah bingung.



"Lihat kan akan banyak lagi perempuan lain yang aku datangkan untuk membungkam mulut pedasmu itu," kata Ebby dengan cukup keras membuat banyak yang mendengar dan menoleh untuk lebih jelas mengetahui apa yang terjadi.



"Jangan suka usil sama urusan orang lain. Istriku bisa lebih usil dari itu. Bukan cuma dua ini perempuan di balik suamimu," kata Andre pada istrinya William.



Orang tua William dan mertuanya tak percaya William berkelakuan seperti itu.



Akhirnya istri sah William *yang diketahui keluarga* langsung pingsan saat itu juga, kala datang dua perempuan lain yang mengaku sebagai istri sah William.



"Kau cari lawan yang salah Bro. Uruslah lima istrimu dengan harta yang sebentar lagi nol besar. Aku yakin tak sampai satu minggu kau sudah akan jadi pengemis," kata Andre sambil meninggalkan keluarga besar William. 



Mamanya Patty langsung keluar keringat dingin tatkala Patty membisiki garis besar kejadian kali ini. 


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel keren karya teman yanktie yang bernama


dengan judul novel ya