
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Gimana bisnismu?" Tanya Herman pada Andre putra tunggalnya.
"So far so good Pa. Kemarin ada satu kesempatan yang aku dapatkan. Tapi akan aku lakukan di Indonesia aja."
"Mama rasa perusahaanmu di Paris kamu lepas aja Ndre. Jual saja sahamnya. Mama tak ingin kamu berhubungan dengan perempuannya Steve. Mama punya feeling enggak enak aja." Ungkap Meylan.
"Pernyataan Mama terlambat!" Jawab Andre.
"Maksudmu kamu sudah bersama dengan perempuan seperti yang Steve lakukan? Oh my God!" Meylan paling taat beribadah. Dia tak mendukung gaya hidup bebas tinggal bersama tanpa ikatan.
"Enggak Ma. Aku tak seburuk itu. Aku sudah melepas usaha itu jauh sebelum Mama minta."
'*Karena ada gadis kecil yang cemburu aku rekanan dengan mantan "istri" Steve itu*,' lanjut Andre dalam hatinya.
"Syukurlah." Meylan lega.
"Kemarin sebelum ke Berlin aku sudah tanda tangan notaris serah terima perusahaan itu. Aku ingin fokus di Indonesia saja."
"Aku juga sudah jual apartemenku. Mungkin dalam beberapa hari ini barang-barang milikku di Paris akan tiba. Ada beberapa barang dan pakaian yang aku kirim pulang," jelas Andre.
Mereka pun mulai menuju meja makan.
\*\*\*
"Oh ya Heng kalau kita bisnis sama Ebby, maksudnya kita bikin proyek sama Ebby kamu nyaman enggak?" Tanya Andre saat makan.
"No problem, aku dan Ebby sudah nggak ada hubungan apa-apa. Kami sudah berkomitmen saling dukung."
"Bahkan aku bilang ke opa kemarin, Kalau pun Ebby berjodoh dengan Daddy aku tak akan komplain."
"Kalau itu sudah ketentuan Tuhan kita mau bilang apa? Kita nggak bisa tentang garis Tuhan kan?" Hengky tak sadar ucapannya bisa jadi doa.
"Ya sudah kalau gitu Daddy akan ngobrol sama Patricia." jelas Andre yang akan segera bergerak.
"Ada perlu apa Daddy bicara dengan Patty?"
"Daddy mau serius bicara perhitungan lahan, biar nggak salah."
"Tapi kenapa kenapa harus dengan Patty?"
"Karena memang dia rajanya lapangan. Kamu cemburu?" Desak Andre.
"Kenapa baru sekarang Daddy baru mau bersinggungan dengan perusahaan kita? Tumben nih. Aku enggak cemburu. Hanya ada keanehan aja Daddy mau kerjain proyek yang ada hubungannya dengan perusahaan sendiri." Hengky tentu aneh daddynya mau masuk ke perusahaan mereka.
"Selama ini sepertinya Daddy pantangan sekali bekerja sama dengan perusahaan kita sendiri," Hengky tahu sikap Andre yang tak pernah mau masuk kedalam intern perusahaan milik opa walau sebenarnya Andre adalah Direktur Utama.
"Enggak apa-apa bersinggungan dengan perusahaan kita. Mungkin karena di Paris atau di Berlin kemaren Daddymu dapat link, jadinya kayak gitu."
"Nah itulah. Pokoknya nanti Daddy pinjam Patricia lima hari atau seminggu lah. Daddy mau ke Bunaken berdua dia."
"Gimana kalau aku ikut?" Pinta Hengky.
"Kalau kamu ikut, Daddy harus ngeliatin kalian pacaran gitu?"
"Ih, Daddy. Disana tu tempatnya romantis. Aku pengen jadiin mommen buat nembak dia," rengek Hengky.
"Enak aja, enggak, enggak nggak," kata Andre.
"Udah sekarang kita makan," kata Meylan.
Walau Meylan sedang tak bisa masak sendiri, tapi dia mengamati full pengolahan masakan. Agar cita rasa yang terhidang tak jauh dari olahan tangannya.
Karena Meylan tidak mau makanan yang dihidangkan buat suami, anak dan cucunya berubah.
"Heng besok anterin Oma yuk,"
"Ke mana?"
"Mau nengok Ebby. Sekalian mau bilang terima kasih obat sinshenya manjur banget," jelas Meylan.
"Gimana kalau sama Patty aja? Aku besok ada pekerjaan," tolak Hengky.
"Enggak enak, kalau sama Patricia. Oma takut orang beranggapan Oma sudah kasih restu pada kalian. Enggak lah," Meylan tak mau pergi ditemani Patricia.
"Ya anggap aja sudah ada legalitas." Balas Hengky.
"Oma koq belum bisa tergerak ya ke Patricia. Mungkin belum waktunya. Oma nggak mau kamu berharap dapat restu segera," kata Meylan. Mereka terbiasa semua dibicarakan agar tak ada salah paham.
Hengky jadi bingung kenapa sikap oma seperti itu pada Patricia.
'*Apa karena Patricia nggak bisa masuk ya? Tak seperti Ebby yang langsung tulus mendekati oma bukan karena butuh restunya, tapi tergerak dari hati*.'
'*Seperti nya Patti tak berani masuk karena takut salah*.' pikir Hengky.
"Sama Papa aja. Papa kan juga harus bilang terima kasih karena obat itu bikin istri Papa lebih cepat pulih dari perkiraan dokter," kata Herman.
Tadinya Andre mau menawarkan diri, tapi dia ragu. Dia tak mau bertemu Ebby lagi dalam waktu dekat ini.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED ya.
