ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
MEMASUKI WILAYAH JEBAKAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Lalu aku harus gimana?" tanya Ebby.



"Kamu datang aja ke resto, melihat dari jauh aja jangan di sebelahku karena kalau kamu di sebelahku akan membuat mereka curiga," kata Andre.



"Oke." Ebby mengangguk tanda mengerti.



"Terus nanti ada dua polisi perempuan di sana karena untuk menangkap ulat keket itu pastikan harus perempuan juga. Jadi kamu nanti duduk bersama mereka," jelas Andre.



"Oke."



"Aku cuma mau jujur pada Cece dan Koko, aku takut ada rekaman soal aku dan itu akan membuat Ebby tak percaya padaku karena tak melihat awalnya. Aku ingin ada saksi," Andre tahu walau sejak lahir Ebby hidup di dunia usaha, Ebby tak pernah tau trick kotor pengusaha curang.



"Nggak apa apa kalau aku sih udah biasa tapi Ebby yang belum tahu usaha kita karena dunia usaha Ebby itu nggak seperti kita yang rebutan tender," kata Sekar.



"Aku juga sadar itu," Gunawan hanya mengiyakan karena dia memang tak biasa main yang licik-licik seperti itu dia lebih suka main kekerasan.



Andre dan Ebby datang dengan mobil yang berbeda sengaja agar tak dicurigai oleh pihak lawan.



"*Babe*, kamu sudah ditunggu sama dua polisi di depan pintu Resto," Andre menghubungi Ebby.



"Yang pakai baju merah dan marun itu?" Ebby memastikan kalau terkaannya benar.



"Ya itu mereka," balas Andre.



Memang di depan pintu Resto ada dua orang gadis dengan rambut pendek berwajah cantik dengan tubuh yang sangat proporsional menggunakan dress merah dan marun. Warna yang sangat kontras dengan warna tubuh mereka.



Ebby mendatangi mereka dan sebelum Ebby memberi salam keduanya langsung menyambut Ebby.



"Hai apa kabar By," sapa seorang yang berbaju Maroon, seakan sudah lama kenal lalu salaman dan melakukan cium pipi kanan kiri.



"Kita dipantau jadi pura-pura aja kita kenal lama," bisik si baju maroon.



"Oke, baik," balas Ebby sambil berbisik juga.



"Ayo masuk,"  yang berbaju merah mengajak Ebby setelah dia juga cium pipi kanan dan kiri layaknya kenalan lama.



"Sherly, kamu ingat kan makanan pantangannya Ebby?"  kata si baju maroon.



'*Oh berarti yang baju merah bernama Sherly*,' Ebby tahu itu adalah perkenalan dengan tanda petik!



"Ingatlah Nin. Masa aku nggak ingat sama pantangan sahabat sendiri. Memangnya kamu Nina yang suka lupa dengan pantangan aku," kata Sherly.



'*Oh yang baju maroon namanya Nina*,' batin Ebby.



"Kamu kebanyakan pantangan, jadi aku sering lupa."



"Itu bukan pantangan, itu karena program dietku," mereka tertawa bersama lalu masuk ke Resto.



"Aku pesan dim sum aja," kata Ebby, Memang mereka harus brunch karena jam 09.00 itu kan mereka sudah makan dari rumah.



"Aku apa ya?" Sherly bingung.




"Aku minta dorayaki dan Manju saja," akhirnya Sherly menentukan pilihan.



"Saya minta Oshiruko aja Mbak. Minumnya green tea aja semua."



"Oke saya siapkan ya Bu," ucap server sehabis mencatat pesanan ketiga gadis ayu itu.



"Apa aku sudah tua ya?" kata Ebby.



"Eh, akan saya siapkan Nona," jawab server meralat kalimatnya tadi.



"By, Itu polisi di meja ujung belakang yang duduk bertiga. Lalu yang berempat di meja belakangku juga polisi," kata Nina berbisik.



Ebby tertawa seakan Nina berbisik sesuatu yang lucu.



"Kalian pasti ngomongin aku kan?" kata Sherly.



"Enggak usah ke ge er an deh," jawab Ebby.



"Berarti sudah siap semua ya."



"Sudah. Semua kayaknya sudah di posisi masing-masing. Itu semua yang nggak berseragam, nanti yang berseragam udah siap kok," jawab Sherly.



"Oh gitu. Oke," Ebby tenang sekarang,  tak lama Ebby melihat Andre datang bersama dengan rombongan dari PT Glamour.



Andre didampingi Kusnanto Hendrikus, sekretarisnya di perusahaan miliknya. Bukan yang di perusahaan papanya.



Sedang team dari PT Glamour di pimpin oleh Suyatno atau  Liem Soe Yat. Yang bermata sipit dan perut gendutnya beserta dia asistennya.



Rupanya tadi Andre menunggu kedatangan Kusnanto agar bisa masuk bersama.



"Masih pagi gini kita makan dulu ya Pak Andre," Suyatno dari PT Glamour mulai menebar racun.



"Waduh kami baru sarapan," kata Kusnan sekretaris Andre mencoba menolak tawaran Suyatno.



"Kalau begitu kita *brunch* saja, paling tidak ngemil lah."



"Saya minta ham and cheese croissant dan Caffè macchiato," kata Andre tanpa melihat daftar menu.



"Pak Kusnan mau pesan apa?"



"Saya lagi bingung. Mau pesan apa ya," jawab Kusnan sambil melihat buku menu.



"Saya croissant  with smoke salmon aja, minumnya Café au lait," Kusnan menentukan pilihan.



Lalu team nya Suyatno  menyebut pesanan masing-masing dan jelas yang mereka pesan semua tak ada yang sama dengan pesanannya Andre sehingga tak akan mungkin tertukar.



Harusnya tadi Kusnan pesan yang sama dengan team Suyatno saja agar bisa di tukar.


\*\*\*


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ