
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
'*Kok ada sesuatu yang hilang ya*' batin Ebby.
'*Masa sih aku kangen*?' pikirnya lagi
'*Aku hubungi jangan ya*?' Ebby mengambil ponselnya.
'*Lebay ah, nggak ah. Aku nggak enak kirim pesan duluan*' Ebby meletakkan kembali ponselnya.
'*Aduh tapi gimana ya, kayaknya aku pengin tahu dia lagi apa*,' Ebby kembali mengambil ponselnya lagi.
Dia bolak-balik pegang taruh pegang taruh itu ponsel. Akhirnya Ebby langsung meletakkan ponselnya jauh-jauh dia tak ingin menghubungi Andre lebih dulu.
Gunawan menugaskan satu perawat untuk berjaga di kamar Ebby di sana sudah ditambahkan satu springbed darurat untuk sang perawat sehingga 24 jam perawat siap membantu Ebby.
"Bantu aku mandi yuk," kata Ebby pada perawat itu.
"Aku enggak mau tahu bagaimana caranya , aku ingin kamu bisa bantu aku mandi. Aku pengen mandi tapi kan lukaku ini nggak boleh basah."
"Saya bisa. Kita guyur separuh separuh. Ayok kita mulai dengan keramas," ajak sang perawat.
"Aku sebenarmya pengen mandi disiram atau mandi berendam tuh enak. Tapi mandi berendam kan nggak mungkin karena pinggangnya masih belum boleh basah." Keluh Ebby.
Perawat dengan telaten membantu Ebby mandi. Di rumah sakit Ebby memang dibantu perawat membasuh tubuhnya. Tapi rasanya kurang seger kalau tidak mandi siram atau berendam.
"Wah segernya udah keramas," kata Ebby dia senang bisa mandi walau tidak bisa guyor-guyur sepuasnya. Hanya separo separo supaya lukanya tak bisa basah.
Yang penting dia bisa mencuci badan.
"Kamu mandi By?" kata Sekar.
"Iya dibantu si Mbak ini. Lukaku nggak disiram, aku juga nggak mau sampai basah."
\*\*\*
Hari ini Andre mulai kembali ke kantor dia sudah punya nomor Patricia. Hari ini dia memanggil Patricia melalui HRD. Andre meminta Patricia datang menemui dia di ruangan pribadinya di perusahaan yang pegang Papa Andre yaitu opa Herman.
"Kamu biasa dipanggil Patty," tanya Andre pada gadis didepannya.
"Iya benar Pak." Jawab Patricia dengan hormat.
"Jadi gini saya ada rencana proyek. Ini kamu lihat dan kamu pelajari bagaimana pengolahan lahan yang dibutuhkan lalu juga nanti kita akan lihat langsung untuk menyamakan perhitungan dengan kisi-kisi yang sudah saya buat."
"Kita akan chek On The Spot, jadi tiga hari atau paling telat lima hari lagi kita berangkat ke Bunaken."
"Maksud Bapak?" kata Patricia bingung.
"Ya kita berdua meninjau lokasi. Apa kamu keberatan?"
"Kita bekerja lima sampai tujuh hari kerja. Di luar hari libur. Tapi saya upayakan hari libur kita tetap kerja biar cepat pulang."
"Baik Pak. Saya akan mempersiapkan baju lapangan yang akan saya bawa," kata Patty.
"Tolong alatnya kamu bawa lengkap. Saya tidak mau kita sampai sana alat kurang dan pekerjaan tertunda!"
"Baik Pak." Patricia berjanji dia akan mengechek berulang kali semua alat sebelum berangkat agar dilapangan tisak mendapat dampratan dari Andre.
Patricia sudah mendengar dari semua orang kalau etos kerja dan kedisiplinan yang dimiliki oleh Hengky itu adalah turunan dari Andre.
Kalau Herman lebih fleksibel sehingga orang sering menyepelekannya walau akhirnya nanti Herman akan gebrak dengan lebih keras, tetapi di awal dia lebih fleksibel.
Andre dan Hengky sejak awal mereka strange waktu dan njelimet kalau perhitungan.
"Nanti kamu akan diberitahu oleh HRD karena data yang akan berangkat di tiket juga sudah ada di HRD kan. Kita langsung bertemu di bandara. Tak ada keterlambatan." Tegas Andre.
"Ya Pak," kata Patricia.
"Ada yang lain Pak?"
"Enggak kamu bawa berkas itu dan saya tunggu besok hasil perhitungannya."
"Baik, saya permisi Pak," Pattricia langsung meninggalkan kantor itu.
Andre juga bersiap meningglkan kantor itu. Karena itu adalah kantornya Herman bukan kantor milik Andre. Walau itu ruangannya Andre. Ruangan Andre terpisahdari ruangannya Hengky dan Herman tentunya.
\*\*\*
"Kenapa wajahmu tegang kayak gitu?" tanya Hengky yang melihat Patricia tegang begitu keluar dari ruangannya Andre.
"Habis ketemu monster. Aku kira kamu tuh kalau kerja udah paling gila ya. Ternyata papamu lebih gila lagi. Ih merinding. Dengar dia ngomong aja aku takut," kata Patricia.
Hengky tertawa terbahak-bahak mendengar penilaian Patricia pada Andre.
"Kamu tuh malah ketawa."
"Ada yang lucu?" kata Andre yang memang akan keluar dari kantor itu.
"Oh nggak Pak." kata Hengky yang bersikap formal karena sedang di luar ruangan dan banyak orang melihat.
Andre tanpa bicara langsung pergi meninggalkan kantor itu.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.
