
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Opa peran asisten pengadaan barang itu apa?" tanya Hengky pada Herman saat mereka sudah di mobil menuju kantor pusat.
"Aku kok jadi bingung ya? Ngapain juga ada asisten khusus pengadaan barang? Kalau pun butuh, ngapain dia di lapangan bukan di store cari barang atau di kantor mengamati stock pengadaan?" Rupanya Hengky mencurigai "sesuatu."
"Opa sudah lihat dua kali proyek perempuan itu selalu ada di lapangan bersama Victor," kata Herman.
"Ngapain ya?" Hengky berkata pelan dia bicara pada dirinya sendiri, tapi opanya mendengar.
"Entahlah Opa juga nggak ngerti. Yang penting pekerjaan mereka beres." Herman tak peduli soal hubungan seseorang.
"Beres apanya kalau kita ngegaji orang yang nggak ada fungsinya?"
"Asisten khusus pengadaan barang! Akan aku cari apa desk jobnya! Apa yang sudah dia lakukan selama ini. Aku akan minta laporan hasil kerjanya," kata Hengky.
"Makan dulu ya Opa," pinta Hengky.
"Ya iyalah. Kita makan dulu," jawab opa menyetujui usul cucunya.
"Pak kita ke resto chinese food yang depan resto Padang itu ya," pinta Hengky pada drivernya.
Opa dan Hengky memesan menu kesukaan mereka yaitu babipanggang kecap dan kailan cah serta fuyunghai.
Sang driver tidak ikut makan bersama disitu, karena rumah makan yang Hengky masuki bukan untuk yang berbeda keyakinan dengan Hengky.
Driver menyeberang jalan, ke resto Padang dia makan di sana. Itu biasa Hengky lakukan. Mereka tak mau membuat pegawainya tak nyaman dengan makanan yang masuk ke mulut pegawainya biar dibilang halal sekali pun.
Hengky dan keluarga lebih memilih semua pegawai nyaman bekerja dengan mereka karena mereka menghormati keyakinan para pegawai.
\*\*\*
Baru tiba di kantor, Hengky sudah mendapat email dari Patricia.
"Iih cepet juga nih orang kerjanya," kata Hengky.
Hengky perhatikan coret-coretan yang Patricia bikin.
'*Sorry Heng, ini oret-oretan sementara kalau kamu butuh cepet. Nanti sampai di kantor aku sempurnain. Aku sengaja kirim saat masih diarea*,' kata Patricia.
Kantor Patricia dan Hengky memang tak satu gedung. Patricia ber kantor di kantor operasional sedang Hengky kan di kantor pusat.
'*Oke makasih Nanti aku juga perhatiin detailnya. Aku juga baru sampai kantor sama Opa habis makan siang*,' kata Hengky.
"Bisa ceritain soal Irene?" kata Hengky. Hengky langsung menghubungi Patricia ketika tahu gadis itu sudah meluncur ke kantornya karena barusan Patricia bilang dia sudah sampai di kantor mau otak-atik data di lapangan sambil makan siang.
"Kamu naksir dia?" Tanya Patricia penasaran. Patty demikian kerabat dekatnya memanggil. Dia mulai makan nasi rames yang dia pesan di kantin kantornya.
"Pokoknya ceritain dulu nanti aku kasih tahu kenapa aku tanya tentang Irene," kata Hengky menepis kalau dia bertanya tentang Irene karena naksir perempuan itu.
"Aku kan pegawai baru. Aku baru dua bulan di sini. Dan baru saru bulan jadi *site manager* menggantikan pak Petrus yang kena stroke."
"Aku belum kenal banget para karyawan disini, terlebih Irene."
"Tapi basicnya aku tahu dari rumpian pegawai disini."
"Irene itu lulusannya D3 sekretaris. Kata orang-orang di sini dulunya dia adalah administrasi gudang, bukan sekretaris siapa pun."
"Aku nggak tahu kerjaannya apa dan laporan hasil kerjanya ke siapa," kata Patricia.
"Apa kamu ribut sama dia?" Hengky tadi bisa menangkap kalimat Patricia yang menyindir seorang perempuan yang tak suka kantor panas dan kecil saat Hengky mengejek soal naik motor. Sedang sebagai site manager Hengky tahu kalau di lokasi seberat apa pun Patricia pasti sudah siap.
"Nggak ribut sih cuma minggu lalu memang aku tegur dia. Aku bentak dia," kata Patricia jujur.
"Jadi minggu lalu aku minta Pak Victor anterin aku ke lapangan pakai motornya."
"Di lapangan kan kita tahu nggak bisa sebentar. Tadi kita berdua aja hampir dua jam kan?"
"Aku ngobrol sama Pak Victor di lapangan hampir satu jam. Dan ponsel pak Victor juga bunyi terus sampai dia silent."
"Sampai bedeng aku dengar Irene ngomel kenapa kami pergi lama? Dia bilang dia ditinggal di kantor kecil dan pengap sedang pak Victor dan aku malah enak-enakan pacaran!"
"Aku marah lah wong aku pergi ke lapangan bukan pacaran dan hanya satu jam. Mungkin itu ada yang lapor padamu. Ada yang melaporkan kinerjaku ke kamu," kata Patricia. Gadis itu tak takut di konfrontasi. Banyak saksi yang melihat dia di lapangan. Bukan cari tempat mojok.
"Nggak, nggak ada yang lapor soal kamu. Aku cuma penasaran aja staf khusus bagian perbekalan itu fungsinya apa dan ngapain pula ada di proyek."
"Itu aja. Tadi aku tanya ke Opa. Aku bilang sama Opa memang aku bingung gitu. Perusahaan ngegaji orang buat staf khusus bagian perbekalan dan proyek itu buat apa?"
"Harusnya kan dia ya mungkin belanja atau administrasi gudang dan segala macamnya. Kan gitu, makanya aku lagi pikir kerjaannya dia apa?"
"Kalau dapat info gini kan jelas. Aku akan selidiki job desk nya serta laporannya. Mungkin berikutnya aku mau pindahin dia ke tempat kering. Coba pengen tahu aku pengen test aja."
"Terima kasih ya udah kasih tahu aku. Jangan cerita pada siapa pun aku tanya soal ini."
"Iya tenang aja. Aku juga bingung kok. Baru masuk 1 bulan jadi site manager itu setiap pak Victor ke mana pun dia pasti ada," kata Patricia.
"Makasih, tunggu aja kelanjutannya dan aku juga tunggu hasil fix- datanya yang itu di email tadi ya."
"Oke siap nih lagi aku mau kerjain kok. Aku baru selesai makan."
"Hari gini kamu baru makan? Wah jangan dibiasakan lho."
"Kan karena tadi keluar kantor,' Jawab Patricia.
"Ya udah. Makasih ya. See you."
\*\*\*
Tak sengaja Ebby melihat video seorang rekan Hengky yang memposting saat Hengky bernyanyi dan main gitar di sebuah acara.
Orang itu menandai akun Hengky dan banyak nama lain.
Dari postingan dan dari komen banyak orang Ebby tahu Hengky perform di acara reuni SMA nya dan merupakan hukuman, bukan kemauan Hengky sendiri.
"Aku tetap mencintaimu. Sayangnya aku tak sanggup kembali padamu," Ebby bicara sendiri di kamarnya.
Ebby memang sedang bersiap tidur dan iseng buka media sosial.
Terlintas bayangan Hengky berada diatas tubuh Carol. Ebby tak sanggup. Tak akan mungkin dia menikah dengan pria yang bayangan buruknya selalu melintas.
"Aku berdoa kamu dapat penggantiku. Aku tak akan mungkin kembali mengikat cinta denganmu. Salahmu tak percaya padaku," Ebby meletakkan ponselnya dan dia memejamkan matanya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.