ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY

ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY
TEMAN PERJALANAN KU BUKAN MONSTER



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Mbak Patricia?" Tanya seorang lelaki muda dengan kacamata yang membuat dia menjadi semakin tampan.



"Betul Pak,  tadi saya telepon Bapak,"  kata Patricia.



"Oh iya ini tiket dan reservasi kamar hotel atas nama anda. SPJ sudah diambil kemarin ya Mbak," tanya Kusnanto Hendrikus, nama sekretaris Andre yang masih lajang itu.



"Sudah Pak. SPJ sudah saya ambil dan uang perjalanan juga sudah saya cairkan." Balas Patricia.



"Jadi tinggal tiket pulang saja ya Mbak. Akan kita kirim via email setelah Mbak bilang selesai urusan disana." Ucap Kusnanto.



"Pak Andre nya ke mana ya Pak?" Patricia tentu bingung mengapa Andre belum hadir.   



"Sejak kemarin saya tidak mendapat tugas untuk membeli tiket bagi Pak Andre karena beliau tidak berangkat," jelas Kusnanto.



"Loh? Terus teman perjalanan saya siapa?" Tanya Patricia bingung.



"Teman perjalanan anda sudah masuk sejak tadi Mbak. Beliau sudah check in duluan."



"Oh gitu. Aduh saya sama siapa ya?"



"Silakan aja Mbak cek in, nanti akan kelihatan kok siapa yang duduk di sebelah Mbak di pesawat nanti." Kusnan bersiap pamit karena dia ada pekerjaan lain.



"Permisi dulu Mbak,"



"Oke terima kasih Pak selamat pagi," kata Patricia. Dia pun mulai urus bagasi dan siap untuk check in. 



"Hallo," sapa Hengky.



"Hai mau ke mana Heng?"



"Ke Bunaken," jawab Hengky dengan santai. 



"Kamu jangan becanda deh," sungut Patricia.



"Serius, aku enggak godain. Orang aku yang ditugasinnya aja nggak tahu apa apa koq."



"Serius kamu ditugasin mendadak?" Tanya Patricia tak percaya.



"Iya waktu kita meeting itu aku belum tahu bahwa aku yang akan disuruh berangkat sama Daddy. Aku belum tahu seriusan. Daddy bikin kejutan kali atau dia pengen tau kerja aku karena dia enggak pernah pegang perusahaanku itu."




Patricia senang tidak jalan berdua monster. Membayangkan bekerja dengan monster selama lima sampai tujuh hari udah bikin semalam kurang tidur.



"Kenapa kok tarik nafas dalam gitu?" kata Hengky.



"Enggak,  aku tuh semaleman kurang tidur bahkan hampir dibilang nggak tidur." Balas Patricia kembali menarik naas dalam lagi.



"Kenapa?" Hengky penasaran.



"Aku ngebayangin selama 5 atau 7 hari jalan sama monster."  Hengky langsung tertawa ngakak daddynya dibilang monster.



"Kualat loh mertua digituin," ucap Hengky.



"Iya lah, ih serem." Patricia masih merasa lega karena tak jadi jalan berdua dengan Andre.



"Serem-serem buktinya sampai tuh coklat dari Berlin," goda Hengky.



"Oke lah coklatnya, tapi sikapnya itu loh," 



"Emang dia kayak gitu tapi nggak kok dia baik sama semua orang." Hengky tetap membela daddynya.



"Pokoknya kalau buat aku mah serem."  



"Serem kalau pas soal kerjaan, tapi kalau soal hari-hari dia baik kok."



"Aku takut pada ayahmu, lebih senang kalau bicara sama Opa mu aja. Pak Herman itu humble."



"Dibilangin daddy itu lebih humble dari opa," jelas Hengky.



"Terserah!  Pokoknya nanti kalau aku tidur sepanjang perjalanan Ngertiin ya,"



"Oke," jawab Hengky.


\*\*\*



Seperti yang tadi dikatakan oleh Patricia di bandara, maka Jakarta ~ Manado Patricia benar-benar hanya tidur.



"Kasihan kamu, segitu takutnya sama daddy sampai nggak tidur sama sekali," Hengky membetulkan kepala Patricia yang terantuk-antuk. Dia pegangi kepala gadis itu dengan satu tangan lalu dia sandarkan di bahunya. Hengky pun ikut tidur dengan Patricia daripada bengong sendirian lumayan 3 jam mereka istirahat karena waktu tempuhnya 3 jam 25 menit.


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang baru aja terbit dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND



Atau juga judul lain yang baru terbit dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN